
Bersamaan dengan peperangn kerajaan Phonix dan Vhoresham, di kubu Alika, pasukan kerajaan matahari yang membawa ratusan pasukan melawan Alika dengan teman - teman nya, walaupun ada bantuan dari pasukan kerajaan Phonix namun tetap mereka masih kalah dalam jumlah.
Putra mahkota Alderld tertawa cukup kencang, ia menatap Alika sinis "hey kau wanita cantik, cik aku tak percaya ini, apa kau menyerah lihatlah kau akan kalah setelah ini" ucap nya percaya diri.
Alika tidak menghiraukan perkataan putra mahkota matahari namun setelah nya ia tersenyum ke arah putra mahkota Alderald "bukankah kau tahu bagaimana kekuatanku"
Satu kalimat yang membuat putra mahkota Alderald terdiam namun setelah nya ucapannya menggema " SERAAAANG"
Riuh tersengar riuh semua pasukan kerajaan matahri menyeranh dengan kekutannya masing - masing.
"kaliam tetap di belakang dan biarkan kekuatan ku untuk mnyerang setidaknya hibgga setengah pasukan dari mereka setelah itu kalian bisa bersenang senang" ucap Alika pada teman temannya
Alikapun mengeluarkan tombak sabit nya, ia berjalm ke depan dengan perisai yanh ia buat agar serangan dari pasukan matahari tidak mengenainya.
Seeeet .... Satu tebasan Alika arahkan kedepan, hingga kepala pasukan matahari yang berada di paling depan menggelinding terpisah dari badan nya.
Teriakan pasukan kerajaan matahari menggema mereka ketakutan, begitupun Putra Mahkota Alderald, mereka terdiam kaku, setengah pasukan mereka terbunuh dalam waktu yang sangat singkat hingga mereka kembali tercengan dengan menghilangnya badan dan kepala yang terpisah dari hadapan mereka.
"maaf aku tidak sengaja mengenai leher mereka, oh dan aku mengirim mereka ke ke kerajaan matahari, ku harap mereka bisa memakamkan dengan layak" ucap Alika acuh.
Putra Mahkota Alderad yang diam di belakang tidak mau mempercayai ini wanita yang ia lawan benar - benar seorang iblis.
"woaaa Queen memang hebat, Alex aku rasa aku mulai takut dengan Queen" ujar Vania sehingga Anna dan Roger pun yang mendengar hal ini mengangguk setuju.
"cik, aku justru sudah takut sejak awal aku da Anna menyaksikan secara langsung kekuatan Queen"
__ADS_1
Putra Mahkota Alderald yang di rasuki amarah nya menyerang Alika, "kau wanita iblis yang tak pantas hidup di dunia ini "ucap Putra Mahkota dengan serangan sihir yang sama sekali tidak mempan untuk nya.
Pasukan kerajaan matahari melihat Putra Mahkota yang meneyerang pun kini mereka kembali mngeluarkan semua kekuatannya, bagaimanapun mereka tidak ingin kalah tanpa mencoba.
Alex, Roger, Vania dan Anna dan juga pasukan bantuan dari kerajaan Phonix pun mulai mengeluarkan kekuatan mereka, mereka bertarung dengn kekuatan yang mereka miliki.
Putra Mahkota Alderald yang meyerang Alika terihat kelelahan pasalnya serangannya tidak ada yang bisa mengenai Alika, karna Alika yang masih menggunakam sebuah perisai.
"pengecut, kau hanya berlindung di balik sebuah perisai"
Halis Alika terangkat sati mendegar perkataan Putra Mahkota Alderal "apa kau ingin aku melawanmu, baiklah jika kau ingin mati hari ini" ujar Alika dang langsung menyerang Putra Mahkota dengan dua katana yang Alika keluarkan.
Prang prang suara pedang beradu deng kencangnya meski putra mahkota terus menyerang namun Alika msih bisa menangkisnya dengan sangat mudah.
Sementara itu di pasukan kerajaan Phonix dan Voresham, pasukan kerajaan voresham yang masih terduduk lemah menatap raja Basil dengan penuh amarah, harga diri mereka yang seperti di injak injak.
"Raja Qamar sepertinya pasukanmu sangat menyukaiku"
"kau bercanda dengan ku brengsek"
"haha ayolah kau jangan terlalu serius, oh apa kau mau pedang ku ini langsung mematahkan lehermu, seperti yang wanitaku lakukan pada pasukan kerajaan matahari" ujar Raja Basik yag sejak peperangan ia pun selalu memperhatikan dan mengkhawatirkannya Alika, walaupun ia tahu Alika wanita yang tak perlu di khawatirkan karna kekuatan yang di miliki Alika.
Tanpa sepengetahuan pasukan lainnya putra mahkota Aziel ia menggumamkan sebuah mantra yang membuat bola matanya perlahan menjadi hitam, sihir yang di berikan raja Basil pun terlepas dan di sadari oleh raja Basil.
"sepertinya anakmu memang pantang menyerah, haha kau tahu dia melakukan ini mungkin kau pun akan terbunub oleh nya" ucap raja Basil yang membuat Raja Qamar melihat ke arah putra nya dan terkejut karna melihat anaknya berubah menjadi seperti iblis yang di rasuki hawa membunuh yang sang kental.
__ADS_1
"Putra Mahkota hentikan, apa ku gila" ucap Raja Qamar dengan suara cukup lantang ke arah putra nya.
Putra Mahkota Aziel yang sudah di rasuki amarah dan iblis yang menyatu dengannya, melesatkan serang api hitam pada Raja Qamar namun di alihkan oleh Raja Basil.
"kau lihat, alu benar bukan, cik apa kau menyuruhnya menggunakan sihir hitam ini bahkan dia bersekutu dengn iblis" ucap Raja Basik dan Raja Basil pun terbang mengrah kw arah putra mahkota kerajaan Voresham dan membawa nya menjauh dari lingkungan kerajaan phonix.
Raja Qamar tidak mempercayai hal ini putranya ia benar benar memiliki ilmu hitam yang sangat di larang yang bahkan sudah lama di lupakan karna ia pikir tidak akan ada yang mengethaui tentg sihir atau ilmu hitam ini.
Alika yang melihat Raja Basil yang akan melawan putra Mahkota Aziel pun mempercepat serangannya pada putra mahkota Alderald.
"Aledrald ku rasa aku harus cepat mengakhiri ini" ujar Alika yang langsung melangkah maju dan mendekat le arah putra mahkota Alderld dan memegang kepalanya.
"Alika menggumamkan sebuah mantra yang pernah ia baca ketika senggang di kerajaan cahaya untuk membuat seseorang kehilang semua ke ahlianya yang bahkan hingga ia tidak bisa lagi menguasai nya.
"ka kau apa yang kau lakukan padaku" ujar putra mahkot karna ia meraskan sedikit demi sedikk kekuatannya yang melemah dan bahkan menghilang.
"aku hanya membuatmu merasakan bagaimana rasanya menjadi manuisia biasa, pergilah kau beruntung aku tidak membunuhmu, itu adalah hukuman dari ku mengenai pasukanmu aku minta maaf karna aku memang tidak sengaja mengenai leher mereka yang membuat mereka mati" ujar Alika yang membuat putra mahkota terdiam, bukan karna pasukan yang mati sia sia dia tidak memperdulikan itu, namun kekuatan yang ia bangum selama ini harus hilang begitu saja hanya dengan mantra yang di ucapkan oleh wanita yang awalnya ingin ia miliki.
"ka kau kembalikan kekuatanku, kembalikan" ujat putra mahkota dengan terriakan yang menggeman yang membuat semua orang menoleh padanya.
"sepertinya kalian semua telah kalah" ujar Viona yang masih dalam penyerang melawan pasukan kerajaan matahari.
Pasukan kerajaan matahribtidak mempercayai ini, namun ketika melihat putra mahkita yang terduduk lemah tak berdaya akhinya mereka mengakhiri nya dan pergi menghampiri putra mahkota terutama panglima dan jendral pasukn kerajaan matahari yang memastikan ke adaan putra mahkota.
"Anna, aku akan pergi memyusul raja Basil jika kalian telah selesai kalian juga menyusulah" ujar Alika dan di angguki Anna.
__ADS_1