Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 68


__ADS_3

Lapang yang luas dan danau dihadapannya kini di padati orang - orang, terlihat semua orang sangat antusias dalam mengahadiri festival lampion ini.


Semua menunggu dengan sabar hingga hari benar - benat gelap dan akan di terangi oleh lampion - lampion yang telah terpasang di setiap sudut.


Alika bersama teman - temannya telah sampai saat hari telah gelap, dan mereka pun di arah kan oleh salah satu pelayan yang bertugas untuk menunjukkan tempat untuk Alika dan teman - temannya duduk.


Saat Alika sampai terlihat semua orang menatapnya, ada yang menatap nya kagum dan banyak pula yang menatap nya sinis.


Mereka berbisik - bisik membicarakan Alika wanita petualang yang telah berani merebut dari nona Clarissa.


Kerajaan Dominik yang telah tiba lebih dulu tersenyum pada Alika dan teman - temannya, mereka yang duduk berdekatan.


''aku lebih suka duduk di atas rumput atau berjalan - jalan seperti mereka '' ucap Alika sambil menatap semua orang yang senang berjalan ke sana kemari melihat ke indahan tempat yang telah di hiasai oleh lampu lampion di setiap tempat.


Teman - temannya pun tersenyum menanggapi apa yang di ucapkan Queennya.


''bersabarlah, karna setelah acara di mulai kita bisa berkeliling tempat ini, Queen kau mau menaiki perahu itu bukan'' tanya Ana.


''iya kita akan menaiki nya seprti nya menyenangkan, menerbangkan lampion di atas perahu'' jawab Alika dengan tersenyum.


Alex dan yang lainnya pun ikut tersenyum pada Queen, saat mereka tengah berbincang ada dua orang wanita yang menghampiri mereka.


''jadi ini kah wanita yang telah merebut Yang Mulia Raja Basil dari Nona Calrissa, cik, ku kira kasta nya ada di atas kita, ternyata dia hanya seorang petualang'' ucap salah satu orang yang terlihat seperti seorang Putri dari sebuah kerajaan, manatap Alika sinis dan seolah jijik.


''benar, aku tidak menyangka akan hal ini, hey kau, apa kau menggunakan ilmu hitam untuk menarik perhatian Raja Basil'' ucap teman putri tersebut dengan menunjuk ke arah Alika.


Alika mentatap dua wanita di depannya dengan tatapan datar ''kalian menginginkan Raja Basil" Alika tidak menjawab apa yang di tuduhkan mereka pada nya, namun ia malah berbalik bertanya pada dua wanita dihadapan nya.


Mereka berdua tanpa sadar mengangguk mendengar perkataan Alika.


''dekati dan ambilah jika dia pun menyukaimu'' ucap Alika acuh.


''cih, apa kau ingin menunjukkan jika Yang Mulia Raja tidak akan melirik kita''


''aku tidak tidak tahu, namun aku pun tidak peduli, dan lagi aku tidak merebutnya dari siapapun, pergilah kalian menganggungku''

__ADS_1


''kau berani mengusir kita yang seorang Putri, yang sedangkan kau hanya seorang petualang''


''tentu, bahkan seorang Raja dan Ratu pun aku berani mengusirnya , pergilah'' Alika yang sangat tidak suka di ganggu mulai kesal dan ia mengeluarkan sedikit energi nya yang membuat mereka bergetar dan pergi dari hadapan Alika dengan sedikit ketakutan dan sedikit berlari, mereka tidak menyangka seorang petualang bisa mempunyai kekutan seperti itu.


''seperti nya dia sudah melakukan sesuatu untuk mempermalukanmu'' ucap Alex


''biarkan saja, selagi mereka tidak langsung berhadapan dengan ku dan menyentuh ku aku tidak peduli''


''Queen tapi mereka berkata jika kau wanita yang merebut Raja Basil bahkan mereka mengatakan jika kau seorang ******'' ucap Ana dengan wajah cemas, Ana saat sampai ia mendengar orang mengatakan tengtang Alika dan menjelek - jelakannya.


''Ana kau tahu, itu adalah sebuah rumor atau sebuah fitnah, jika kita terpancing itu tandanya kita mengakui hal tersebut, maka bersikap tenang dan abaikan mereka, bukan kah kita datang kemari untuk bersenang - senang, aku tidak masalah sama sekali mereka mau berkata apa tentang ku, selagi mereka tidak langsung menyentuhku dan mengganggu ku secara langsung seperti kedua putri tadi ''


Ana pun mengangguk pasrah, meski ia masih tidak rela jika Queen nya di katakan seperti itu oleh mereka.


''benar jangan sampai kita terpancing karna itu yang di inginkan mereka, tapi siapa yang menyebarkan rumor tersebut'' tanya Vania.


''cih, ku kira kau sudah menyadari ini'' jawab Roger, Vania yang mendengar Roger pun menautkan kening nya bingung.


''maksudmu wanita itu'' jawab kembali Vania, Roger pun mengangguk.


Mereka pun tertawa mendengar perkataan Vania, karna mereka pun tahu Queen mereka ia sangat tenang dalam masalah apapun, apa lagi masalah seperti ini.


''sudah biarkan mereka, kita nikamati acaranya yang akan segera di mulai, ah ya aku ingin bertanya pada kalian, apa kalian mengatakan tentang kalung ku pada Raja Basil''


Mereka semua pun menggelengkan kepalanya serempak.


''ada apa, apa dia mengetahuinya'' tanya Alex dengan wajah serius begitu pun dengan yang lainnya yang ikut menatap Alika karna terkejut.


''mungkin, entahlah'' Alika pun terdiam dia benar - benar harus bertanya padanya langsung.


Begitu pun Alex dan yang heran jika benar Raja Basil mengetahui nya, apa dia bisa memegang rahasia ini dan bagaimana Raja Basil bisa mengetahui tentang kalung tersebut atau ruang dimensi yang mereka maksud.


Di meja sebelah yang di tempati kerajaan Dominik.


''ayah, kau mendengar rumor tentang nona Alika" tanya Putra Mahkota.

__ADS_1


''benar, ibu pun saat sampai mendengar hal itu''


Raja Desmon mengangguk ''biarkan saja, mereka nona Alika dan yang lainnya tidak akan mudah ,terpancing, kalian lihat saja mereka'' ucap Raja Basil dengan menunjuk pada meja yang di tempati Alika dan yang lainya.


Putra Mahkota dan Permaisuri pun menoleh ke arah meja Alika.


''benar, mereka terlihat tenang dan seolah tidak mendengar apapun'' ucap Putra Mahkota Daniel.


''itu adalah hal yang benar di lakukan, jika mereka terpancing itu tandanya nona Alika mengakui apa yang mereka katakan'' ucap Permaisuti Fidelya menambahkan.


''aku penasaran bagaimana jika semua tahu ketika nantinya kerajaan Cahaya telah berdiri dan orang yang mereka hina adalah Ratu dari kerajaan Cahaya yang sangat di hormati dahulunya''


''ayah apa Kerajaan Cahaya akan menempati posisi kerajaan terkuat kembali''


''aku tidak tahu, kita lihat saja nanti, waktu yang akan menjawab semuanya''


Putra Mahkota dan Permaisuri pun mengngguk, mengerti, Alika ia masih belum memulai dengan Kerajaan nya, karna mungkin memang perlu waktu untuk menjadi kerjaan yang kuat sepeti pada masanya.


......................


''apa kau sudah melakukan apa yang aku minta''


''sudah nona bahkan rumor itu langsung menyebar luas dan mereka pun percaya begitu saja''


''bagus lah, kau bekerja dengan bagus dan cepat dan jangan biarkan mereka tahu jika aku yang telah memerintah atau menyebarkan tentang hal ini''


''saya mengerti nona, anda tidak perlu khawatir, semua akan tersimpan dengan rapat''


''pergilah'' usir nya pada wanita di depannya sambil menyerahkan sekantong koin emas pada nya


Wanita itu pun tersenyum dan memasukan ke dalam kantong bajunya dan segera pergi dari hadapan wanita itu.


Wanita itu adalah Clarissa yang telah menyebarkan rumor, tentang Alika wanita petualang yang merebut Raja Basil dari nya dan membuat Raja Basil membencinya, dia pun mengatakan jika Alika menyerahkan tubuh nya begitu saja pada Raja Basil, hingga Alika di sebut wanita ******.


Clarissa tersenyum, ia senang telah membuat nama Alika hancur, ia tidak peduli dengan latar belakang Alika yang nanti nya apa dan yang akan ia ketahui, yang penting untuk saat ini ia benar - benar ingin membuatnya malu dan merasa terhina seperti apa yang ia rasakan dulu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2