Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 78


__ADS_3

Roger dan Ana menunggu Alex dan Vania, mereka menyaksikan bagaimana Alex dan Vania memperlakukan Tuan Jaxton dan Clarissa pun hanya tersenyum, mereka menyayangkan jika mereka tidak bisa menghukum nya, karna Queen mereka sudah memperingatkan mereka agar tidak melakukan apapun terhadap tuan Jaxton dan Clarissa dan membiarkan Raja Basil yang menghukumnya.


Kini mereka berempat telah berkumpul dan dengan segera mereka menuju ke perbatasan.


Di tempat dimana kerajaan Voresham berada, Raja dan Putra Mahkotanya telah mendengar kabar jika Tuan Jaxton telah tertangkap.


Mereka berkumpul di sebuah tenda yang tidak jauh dengan pasukan yang siap menyerang kerajaan Phonix, mereka hanya tinggal menunggu aba aba dari atasan mereka.


Sang Raja pun tersenyum " jadi dia terperangkap karna kebodohannya sendiri, hahaha biarkan saja kita tidak membutuhkannya lagi''


"cik, pria tua itu sungguh percaya diri sekali jika dia yang akan memiliki tahta di kerajaan phonix" ucap Putra Mahkota.


Sang Raja tersenyum miring "dan dia adalah orang terbodoh karna telah mudah di perdaya oleh kita, baiklah lupakan pria bodoh itu kita lagsung saja bergerak untuk menyerang kerajaan phonix"


Semua yang ada disana mereka adalah orang - orang terpengaruh di dalam kerajaan Voresham, mereka pun bergera sampai di depan pasukannya.


Pasukan kerajaan Voresham membukakan jalan untuk Raja, Putra Mahkota dan yang lainnya.


Sementara di pasukan kerajaan matahari Putra Mahkota Alderald telah bersama pasukannya untuk menyerang kerajaan phonix dan terutama Alika.


"aku ingin kepala wanita itu, kita pasti bisa megalahkan nya" ucap lantang Putra Mahkota yang lalu melirik ke arah pasukan kerajaan Voresham dan tersenyum miring.


"kita hanya fokus pada Alika wanita jalan itu, jika ada yang menghalangi untuk membawa kepala Alika singkirkan dan bunuh" ucao kembali putra mahkota, jika ia secara tidak langsung menyatakan jika ada pasukan kerajaan Voresham mengganggu mereka mendapatkan Alika maka mereka pun akan terbunuh.


Pasukan kerajaan Voresham yang mendengar itu tidak perduli karna tujuan mereka lebih besar dari apa yang menjadi tujuan kerajaan Matahari.


"ternyata mereka mengirim begitu banyak pasukan, Raja apa kau hanya megirim pasukan mu sedikit" ucap Alika pada Raja Basil.


Bagaimana tidak pasukan kerajaan Phonix kurang dari setengah dari 2 pasukan kerajaan di hadapan mereka.

__ADS_1


Raja Basil tersenyum " malah aku berpikir jika aku tidak memerlukan mereka semua"


Alika mendelikkan mata nya malas " Raja seprtinya kau selalu meremehkan ke adaan"


"tidak, tapi itu benar dengan kekuatan yang kau punya dan milikku itu sudah lebih dari cukup"


Alika terdiam, memang benar apa yang di katakan oleh Raja Basil dengan sdu senjata yang dia miliki itu sudah bisa membunuh setengah pasukan dari mereka.


Alex, Roger, Vania dan Ana sudah berada di belakang Alika dan Raja Basil, mereka masih berada cukup jauh dari pasukannya.


Terlihat dari kejauhan kedua pasukan sudah mulai maju menyerang pasukan kerajaan phonix, panah dari dua kubu mulai berterbangan bagai hujan panah yang menancap apapun.


Putra Mahkota Alderald tersenyum miring melihat pasukan kerajaan phonix yang hanya sedikit, begitu pun dengan pasukan kerajaan Voresham.


"cih apa mereka meremehkan kekuartan kita, atau apa mereka tidak tau jika mereka di serang oleh dua kerajaan" ucap Putra Mahkota Aziel.


Sang Raja terdiam ia berpikir jika Raja Basil bukanlah orang bodoh yang hanya mengirim setengah dari pasukan mereka.


Mereka sang Raja Putra Mahkota dan Jendral tertinggal di belakang masih meperhatikan pasukannya yang sudah lebih dulh maju untuk menyerang pasukan kerajaan Phonix.


"aku akan melawan pasukan kerajaan matahari" ucap Alika yang lalu menghilang dari hadapan Raja Basil di ikuti oleh Alex dan yang lainya.


Raja Basil pun setelah melihat Alika yang mulai maju, ikut menghilang dan muncul di depan pasukanya.


Raja Voresham tersenyum sinis ke arah Raja Basil.


"kau telah membunuh pamam ku bahkan kau mengambil alih kerajaan nya maka ini lah balasannku, aku akan membalaskan dendam paman ku untuk mnghabismu"


Raja dia tidak ingin membalas ucapan Raja Voresham, da mata nya ia fokuskan pada pasukan yang da di belakangnya, dan tanpa semua sadari Raja Basil mulaibmengeluarkan kekuatannta, ia lalu tersenyum pda Raja kerajaan Voresham.

__ADS_1


"Raja Qamar, kau telah salah dalam mengambil keputusan untuk membalskan dendamnya, kau tau aku membunuh paman mu karna mereka yang lebih dulu mengusik ku bahka membunuh ibu ku, hah sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya karna itu membuatku kembali mengiblngat ibu ku,


Qamar, aku tidak ingin berlama - lama, aku beri kalian pilihan mundur dan kembali kekerajaan, atau mati"


"cih, omong kosong aku tidak akan mundur sebelum aku bisa memenggal kepalamu" setelah mengatakan itu Raja Qamar mulai bergerak maju berlati bersama yang lainnya dengan pedang yang siap menyerag siapa saja yang mengahalanginya.


Raja Qamar menyerang dengan pedang nya langsung mengrah ke Raja Basil, dan dengan mudah Raja Basil menangkisnya.


Tatapan mereka bertemu dengan mata yang sama - sama tajam nya.


Raja Qamar mundur dan kembali bersiap bersama pedang nya dan sihirnya untuk menyrang Raja Basil, Raja Basil iasih terlihat santai ia memegam sebuah pedang warna hitam di sebelah tangan kanan nya dan tangan kirinya ia mengeluarkan energi dengan mengumpulkan di telapa tangannya, dan ia arahkan ke seluruh pasukan musuh nya.


Mereka para musuh yang terkena sihir dari energi Raja Basil terduduk lemah tidak berdaya, bersamaan dengan mereka para jendral,panglima dan Putra Mahkota Aziel.


Raja Qamar melihat itu semakin marah "apa yang kau lakukan pada mereka hah" dia kemdian berlari kemabali menyerang Raja Basil.


"kau pengecut Raja" ucap Raja Qamar sambil terusenyerag dengan pedang nya dan Raja Basil yang terus menerus menangkisnya.


"pengecut" ucap Raja Basil tersenyum kecut.


"bukankah lebih baik kau mengtakan jika aku baik hati karna aku tidak membunuh mereka" ucap kembali Raja Basil.


Pasukan kerajaan Voresham yang terduduknlemah dan pasukan kerajaan Phonix berdiri deng senyuman kemenangan dengan pedang yang siap menusuk ke jantung jika mereka bangkit kembali.


Raja Qamar semakin marah "kau membuat mereka lelah karna tidak berani melawannya bukan cih inikah Raja terkuat"


"aku memang tidak ingein melawan mereka namun bukan berarti aku seorang yang pengecut aku sudah mengatakan bukan jika aku tidak ingin berlama - lama"


Setelah mengatakan itu Raja Basil langsung menyerang titik vital Raja Qamar dan ia mematung seketika, Pedang di leher Raja Qamar dan Raja Qamar yang menatap nya tajam.

__ADS_1


"kau tahu kau bodoh memanfaatkan orang yang tidak pintar memanafaat kan situasi di istana padahal aku sudah memberikan sedikit kebebasan untuk nya"


__ADS_2