Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 82 ( BAB BARU )


__ADS_3

Raja Qamar berlari menghampiri tubuh Putra Mahkota, ia berharap Putra Mahkota masih hidup.


Alika, ia masih sibuk dengan mantranya, bebatuan itu terus bertumpuk dan melingkar hingga cukup tinggi dan menutup atas nya , dengan tali rantai yang melingkat pada bebatuan itu, melingkar dengan sangat kuat hingga tidak bisa di buka.


Alika perlahan turun melayang kebawah dan berjalan ke arah teman temannya dan juga Raja Basil, dengan masih menjadi Ratu Kerajaan Cahaya, namun Alika berbelok dan lebih dulu menghampiri Putra Mahkota Aziel dan berniat menyembuhkannya .


Alika menempelkan telapak tangannya ke dada Putra Mahkota Aziel, lalu cahaya hijau muncul dan menyembuhkan Putra Mahkota Aziel.


Dedat jantunh yang terasa lemah pada awalnya yang di rasa Raja Qamar kini mulai terdengat normal kembali, Putra Mahkota Aziel kembali hidup namun masih tidak sadarkan diri.


"Ratu Kerajaan Cahaya" ujar Raja Qamar tidak bisa mempercayai ini.


Alika tersenyum "kau tidak perlu khawatir Raja, dia akan hidup kembali, mungkin dengan ini aku hanya meminta untuk tidak berperang lagi dengan Raja Basil dan perhatikan anakmu agar kejadian ini tidak terulang lagi"


Raja Qamar memandang Alika "bagaimana bisa bukankah kerajaan cahaya sudah menghilang" ucap Raja Qamar pada Alika


"banyak hal di dunia ini yang sulit di mengerti Raja, kau tidak perlu berfikir tentang hal ini, Raja kau percaya atau tidak akulah yang menjadi Ratu kerajaan Cahaya saat ini itu bukan masalah untuk ku"


Raja Basil, Alex dan yang lainnya menghampiri Alika, Alex da yang lainnya masih menundukkan kepalanya tanda menghormati Alika.


Raja Qamar terdiam, membenarkan jika di dunia ini banyak yang sulit di mengerti oleh manusia banyak rahasia yang di sembunyikan oleh alam dan tuhan.


"aku percaya dan terimakasih" ucap Aja Qamar pada Alika, dan Alika pun mengangguk dan tersenyum "baiklah, ternyata perang ini tidak ada yang menang dan kalah, tapi seperti apa yang di katakan oleh Ratu, kedepannya tidak ada perang di antara kerajaan kita, meski begitu bukan berarti aku akan menunduk hormat padamu" lanjut Raja Qamar pada Raja Basil


Raja Basil yang berdiri di samping Alika tersenyum miring "aku berharap begitu tidak akan ada perang, dan aku tidak memerlukan hormat dari mu" ucap Raja Basil.


*******


Saat ini kedua kerajaan telah kembali ke kerajaannya masing masing, Kerajaan matahari kembali dengan kekalahannya yang bahkan putra mahkotanya kini tidak lagi dengan kekuatan yang dimiliki pulang sebagai manusia biasa membawa setengah pasukannya dengan luka hasil dari perang.


Alika sudah kembali menjadi dirinya, dan membuat Alex dan yang lain bernafas dengan lega.

__ADS_1


"kalian melihatku seperti kalian melihat monster" ucap Alika.


Alex dan yang lainnya terkekeh.


"maaf Quiin itu karna energi saat kau menjadi Ratu sangat besar hingga seperti kami memaksa untuk bersujud padamu" ucap Alex dan di angguki yang lainnya.


"kau sangat cantik ketika kau menjadi Ratu kerajaan cahaya, bagaimana bisa kau menjadi monster" ucap Raja Basil.


Alika dan yang laiinya tersenyum mendengar perkataan Raja Basil.


"baiklah, Raja seperti kau melupakan seseorang" ucap Alika.


"ash benar, mereka berdua mungkin saat ini sudah mendapatkan hukuman" ucap Vania.


"hukuman" Raja Basil heran karna ia belum memerintahkan sesorang untuk mengukum mereka.


Saat ini mereka sedang melihat dil luar aray pelindung, mereka melihat jika tuan Jaxton dan Clarissa menjadi bulan bulanan para penduduk di sekitar dengan di lemparinya bebatuan yang ada di sekitar sana.


Kondisi tuan Jaxton dan Clarissa saat ini penuh dengan luka dari lemparan batu oleh para rakyat sekitar.


Raja Basil hanya tersenyum dengan melihat kondisi mereka berdua.


Alex dan Vania melangkah untuk melepask mantra aray pelindung, dan perlahan dinding bening itu menghilang.


Mereka pun melangkah dengan di sambut oleh mereka para warga dan peabat kerajan, dan berhenti melemparkan batu pada Tuan Jaxton dan Clarissa.


Mereka serempak mengucapkan syukur atas kondisi Raja Basil yang terlihat baik baik saja.


Mereka pun membuka jalan agar Raja Basil, Alika dan yang lain sampai ke tempat dimana tuan Jaxton dan Clarissa berada.


Tuan Jaxton melihat Raja Basil yang menghampirinya, mengepalkan tangannya, dia tidak menyangkan jika Raja Qamar kalah oleh Raja Basil, Sedangkan kondisi Clarissa ia sudah tidak sadarkan diri dengan penuh luka di tubuhnya, para rakyat sekirar di kerajaan Phonix benar benar tidak membiarkan mereka berhenti mendapatkan lemparan batu, menurut mereka itu adalah hukuman yang pantas bagi pengkhianat.

__ADS_1


Para pejat berbaris menyambut kedatanan Raja Basil.


"yang mulia syukurlah anda baik baik saja" ujar salah satu pejabat.


Raja Basil tersenyum dan mengangguk dan menatap Tuan Jaxton yang juga menatapnya.


"maaf kami tidak bisa menghentikan amarah rakyat" ucap kembali pejabat itu.


"tidak apa, maka tidak perku repot menghukumnya" ucap Raja Basil dan kembali menatap Tuan Jaxton.


"apa kau menyesal" tanya Raja Basil pada tuan Jaxton, namun tidak mendapatkan jawaban melainkan tatapan mata tajamnya pada Raja Basil.


"maaf aku lupa jika dia aku buat tidak bisa berbicara" ujar Vania da melangkah mendekat untuk membiarkan tuan Jaxton kembali berbicara.


"Raja, Raja Qamar dia kalah" ucap Tuan Jaxton.


Raja Basil tersenyum "tidak ada yang kalah atau menang dalam perang ini, dan kami sepakat untuk kedepannya tidak akan ada lagi perang, ini adalah pertama dan terakhir, kau kecewa"


Tuan Jaxton mendengar hal ini menjadil lemas, kecewa tentu ia kecewa, Tuan Jaxton yang menahan rasa sakit tubuhnya dan tetap dengan keadaan sadar ia berharap Raja Basil kalah dalam perang ini, namun nyatanya dia lah yang kalah.


Tuan Jaxton pun tak sadarkan diri nya setelah Raja Basil memberikan kabar untuk nya, kabar yang tidak sesuai dengan harapannya.


Raja Basil "bawa mereka ke penjara bawah tanah" perintah Raja Basil pada prajuritnya.


Setelah itu Raja Basil pun memberikan pengunguman pada Rakyatanya, tentang perang yang telah usai dan tidak usah mengkhawatirkan keadaan kerajaan phonix, selain itu ia pun berkata berjanji tidak akan membiarkan Tuan Jaxton, Clarissa dan juga pengikutnya tidak akan bisa bebas dari hukuman dan di berikan hukuman yang berat karna pengkhianatan adalah suatu tindakan yang tidak dapat di maafkan.


Alika dan yang lainnya tidak ikut campur dalam permasalah kerajaan Phonix mereka hanya diam dan memperhatikan.


"Quiin apa kita akan segera kembali ke kerajaan Cahaya, ku rasa kita tida ada urusa lagi disini bukan" tanya Ana yang berdiri di sisinya.


Alika mengangguk "kau benar, mungkin esok kita kembali"

__ADS_1


"Quiin apa kita akan mengumumkan kerajaan cahaya disini, kurasa Raja Basil akan terus terimidasi karna memgingin mu menjadi Ratu disini, yang mereka tahu statusmu bukan apa apa" ucap Vania.


Alika tersenyum "tidak biarkan saja,itu urusannya lagi pula aku belum benar benar menyetujui jika aku akan menjadi Ratu disini, aku masih ingin menikmati kebebasanku" ujar Alika dan setejui yang lainnya.


__ADS_2