
Beberapa hari telah berlalu setelah berkunjung ke rumah Ciko. Kini tiba saatnya Tia dan Danu bersama teman-temannya datang ke pernikahan Handa.
"Sayang aku ada sesuatu buat kamu." Danu yang baru pulang kerja langsung menghampiri Tia.
"Apa si mau ngasih kejutan? Aku kan nggak lagi ulang tahun kak." Tia menatap Danu penasaran.
"Ya nggak papa ngasih hadiah buat istri kan pahala sayang.nih buat kamu." Danu menyodorkan sebuah paperbag berlogo butik yang harganya cukup mahal si menurut Tia.
Tia membuka paperbag tersebut. "Apa? Kak Danu ini terlalu mahal buat aku. Sayang uangnya bisa buat beli keperluan yang lain atau bisa di tabung kan kak." Ucap Tia.
Di dalam paperbag tersebut berisi tunik salur warna coklat putih dan di luar ada rompi warna coklat. Sangat cocok untuk Tia.
"Sesekali kan nggak papa sayang, kakak lagi ada rejeki ini kan karena kamu yang selalu mendoakan kakak." Danu memegang tangan Tia dan mengelus punggung tangannya.
"Makasih ya kak, semoga rejeki kakak selalu di mudahkan. Dan selalu diberi rejeki yang halal dan berkah. Aamiin." Tia mendoakan Danu.
"Iya sayang, nanti di pakai ya kalau ke pernikahannya Handa. Pasti kamu terlihat tambah cantik pakai tunik ini." Ucap Danu tersenyum lebar.
"Iya kak, kak Danu mau mandi dulu atau mau makan dulu biar Tia siapin." Tanya Tia.
"Mau mandi dulu aja. Lengket semua badannya sayang. Kamu masak apa sayang?" Tanya Danu.
"Aku tadi masak rendang jengkol kak."
"Wah enak tuh, ya udah kakak mandi dulu ya habis itu mau langsung makan." Danu beranjak ke kamar mandi.
"Iya kak biar Tia siapin baju dulu terus nanti kita makan bareng ya." Tia berdiri mendekati lemari dan mengambil setelan untuk Danu beserta ****** ********.
Danu bahagia dengan kehidupannya sekarang. Tapi masih ada yang mengganjal di hatinya yaitu ibunya, meskipun dalam hal apapun Danu memang nggak pernah cocok dengan ibunya, tapi Danu sangat sayang kepada ibunya.
**
**
Sore hari
Tia, Danu, Meli dan teman-teman yang lain akan menuju rumah Handa. Mereka pergi bersama-sama. Sesampainya di rumah di rumah Handa, mereka di persilahkan duduk di bangku tamu dengan berbagai cemilan di atas meja. Handa dan suaminya menemui mereka semua yang duduk di kursi.
__ADS_1
Handa mencuri pandang ke arah Danu tanpa Danu sadari, tapi Tia menyadari itu. Tia jadi tambah tidak sukanya dengan Hand.
Tia menyenggol Meli yang duduk di sisi kirinya menggunakan sikutnya.
"Be, lihat tuh matanya lirik-lirik suami aku terus. Pengen aku colok tuh mata." Bisik Tia.
"Ih cari masalah aja sih dia. Tunjukin be kalau Danu itu udah milik kamu nggak boleh di lirik-lirik." Ucap Meli menggebu-nggebu tapi tetap lirih.
"Gimana caranya be." Tia mengerutkan dahinya.
"Ih kamu ini, kalian harus kliatan mesra trus sekali-kali kasih dia pelajaran be biar bisa jaga matanya dari milik orang lain." Meli orang yang paling semangat kalau soal memberi pelajaran.
"Iya deh aku coba be."
Tia kemudian langsung mengambil sepotong kue di atas piring. Lalu menyuapkan ke mulut Danu. Danu pun menerima dengan tersenyum.
"Makasih ya sayang, kamu mau aku suapin juga?" Tanya Danu.
Tia mengangguk dan tersenyum.
**
Mereka semua saat ini sedang makan bersama di ruang makan. Setelah itu akan pulang karena hawa disekitar semakin panas kalau berlama-lama berada di sini.
"Mbak suaminya di perhatiin ya, jangan perhatiin yang udah jadi milik orang lain." Tia berkata dengan suara sedikit keras.
Seketika wajah Handa berubah jadi merah padam karena malu. Teman-teman Tia menahan tawa termasuk Meli.
Setelah berkata seperti itu kemudian Tia bersalaman dan memberikan amplop. Amplop yang entah isinya berapa.
Tia sengaja membawa amplop karena dia malas mencari kado untuk Handa. Bukan malas sih lebih ke sayang buang-buang waktu cari kado buat orang kaya Handa.
"Sayang kamu kok tega berkata seperti itu di depan suami Handa." Ucap Danu saat di jalan arah pulang.
"Apa? Tega kanu bilang? Teka mana sama nikung tenan? Asal kamu tau ya, dari tadi dia itu liatin kamu terus. Apa kamu emang suka di lihatin oleh dia?" Tanya Tia emosi.
"Aku nggak tau sayang, ya udah aku minta maaf sayang." Danu merasa bersalah.
__ADS_1
Tia yang sudah badmood pun memilih diam. Hatinya merasa panas dan bayangan saat pertama kali dia tau kalau Handa dan Danu menghianatinya kembali muncul.
"Sayang, saat dan seterusnya aku adalah milik kamu. Jadi jangan pernah khawatir aku akan selalu setia dengan kamu. Kamu tau? Aku adalah orang yang paling beruntung bisa menikah dengan kamu." Danu menggenggam erat tangan Tia.
Mendengar ucapan Danu membuat hati Tia tenang dan menghangat.
"Maaf ya aku udah cemburu-cemburu nggak jelas." Pipi Tia merah merona menahan malu.
"Iya sayang, ingat aku nggak akan tergoda dengan wanita manapun. Karena apa yang aku cari semua ada sama kamu sayang."
Tia tersenyum bahagia. Beruntung sekali dia dapat suami seperti Danu yang sangat menyayanginya.
***
Saat Tia dan teman-temannya sudah pulang. Handa dan suaminya sedang duduk di pelaminan.
"Kamu masih ada rasa dengan Danu?" Tanya suaminya.
Handa kaget menerima pertanyaan seperti itu.
"Eh em apaan sih, ya enggak lah. Kan sekarang aku sudah nikah sama kamu." Handa gelagapan menjawab pertanyaan dari suaminya.
"Mungkin aja aku hanya pelampiasan kamu aja kan bisa." Jawab sang suami santai.
"Enggak kok, aku udah kubur dalam-dalam semua kisah masa lalu ku."
"Kisahnya kamu kubur tapi cintanya masih kamu simpan ya sama juga bohong."
"Ya enggak lah, aku udah ga ada perasaan sama dia. Lagian kenapa sih tiba-tiba bahas seperti itu. Ini kan hari bahagia kita. Kamu jangan merusaknya dengan pertanyaan-pertanyaan nggak penting seperti itu." Ucap Handa panjang lebar.
"Nggak penting gimana sih, justru ini sangat penting buat hubungan kita. Kalau kamu terus-terusan menyimpan perasaan kepada orang lain. Nanti apa jadinya hubungan kita. Itu akan jadi penyakit untuk keluarga kecil kita."
"Iya aku minta maaf, aku akan hapus cinta aku, dan sekarang hanya ada kita." Handa hanya asal bicara karena dia sendiri nggak yakin bisa menhilangkan cintanya untuk Danu apa tidak.
"Syukurlah kalau kamu ada niat seperti itu, tapi buktikan ya kalau di hati kamu hanya ada aku." Suami Handa menatap lekat ke arah Handa.
"Iya, akan aku buktikan semuanya."
__ADS_1