
Alika dan Ana telah sampai di paviliun Ibu suri, dan menunggu untuk di persilakan masuk.
Tidak lama kemudian setelah seseorang yang menyampaikan kedatangan Alika, Alika pun di persilahkan masuk ke ruangan untuk menemui Ibu suri, namun Alika hanya masuj sendiri dan Ana menunggu nya di luar.
Saat Alika masuk, ia melihat seorang wanita paruh baya sedang duduk mengahadap jendela dengan wajah yang sedikit pucat, namun menurut nya masih terlihat cantik.
Alika mencoba ramah dan tersenyum pada wanita paruh baya tersebut, yang ia kira, dia lah ibu suri itu.
Wanita paruh baya itu heran meluhat Alika yang hanya tersenyum padanya, dan ia pun heran dengan Alika yang tidak mengucapakan salam dan hormat seperti lainnya dan lebih heran lagi dengan pakaian yang di gunakan Alika.
'apakah benar jika di berasal dari dimensi yang berbeda'
''kau Alika '' tanya ibu suri
''ya '' jawab Alika singkat dan ikuti dengan angukkan kepalanya.
Ibu suri tersentak mendengar jawaban Alika, sedetik kemudian, ia menetralkan kembali ekspresinya, dia tidak menyangka jika wanita di depannya akan beraku seperti ini pada nya.
''duduklah '' perintahnya pada Alika.
Alika pun duduk berhadapan dengan ibu suri, tanpa sepatah kata lagi yang keluar dari Alika.
''kau tau kehidupan istana itu berbeda, banyak hal yang seharusnya kau pelajari tentang tatakrama jika berada disini bahkan untuk tinggal di istana '' ibu suri berbicara seperti itu karna sedikit tidak menyukai dengan sikap yang di berikan Alika dan ibu suri akan berusaha untuk merubah Alika menjadi soerang yang punya tatakrama di kerajaan, jika memang benar anaknya menginginkan Alika menjadi permainsurinya.
Ibu suri ia mengatakan langsung pada Alika tentang apa yang seharusnya Alika lakukan, saat Alika datang dan mengatakan sesuatu ketika masuk menemuinya.
''masudmu aku harus menghormatimu atau tunduk padamu, aku memang menghomartimu sebagai orang tua, namun caraku berbeda, aku menghormatimu, namun tidak seharusnya aku tunduk ataupun bersujud padamu" jelas Alika pada ibu suri.
__ADS_1
Ibu suri terdiam dia memang berbeda pikirnya.
''baiklah terserah padamu, tapi kau tau, segala perbutanmu akan ada hukum yang berlaku, kau tinggal di istana berarti kau harus mengikuti apapun peraturan yang berada di istana ini bukan'' kekeuh ibu suri untuk merubah Alika menjadi soeorang putri di kerajaan pada umumnya, namun Alika dia wanita yang sedikit bar - bar dan tidak menyukai aturan, dia akan bergerak atas kemauan nya sendiri, tapi walaupuan begitu Alika tau mana yang baik dan mana yang buruk.
Alika memutar bola matanya malas ''maka aku akan pergi dari sini, lagi pula aku berada disini karna Raja Erland yang mengundangku, dan dia tau jika aku tak suka di atur, dan lagi aku memang tidak bernitat untuk tinggal disini '' sarkas Alika.
Lagi, Alika membuat ibu suri tercekat dia menyebut Raja Erland tanpa embel - embel yang mulia.
"lalu kau mengundang ku kemari untuk apa, apa untuk memperingatkanku sekaligus mengusirku dari sini, maka aku akan segera pergi dari sini '' lanjut Alika kembali.
Ibu suri terdiam, ia benar - benar tidak mengerti dengan sikap Alika, dia tidak menyukai wanita seperti ini, ibu suri heran dengan Raja Erland yang meyukai wanita seperti Alika yang tidak punya tatakrama dan sopan santun layaknya seorang putri.
Disisi lain dia senang karna anaknya menyukai wanita, namun haruskah seperti ini tidak punya sopan santun dan tatakrama yang biasa di lakukan para putri lainnya, Alika dia memang wanita yang berbeda akan sangat sulit untuk merubahnya.
''Raja Erland mengatakan padaku, jika kau bukan berasal dari sini ?'' Alika mengangguk.
Alika menhela nafas, ternyata ibu suri ini penasaran akan dirinya '' aku hidup di zaman yang semua serba canggih, semua orang sederajat tidak ada kasta yang membedakan, mungkin ada beberapa dari mereka, mereka termasuk orang - orang yang sombong, aku pribadi tidak pernah membeda - bedakan kasta aku senang berbaur dengan siapapun, dan aku bekerja sebagai agen rahasia di kepolisian militer untuk memberantas musuh - musuh negara '' jelas Alika panjanh lebar.
''tidak ada kerajaan ?'' heran ibu suri.
Alika menggeleng ''negara di pimpim oleh presiden dengan sistim demokrasi yang melalui pemilihan secara serentak oleh rakyatnya ''
lbu suri mengangguk mengerti dan dari sikap Alika berarti memang dia sudah wataknya seperti itu yang akan sangat sulit untuk merubahnya.
''kau menyukai raja Erland '' tanya ibu suri kembali.
''tidak '' tegas Alika.
__ADS_1
Ibu suri tersenyum wanita ini sungguh berbeda di saat semua wanita berlomba mengambil hatinya dan berlomba untuk mendapatkan Raja Erland namun dia dengan tegas mengatakan jika dia tidak menyukai raja Erland.
''mengapa ? bukankah dia tampan ?'' ucap ibu suri kembali.
''tidak ada alasan untuk itu dan dia memang pria yang tampan '' sebenarnya Alikapun sedikit mengagumi Raja Erland, siapa wanita yang tidak menyukai pria tampan pikirnya semua wanita pasti suka bukan, namun hanya sekedar suka dan kagum tidak lebih.
''kau tidak tertarik menjadi Ratu disini ? kau tau banyak wanita yang berebut mendapatkan posisi itu ?'' tanya kembali ibu suri mencoba membujuk Alika.
Ya, aku tau dan untuk itu aku sudah mendapakan seoranh musuh yang membenciku.
Alika mendengus kesal ''itu mereka dan bukan aku, aku sama sekali tidak tertarik dengan tahta ''
''bagaimana jika Raja Erland menyukaimu dan menginginkanmu ? apa kau mau bersama dengannya, kau tau titah seorang Raja tidak bisa dibantah ?'' tanya ibu suri.
Lagi Alika mengehela nafasnya, dia jengah dengan kehidupan kerajaan.
"aku tidak bisa melarang siapapun untuk menyukaiku itu perasaan mereka aku tidak peduli, dan jika dia menginginkanku, maka dia harus berusaha untuk mendapatkan hatiku, aku tidak suka di paksa dan jika dia ingin menghukumku atau menghukum mati karna membantahnya, diriku tidak masalah aku tidak takut dengan nya, ataupun kematian, kau tau aku lebih baik mati dari pada di paksa sesuatu hal yang sangat tidak aku sukai , itu akan sangat menyiksa diri ku '' ucap Alika panjang lebar.
Ibu suri benar - benar tidak mnmenyangka anak nya di tolak begitu saja ulin seorang wanita, namun ibu suri pun tidak percaya begitu saja dengan ucapan yang keluar dari mulut Alika, dia berpikir mungkin itu adalah satu trik untuk mendapakan Raja Erland.
Alika melihat ibu suri yang terdiam kembali berkata.
"mohon maaf jika tidak da lagi yag di bahas boleh kah aku pergi dari sini"
Ibu suri memandang Alika "apa kau benar - benar tidak mengerti sopan santun"
"aku sudah sangat sopan padamu, jangan sama kan aku dengan cara orang - orang di zaman ini, jika kau keberatan aku sudah katakan bukan akan segera pergi dari sini, baiklah jika begitu aku permisi" ucap Alika.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...