Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
56


__ADS_3

Tia sangat bahagia dikarunia i seorang bayi mungil yang sangat cantik. Tia bersyukur berjodoh seorang Danu yang sangat menyayangi Tia.


"Terima kasih ya sayang sudah melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik." Ucap Danu kepada Tia.


"Sama-sama kak, aku juga terima kasih kak Danu sudah menyayangi aku dengan tulus. Sudah dengan sabar mengurusku yang masih kekanak-kanakan. Maaf ya kak aku belum jadi istri yang baik." Ucap Tia.


"Sayang, aku tulus sama kamu. Bagi aku kamu istri terbaik buat aku, aku nggak tau apa jadinya aku tanpa kamu, mungkin aku masih di luar sana main-main sama teman-teman, mabuk-mabukan, melakukan hal yang nggak ada faedahnya sama sekali." Ucap Danu.


Tia tersenyum bahagia.


"Kak anak kita mau di kasih nama siapa?" Tanya Tia.


"Mm aku gimana kalau gendhis yang?" Tanya Danu.


"Iya kak, aku suka namanya." Ucap Tia antusias.


"Alhamdulillah kalau kamu suka sayang. Kamu mau makan apa sayang? Kamu makan yang banyak. Kan kamu menyusui sayang."


"Mm aku mau tumis daun pepaya sayang, sama minumnya jeruk anget ya." Ucap Tia.


"Siap sayang aku carikan dulu ya. Nanti siang kita udah boleh pulang sama dokter yang."


"Iya, alhamdulillah kalau boleh pulang. Nggak sabar pengen mandi yang bersih di rumah aku."


"Iya sayang, ya sudah aku keluar dulu ya."


"Iya, kalau aku ketiduran bangunin aku ya. Ngantuk banget aku."


"Ok siap sayang. "


Sehabis melahirkan Tia merasa sangat ngantuk sekali.


Danu kembali membawa makanan yang di pesan Tia, Tia pin dengan lahap memakannya.


Tiba-tiba dokter datang.


"Bagaimana keadaannya bu? Apakah ada keluhan setelah melahirkan pusing atau perutnya sakit?" Tanya dokter tersebut.


"Tidak ada dok, saya sehat." Jawab Tia.


"Oke, ibu sudah bisa buang air kecil belum? Kalau belum buang air kecil ibu belum boleh pulang ya karena takut terjadi pendarahan pasca melahirkan."


"Sudah dok, saya sudah buang air kecil sudah buang air besar juga dok." Ucap Tia.


"Bagus berarti sehat ya bu, kalau bayinya sudah buang air besar belum bu?" Tanya dokter lagi.


"Sudah dok." Ucap Tia.


"Bagus berarti hari ini sudah boleh pulang bu, bapak silahkan urus administrasinya lalu ibu boleh dan bayinya boh pulang. "

__ADS_1


Setelah selesai mengurus administrasi Danu dan Tia pulang. Mereka di jemput oleh kakak sepupunya Tia.


Sampai dirumah sudah ada orang banyak yang menunggu kepulangan Tia dan bayinya, keluarga besar dari Danu dan Tia semua kumpul di rumah Danu.


Tia sangat bahagia sekali.


Malam harinya teman-teman Danu dan Tia datang.


"Selamat ya Danu sama Tia, bayinya sangat cantik. Semoga jadi anak Sholehah ya." Ucap Adi.


"Selamat ya mbak mas. Aku doanya dalam hati aja ya hehe." Ucap Bayu bercanda.


"Makasih ya semuanya, itu minum dulu sama di makan cemilannya.


"Iya mbak." Ucap Bayu.


Danu, Adi, dan Bayu keluar dari kamar. Di kamar tinggal Meli, Tia dan bayinya.


"Be selamat ya, akhirnya terkabul juga pengen punya debay." Ucap Meli.


"Iya makasih ya be." Jawab Tia.


"Udah tau belum, hari ini Ciko nikah loh. " Ucap Meli berbisik.


"Masak sih, baru tau kamu yang bilang ini aku." Jawab Tia.


"Biarin aja lah, nggak papa. Lagian kak Danu di undang juga nggak bisa datang. Kan dia nemenin aku di rumah sakit. Yang aku sayangin kok tanggalnya bisa sama sih sama lahirnya anak aku."


"Iya berarti dia belum dewasa buat menyikapi ini kan, iya kok bisa samaan ya tanggalnya. Kebetulan aja kali." Jawab Meli.


"Iya dia itu kaya anak kecil, padahal kak Danu udah lupain masalah kemarin terus mau tetep menjalin silaturahmi e dianya malah kaya musuhi kita. Kalau ketemu di jalan pura-pura nggak liat aku, kalau ketemu pas lagi kumpul sama teman-teman juga disapa kak Danu ga pernah di jawab." Ucap Tia.


"Masa sih kaya gitu."


"Iya dia emang kaya gitu kok orangnya. Ya aku doain aja semoga sakinah mawadah warohmah." Ucap Tia


***


Ciko saat ini sedang duduk di atas panggung pengantin. Perasaannya sangat gelisah. Ciko memikirkan Tia, dan memikirkan nasib nya setelah ini.


"Kamu kenapa sih murung terus begitu. Kaya ga seneng. Ini kan hari bahagia kita. Senyum dikit nggak bisa?" Ucap Juarti sebal.


"Maaf aku cuma grogi aja." Ucap Danu.


"Sikap kamu ini kaya orang yang nikah terpaksa tau nggak."


"Iya iya aku kan udah minta maaf, aku grogi."


"Terserah lah, bikin sebel aja." Ucap Juarti memalingkan muka.

__ADS_1


Ciko hanya diam, dia merasa selalu diatur-atur kalau sama Juarti. Beda kalau sama Tia, dia selalu melakukan apa saja yang dia suka Tia selalu mendukungnya. Selagi melakukan hal baik, kalau salah ya Tia langsung menegurnya.


Acara resepsi selesai, tamu undangan sudah pulang, sekarang tinggal keluarga besar juarti, karena keluarga Ciko sudah pada pulang. Besoknya baru Ciko dan keluarga besar Juarti yang giliran datang ke rumah Ciko.


"Ciko kalau capek istirahat dikamar ya, Juarti sudah di kamar. Itu kamarnya yang nomor dua dari sini ya." Ucap ibu Juarti.


'kok Juarti ngga nungguin aku sih malah ke kamar duluan, aku kan malu.' batin Ciko.


"Ciko, kamu kenapa kok malah bengong?" Tanya ibu Juarti lagi.


"Eh eng, iya bu saya ke kamar dulu ya bu." Jawab Ciko gelagapan.


"Kamu kok nggak ngajak aku masuk ke kamar sih malah ninggalin aku di luar." Ucap Ciko.


"Maaf, tadi kayaknya kamu lagi asik ngobrol jadi ya aku ke kamar duluan." Ucap Juarti dengan santai.


Ciko lalu ganti baju, dia sudah membawa baju ganti dari rumah.


"Kok langsung ganti baju nggak mandi dulu." Ucap Juarti.


"Enggak besok aja mandinya aku capek mau tidur dulu." Ucap Ciko.


"Ya udah kalau nggak mau mandi nggak ada malam pertama ya." Ucap Juarti.


"Aku kan bilang mau tidur, bukan mau malam pertama." Ucap Ciko.


"Kamu kok gitu sih." Ucap Juarti.


"Gitu gimana kalau ga mau ya udah tidur, aku juga lagi capek sama nggak semangat kok." Ucap Ciko.


Ciko pura-pura memejamkan matanya, dia pengen tidur tapi belum bisa karena dia kepikiran sama Tia.


'kok dia malah tidur sih aku udah dandan udah wangi malah di tinggal tidur.' batin Juarti.


"Ciko kamu beneran nggak mau sentuh aku? Aku udah dandan begini loh." Ucap Juarti menggoyangkan badan Ciko.


Ciko pun membuka matanya.


"Kirain kamu mau joget di luar dandan kaya badut begini." Ucap Ciko dengan tertawa.


Dandanan Tia memang sangat menor eyeshadow warna biru blush on pink merona tebal, lipstik merah bold.


"Kan aku dandan begini biar kamu suka. Kok malah diketawain aku sih. " Ucap Juarti cemberut.


'kamu mau dandan kaya apa aku sukanya juga tetap sama Tia bukan sama kamu.' batin Ciko.


"Mending kamu cuci muka terus tidur, daripada nanti jerawat kamu tambah banyak lo, kalau mau malam pertama besok aja ya, aku sekarang capek." Ucap Ciko.


Akhirnya Juarti cuci muka dan tidur di samping Ciko, Ciko membelakangi Juarti membuat Juarti tambah kesal sama dia.

__ADS_1


__ADS_2