Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
29 kerumah Jio


__ADS_3

Sudah dua minggu aku pacaran sama Jio, tapi aku belum bisa cinta sama Jio. Apa aku akhiri saja semua ini ya, aku ngga mau kalau terlalu jauh malah semakin menyakiti Jio. Tapi bagaimana cara mengakhirinya ya.


Hari ini aku ada janji akan pergi sama Jio. Dia akan menjemput aku jam 10 pagi.


"Be kamu mau pergi?" Tanya Meli.


"Iya, Jio ngajak aku pergi. Gatau kemana." Jawabku.


"Ooh, ciie semakin dekat aja nih sama Jio. Udah cinta nih kayanya." Ucap Meli sambil senyum-senyum.


"Apaan sih, aku malah lagi bingung ini."


"Bingung kenapa?" Tanya Meli.


"Aku kayanya mau mengakhiri hubungan aku sama Jio aja deh, kayanya aku belum bisa move on, dan aku belum bisa cinta sama Jio."


"Ini kan baru dua minggu kan, masih bisa kan belajar lebih cinta sama Jio."


"Tapi aku takut be, takut kalau ga aku kasih tau sekarang nanti dia malah kecewa. Apalagi kalau dia tau dari orang lain."


"Yaudah, tunggu dua minggu lagi kan pas satu bulan tuh, kalau kamu dalam dua minggu ke depan belum bisa cinta sama Jio, kamu akhiri hubungan kamu sama Jio." Usul Meli.


"Mm iya deh, dua minggu lagi keputusan nya ya."


"Iya, semangat ya." Ujar Meli menyemangati aku.


"Iya, kamu nanti mau kemana?" Tanyaku ke Meli.


"Biasa paling juga sama anak-anak, nanti kalau kamu udah pulang nyusul aja."


"Iya, Jio juga bilang perginya cuma sebentar kok, dia mau ada acara sama temennya katanya."


"Yaudah nanti kabar-kabar aja."


"Oke. Yaudah aku mandi dulu ya udah jam sembilan, takut Jio keburu kesini."


"Oke aku juga mau makan dulu, lapar. Sampai ketemu nanti ya be."


"Oke."


Setelah melu pulang, aku segera mandi, dan siap-siap. Tepat pukul 09.30 aku udah selesai, dan siap untuk pergi. Sambil nunggu Jio datang, aku bermain ponsel.


Aku buka aplikasi pesan, ada banyak pesan dari Jio dan kak Danu.


~Tia, hari ini ada acara ngga?~ kak Danu.


~Tia, mau pergi sama aku ngga?~ kak Danu.


~Tia balas dong.~ kak Danu.


~Tia?~ kak Danu.


~Tia, aku mau ngomong.~ kak Danu.


~Tia, boleh aku ke rumahmu?~kak Danu.


Aku masih enggan membalas pesan kak Danu, takut dia berharap lebih. Walaupun masih ada sedikit rasa untuk kak Danu, tapi biarlah aku simpan saja.


~sayang udah siap? Aku udah di jalan mau jemput kamu.~ Jio.


~sudah, aku tunggu.~ balasku.


Setelah Jio datang, aku dan Jio segera berangkat.


"Sebenarnya kita mau kemana?" Tanyaku sama Jio saat di jalan.


"Kita mau kerumahku." Jawab Jio.


"Ngapain kerumah kamu?" Tanyaku bingung.


"Aku mau kenalin kamu sama keluarga aku." Jawab Jio.


"Eh tunggu, aku belum siap. Jangan sekarang ya please." Jawabku khawatir.


Yang benar saja, dia mau kenalin aku sama keluarganya. Aku kan belum cinta sama dia.


"Kenapa?" Tanya Jio


"Ya belum siap aja, aku malu."jawabku.

__ADS_1


"Gapapa, cuma main aja kok."


"Kok kamu ga bilang sih mau ajak aku kerumah kamu." Jawabku sedikit kesal.


"Kan kamu ga nanya." Jawabnya santai.


Aku hanya diam tidak menimpali, aku bingung mau menolak sudah ga ada waktu, tapi aku takut kalau aku tidak menolak nanti Jio berharap lebih. Apa aku bilang aja sekarang ya soal perasaanku.


"Kalau minggu depan aja gimana apa minggu depannya lagi."


"Ga bisa minggu depan katanya mau nonton konser. Sekarang aja gapapa." Ucap Jio.


"Dirumah kamu ada siapa?" Aku bertanya pada Jio.


"Tadi sih ada bapak aku, ibu aku, kakak aku sama temen aku sama pacarnya. Tapi sekarang ga tau."


"Yaudah deh terserah kamu."Jawabku pasrah.


Sampai di rumah Jio, cuma ada kakaknya sama temennya aja. Allhamdulillah bapak ibunya ga ada. Aku langsung menyalami mereka semua.


"Bapak sama ibuk kemana kak?" Tanya Jio pada kakaknya.


"Pergi ke sawah, ini toh pacarnya Jio. Sini duduk." Ucap kakaknya Jio ramah.


Aku hanya tersenyum malu.


"Sayang kenalin ini kakak ku namanya diki, ini temen aku namanya bobi." Kata jio memperkenalkan teman sama kakak nya.


"Iya, aku Tia." Seraya tersenyum sama bobi dan kak Diki.


"Pacar kamu kemana bob." Tanya Jio pada bobi, temannya.


"Udah aku anterin pulang." Jawab bobi.


"Kok dianterin pulang, harusnya nanti aja pulangnya nemenin Tia disini dulu." Kata Jio.


"Tadi ada urusan dirumah katanya." Ujar bobi.


"Ooh, yaudah sayang duduk dulu. Aku bikin minum buat kamu dulu ya." Kata Jio.


"Iya, eh gausah bikin minum." Kata aku.


"Eh takut ngrepotin kak." Jawabku.


"Ngga ngrepotin kok, ini sambil nunggu minumnya dimakan dulu cemilannya." Kata kak diki.


"Iya makasih kak."


"Iya sama-sama. Pacaran sama Jio udah lama?" Tanya kak diki.


"Mm baru dua mingguan kak." Kataku.


"Pacaran baru dua minggu, tapi Jio ngincarnya udah lama looh." Celetuk bobi seraya tertawa.


Aku hanya tersenyum gatau mau menimpali apa.


"Apa iya? Kok aku ga tau." Kata kak diki.


"Iya kak, kan sebelum Jio keluar kota udah deket sama Tia ini. Iya kan Tia?" Ujar bobi.


"Eh eng-enggak kak, dulu cuma kenal aja kok." Jawabku gugup.


"Lagi pada ngomongin apa? Nih sayang minumnya." Ucap Jio sambil menyodorkan minuman untuk ku.


"Enggak, kamu pinter banget nyari pacar Jio." Ucap kak diki.


"Lah aku kan emang pinter." Ucap jio kemudian tertawa.


Untung ga ada bapak sama ibunya Jio. Kalau ada bisa mati kutu aku.


#


Sepulang dari rumah Jio aku minta diantar kehutan pinus tempat aku janjian sama Meli dan teman-teman.


"Sayang mau langsung pulang?" Tanya Jio di jalan.


"Emm aku boleh minta antar ke hutan pinus nggak? Meli ada di sana." Kataku.


"Oh iya, tapi aku langsung pulang ya aku ada urusan."

__ADS_1


"Iya, aku ditinggal disitu aja."


"Tapi nanti pulangnya gimana?" Tanya Jio.


"Gampang, kan ada temen-temen."


"Yaudah aku antar ya."


"Iya."


Sampai di hutan pinus ada banyak banget yang kumpul disini. Yang ga biasa kumpul yang aku jarang lihat juga pada ada disini.


"Tia duduk sini." Panggil Meli.


"Tumben banyak orang gini, lagi ada acara toh?" Tanyaku seraya duduk di samping Meli.


"Enggak kok, cuma kumpul biasa ga ada acara. Eh Jio kok ga ikut duduk." Ucap kak Mario.


"Eh ini cuma nganter Tia aja, mau langsung pergi mau ada acara." Jawab Jio.


"Oh." Jawab Mario.


"Yaudah aku langsung pergi dulu ya sayang." Bisik Jio.


"Iya hati-hati dijalan." Kata aku.


"Iya."


Aku menatap kepergian Jio sampai dia tak terlihat lagi. Aku gagal bicara jujur sama dia hari ini.


"Heh Tia melamun aja, ga rela Jio pergi toh." ucap Meli langsung tertawa.


"Ih enggak apaan sih kamu."


"Hehe gimana udah bilang sama Jio? Tapi kalau dari raut muka jio kayanya kamu belum bilang ya. Terus tadi kamu diajak kemana?" Ucap Meli berbisik karena masih banyak yang belum tau soal hubungan aku dengan Jio


"Eh kalau nanya itu satu-satu." Ucapku.


"Hehe iya iya maaf."


"Aku belum bilang sama Jio. Kan tai kamu sendiri yang nyaranin buat bilangnya dua minggu lagi." Jawabku.


"Eh iya aku lupa. Terus tadi kamu kemana sama dia." Tanya Meli lagi.


"Tadi Jio ngajak aku kerumahnya." Jawabku.


"Apa? Kerumahnya? Berarti dia udah mau ngajak kamu serius dong." Jawab Meli.


"Ya ngga tau."


"Gawat tia kalau bener dia ngajak kamu serius. Harusnya tadi kamu bilang aja yang sebenarnya sebelum dia ngajak kerumahnya."


"Aku tadi juga sempat mikir kaya gitu, tapi aku bingung kata-katanya mau gimana."


"Ih kamu ini. Yaudah berdoa uang terbaik aja."


"Iya."


"Kalian ngomongin apa sih, dari tadi bisik-bisik." Ucap kak Damri.


"Rahasia perempuan dong." Jawab Meli.


" Yee rahasia-rahasia segala kaya lagunya bang ari lasso" Ucapnya dengan tergelak.


Aku tersenyum dan melihat satu per satu semua orang yang ada disini. Ngga sengaja pandangan aku dan kak Danu bertemu. Hati aku deg-degan. Darahku mengalir cepat. Aku langsung mengalihkan pandangan.


Sepertinya dari tadi aku datang kak Danu selalu memperhatikan aku. Tapi kayanya dia belum tau kalau aku ada hubungan sama Jio.


"Biarin dong, bang ari kan abang aku." Ucap Meli.


"Yee ngimpi, nih minum." Ledek kak Damri, dia menyodorkan miras (minuman keras).


"Ogah minum aja sendiri, emang aku cewek apaan minum kaya gitu wekk." Ucap Meli menjulurkan lidahnya.


Semua orang yang ada disini ikut tertawa. Mereka semua orangnya asik, humoris.


Eh aku belum cerita soal ini, teman-teman aku terbilang anak-anak nakal. Mereka setiap minggu selalu kumpul dan minum minuman keras, dan masih banyak lagi hal buruk yang mereka lakukan, tapi mereka hanya sekedar minum mereka tidak pernah berbuat anarki atau merugikan orang lain.


Tapi aku, Meli, dan Tini tidak pernah minum sama sekali. Kami bertiga hanya nyaman saja kumpul dengan mereka. Mereka juga menjaga kami bertiga. Mereka tidak pernah memperbolehkan kita bertiga ikut minum, sekalipun hanya mencoba.

__ADS_1


__ADS_2