Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 63


__ADS_3

"apa kau tidak terlalu keras pada nya"


"tidak, karna itu adalah hal memang harus aku lakukan sejak dulu, sudah cukup untuk ku bersabar selama ini"


Alika mengangguk " aku kira perang bukan akan terjadi pada kerajaan ku tapi mungkin pada kerajaanmu" ucap Alika lirih karna tidak ingin terdengar orang lain yang menurutnya sangat sensitif.


"kau mengetahui sesuatu?" balas Raja Basil dengan kedua dahinya mengkerut.


"dan aku tidak yakin jika kau tidak mungkin tidak mengetahui rencana mereka"


Raja Basil tersenyum dia senang karna Alika ternyata telah sedikit demi sedikit mengetahui kebiasaannya dan juga keahliannya.


"aku semakin mengagumimu'' ucap nya tersenyum pada Alika yag membuat Alika menatap Raja Basil dengam wajah datarnya seolah ia tidak terpengaruh dengan perkataan Raja Basil.


Raja Basil melihat ekspresi Alika kembali tersenyum ''baiklah cepat habiskan makannan mu aku sudah mulai tidak nyamam berada disini"


"apa karna mereka telah mengetahui jika ada seorang Raja disini"


"haruskan di jelaskan" Jawab Raja Basil yang sedikit kesal karna mengingat kembali kelakuan Clarissa


Alika terkekeh melihat ekspresi kesal Raja Basil.


...----------------...


Alika dan Raja Basil kini kembali mendatangi tempat di mana yang akan di jadikannya Fetival lampion, mereka duduk di atas rumput dan pandangannya mengarah ke danau.


''sebentar lagi makan malam bukankaj seharusnya kita kembali''


''apa kau lapar''


''tidak, aku masih merasa kenyang, bukankah kau biasa makan di istana"

__ADS_1


''ya, namun kali ini aku sudah makan dengan mu tadi dan lagi akh sangat malas kemabali ke istana dan bertemu dengan dua orang wanita menyebalkan''


Alika tertawa ''mungkin itu derita seorang pria tampan yang di kagumi banyak wanita bahkan banyak juga di antara mereka yang terobsesi denganmu'' Alika tidak sadar jika dirinya secara tidak langsung telah memuji Raja Basil hingga membuat Raja Basil tersenyum senang.


''kau mengatakan jika ku tampan, ah aku senang sekali kau memujiku'' jawabnya dengan wajah uang terlihat berbinar menatap wajah cantik Alika.


''cik, aku tidak salah jika mengatakan kau tampan, kau kan seorang pria, dan berhentilah menatap ku seperti itu, apa ka tidak malu di lihat oleh prajurit mu" jawab Alika datar.


''tidak, justru ibu bagus agar mereka tahu siapa yang sebenarnya akan menjadi seorng ratu kerajaan phonix ini''


''siapa, Ageline kah atau Clarisa'' jawab Alika sambil tersenyum jail pada raja Basil.


''cik, kaj menganggu suasana hati ku yang sedang senang menjadi kesal mendengar dua nama wanita yang menyebalkan''


Alika tertawa '' ahaha kau seorang Raja, namun kau lemah menghadapi wanita''


''aku tidak lemah, namun sebisa mungkin aku akan menghindarinya, karna aku pun tidak ingin menyerang atau memukul seorang wanita hanya karna hal seperti ini''


''ya dan aku sudah melakukannya pada Clariasa tadi''


''benar, lalu untuk nya, apa kau sudah punya rencana''?


''tidak ada rencana, aku hanya akan mengikuti alurnya saja''


Hari semakin gelap mereka terus mengibrok dan bercanda di temoat tersebut, tanpa sadar mereka pun semakin dekat, Raja Basil benar - benar memanfaatkan ke adaan ini agar bisa lenbih dekat dengan Alika, seseorang yang telah ia pilih menjadi Ratunya.


Sedangkan di istana mereka yang biasa makan bersama rajanya tidak ada yang pergi temoat perjamuan makan, mereka makan di tempat masing - masing, karna telah di beritahu jika yang mulia Raja Basil tidak pulang dan makan di istana oleh seorang pengawal yang telah di beri perintah oleh Raja Basil.


Istana pun Ramai karna tidak biasanya Rajanya seperti ini, kecuali jika Raja yang memang sedang berada jauh dari istana.


Apa karna wanita itu, pikir mereka, mereka para pejabat istana pun mulai beropini, apakah pantas wanita itu di jadikan Ratu di kerajaan, yang mereka ketahui identitas Alika yang hanyalah seorang petualang, karna pakaian yang di kenakan oleh Alika dan teman - teman nya, Clarisa dan ayah nya yang mendengar hal ini pun memanfaat kan ke adaan untuk menjadikan Clarisa sebagai Ratu di istana karna mereka yang telah mendengar rumor Clarisa yang akan di jadikan Ratu sebelumnya dan karna kedatangan wanita itu Raja tidak jadi menjadikan Clarisa Ratu, meski wanita itu sangat lah cantik namun karna latar belakangnya mereka berpikir jika Alika hanya pantas di jadikan nya selir, dan jika Raja Basil menolak, mereka para pejabat di hasut untuk memberontak bersama dengannya, karna Raja yang lebih memilih Rakyat jelata untuk di jadikan nya Ratu hal yang sangat mereka para pejabat tentang.

__ADS_1


Clarisa tersenyum bersama ayahnya karna memiliki dukungan yang kuat dari mereka para pejabat dan mentri di istana.


Alex yang mendengar perdebatan para pejabat pun hanya tersenyum menanggapi perdebatan mereka.


''cik, apa jadiny jika mereka tahu jika wanita yang mereka sebut adalah seorang Rakyat ternya statusnga lebih tinggi dari mereka'' kata Vania.


''mungkin mereka akan muntah darah'' jawab asal Roger yang membuat yang lainnya tertawa.


''apa kaliam setuju jika Queen beraama dengam yang mulia Raja Basil" tanya Ana.


''entahlah, jika Raja Basil memang bisa membahagiakan Queen kenapa tidak dan lagi yang lebih penting untuk di tidak dia mengangkat selir satu pun, aku tidak rela jika Queen di duakan atau pun tiga dan seterusnya'' jawab Vania.


Alex mengangguk setuju ''Queen sangat tidak suka dengan pria yang memilki banyak istri dan itu pun telah menjadi peraturan pertama yang mutlak dan tidak bisa di ubah lagi, untuk kerajaan cahaya pada siapapun pria entah itu pejabat, bangsawan atau pun rakyat biasa''


Ana mengangguk mengingat perkataan Alkka saat itu.


''baiklah mungkin jika Raja Basil bisa jadi pria yang bersama Queen, dan berjanji untuk tidak memiliki selir aku akan mendukungnya, karna jujur tidak ada lagi pria yang cocok bersama Queen lagi melihat kekuatannya yang sama besar nya dengan Queen yang mungkin hanya dia yang bisa melindungi Queen di kemudian hari'' kata Roger.


Allex dan yang lainya setuju dengan ucapan Roger, mereka berharap yang terbaik untuk Queenya.


''untuk saat ini mungkin kepulangan untuk kembali ke kerajaan cahaya akan sedikiy terlambat'' kata Alex.


''benar, ah apa kita akan berolah raga sudah lama otot ku tidak ku gunakan'' jawab Vania


'' cik, tpi aku harap itu tidak akan terjadi, ku harap Raja Basil bisa lebih dulu tegas pada mereka'' lanjut Roger.


''benar, perang bukan jalan yang baik semoga'' jawab Ana.


Mereka pun terdiam dengan pikirannya masing - masing.


Sedagkan di kediaman kerajaan Dominik Putri Angeline mendengar tentang perdebatan oara pejabat, dan memilih seorang putri dari seorang pejabat yang akan di jadikan nya Ratu pun kemabali memanas.

__ADS_1


''tidak, hanya aku yang pantas bersanding dengan Raja Basil, aku adalah seorang putri dan dia, cik dia hanya seorang anak pejabat'' Putri Angeline yang mendengar berita ini dari seorang dayang nya yang selalu melayani putri Angeline.


__ADS_2