
Tuan Jaxton mentapa para pejabat kerajaan dengan mata yang tajam, sedangkan Clarissa menatap ayah nya seolah memohon untuk tidak menjawab pertanyaan dan memberikan jawaban yang mereka ingin kan.
"apa kalia tidak menyadari jika kita telah terkurung disini, Raja Basil dia adalah yang buruk bahkan dia lebih memilih seorang penjhat dari pada kita semua" Tuan Jaxton yang masih saja berusaha untuk membuat Raja Basil terlihat buruk.
Tuan Jaxton yang tidak bisa turun langsung ikut dalam peperangan untuk ikut meyerang Raja Basil, karna terkurung oleh sebuah aray maka saat inilah caranya untuk membuat Raja Basi terlihat buruk di mata semua nya, agar mereka para rakyat dan pejabat mengingikan Raja Basil untuk turun tahta.
Sementara di tempat Raja Basil dan Putrq Mahkota Alderald mereka tengh duduk di sebuah kursi dengan terhalang meja yang kotak dan panjang, duduk berhadapan dan mata yang saling menatap nya tajam
"dimana wanita itu"
"maksudmu Alika, dia akan segeran kemari, Putra Mahkota apa kau yakin ingin berperang dengan kami disini"
"cih, apa ini waktunya untuk negosiasi"
Raja Basil hanya mengedikan bahu nya acuh.
Mereka berada di dalam ruang berdua da tidak da sesiapapun untuk masuk.
Alika yang berjalan bersama Ana dan Roger telah hampir sampai ke tempat dimana ada nya Raja Basil dan Putra Mahkota Alderald berada.
"Roger, Ana kalian cukup mengantarku sampai disini, kalian pergilah menemui Alex dan Vania dan pergilah ke perbatasan untuk membatu pasukan kerajaan phonix.
" baik Queen" ucap mereka berasamaan.
Ana yang selama ia berada di istana phonis selalh menyempatkan diri berlatih dan di bntu oleh Alex yang kebetulan melihat Ana sedang berlatih dan ia bersyukur dan sangat senang karna akhirnya ia bisa menggunkan sihir dan teleportasi karna di bantu dengan air surgawi yang Queen Alika telah berikan pada nya saat itu.
Roger dan Ana pun menghilang dari hadapan Queen Alika.
Sedang kan Alika ia pun menghilang dan muncuk di hadapan Raja Basil dan Putra Mahkota Alderald.
"aku hanya ingin kepala wanita itu aku hadiahkan pada Pangeran ketiga"
__ADS_1
" kau ingin kepalaku"
Putra Mahkota tersentak dan terkejit dengan kedatangan Alika secara tiba - tiba, namun ia kemudian menetralkan kembalk ekspresinya.
Sedangkam Raja Basil dia biasa saja dan ia malah tersenyum dengan kedatangan Alika dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya.
Saat Alika akan berjalan dan duduk di samping Raja Basil ia berhenti karn Putra Mahkota Alderald ia mengeluarkan pedangnga dan menodongkan ke arah Alika denga amarah yang terlihat jelas di wajah Putra Mahkota Alderald.
Alika yang di todong sebuah pedang yang sangat tajam pun menyunggingkan senyumannya ke arah Putra Mahkota.
Raja Basil, ia melihat itu sangat lah tenang dan malah menyayangkan aksi terburu - buru dari Putra Mahkota Alderald.
"kau adalah wanita yang sangat tidak tau diri, aku dan pangeran ketiga telah menawarkanmu sebuah posisi yang sangat menguntungkan, namun kau malah menginginkan sebuah perang, dan bahkan kau memanfaatkan kekuatan kerajaan phonix untuk bisa berlindung"
Putra Mahkota mengatakan apa yang sejak lama ia ingin katakan pada Alika, dan ia kesal karna menurut nya Alika hanya wanita yang sangat tidak tau malu karna hanya mengingikan sebuah kekuatan dan kekuasaan yang lebih besar dari kerajaan matahari, setelah iaendengar jika Alika akan di jadikan Ratu di kerajaan Phonix.
Dia tidak mempercayai tentang gosip yang telah menyebar jika Alika adalah seorang Ratu di kerajaan Cahaya.
"Raja, aku sangat lah menghormatimu, namun jika anda masih ingin melindunginya maka peperangan ini akan terjadi dan bahkan kerajaan lainnya telah bergerak untuk menyerang mu" ucap Putra Mahkota tersenyum remeh pada Raja Basil.
"perang, satu kerajaan lain"
"benar, maka lebih baik kau serahkan wanita itu dan aku dan pasukan ku akan kembali ke benua timur"
Raja Basil tersenyum "Putra Mahkota Aledrald, kau tau aku tidak melindungi Alika"
Putra Mahkota mendengar itu tersenyum dan saat ia ingin mengatakam sesuatu Raja Basil kembali melanjutkan perkataan nya yang belum seleasai.
"karna Alika dia wanita yang tidak memerlukan perlindunganku meakibia harus sendiri melawan mu dan pasukanmu kau akan tetap kalah di tangan nya, ku rasa kau juga tahu bagai mana kekuatannya" selesai berkata seperti itu Raja Basil pum tersenyum dan menghampiri Alika.
"ash ya dan kau pun meski tahu jika perang ada atau tidak adanya dirimu dan pasukan mu kerajaan phonix aka tetap berperang, dan mungkin Alika dan kerajaan cahaya nya yang akan menyerang kerajaan Matahari jika kau terus - menerus mengusik nya, aku benar bukan Alika"
__ADS_1
Putra Mahkota Alderald terdiam dengan emosi nya yang tertahankan ia menggertakkan giginya dengan tangan yang terkepal, secara tidak langsung Raja Basil telah meremehkannya.
"cih, kerajaan cahaya ha ha ha ha kalian benar - benar memuakkan, baiklah jika seperti itu aku akan pastikan jika kerajaan phonix akan hancur hari ini karna kau tetap ingin melindungi wanita ****** sepertinya"
Setelah mengatakan tanpa menunghu jawaban dari Raja Basil ia pum keluar dengan tergesa dan pergi untuk bergabung dengan pasukannya.
"kau tidak memberikanku waktu untuk berbicara Raja"
Raja Basil tersenyum "aku tidak suka kau berbicara dengam pria lain"
Alika mendelikkan matanya malas.
"kau lihat semua orang tidak mepercayai jika kerajaan cahaya telah kembali, untuk itulah aku sangat malas untuk mengungkapakan nya sekarang"
"kau tidak perlu memikirkan mereka, toh mereka pun akan segeram mengetahuinya tidak lama lagi dan aku pastikan mereka lebih baik mati karna telah mengihan mu dan tidk percaya padamu, jika kau adalah seorang Ratu dari kerajaan Cahaya yang saat dilu mereka sangat hormati"
Mendengar itu Alika hanya mengedikkan bahunya.
"entahlah, lalh saat ini apa kita akan benar - benar berperang"
Raja Basil mengangguk
"maaf karna kedatangan ku, kau dan pasukanmu akan berperang dengan kerajaan matahari, dan kau telah membelaku meski kai tahu jika resiko nya mereka akan membencimu"
Raja Basil menggelengkan kepalanya "aku pernah mengatakan jika itu menyangkut dirimj maka aku akan masuk kedalamnya meaki kau tidak mengizinkan tapi aku akan memaksa, dan lagi pula perang memang akan terjadi, kerajaan Voresham mereka memang telah merencanakan hal ini bersama pria tua yang menyebalkan itu"
Alika mengangguk dan tersenyum " baiklah dan lagi ini adalah hal pertama ku dalam berperang, ah apa kah aku akan kembalj membunuh orang - orang"
Raja Basil tersenyum "kau bisa membunuh mereka atau pun tidak, semua tergantung pada mu"
Alika pun megangguk.
__ADS_1