
Raja Erland menatap alika dengan raut wajah yang sulit di artikan.
Alika dia memang wanita yang berbeda kau sungguh menarik Alika bisakah aku mendapakanmu
Alika yang sadar di tatap raja Erlandpun kembali menatap balik dan bertanya '' apa kau akan menghukumku ''
''kau sudah pasti di hukum dasar wanita tak tau diri, jelas yang mulai sudah begitu baik terhadapmu namun kau mengabaikannya'' bukan Raja Erland yang menjawab melainkan Margharetlah yang menjawab, dia begitu emosi melihat Alika yang menjadi pusat perhatian begitu dengan Raja yang selalu menatapnya.
Alika tidak menghiraukan ucapan Margharet dia hanya fokus pada Raja yang sedang menatapnya.
''ya aku akan menghukummu '' singkat Raja Erland.
Margharet senang, dia tertawa dalam hati namun sesaat kemudian dia kembali emosi mendengar hukuman yang di berikan oleh raja kepada Alika.
''hukumanya adalah kau dalam 2 pekan ini harus selalu membawaku berkeliling kerajaan awan menggunakan mobilmu'' dengan hukuman ini Raja Erland berpikir dia bisa lebih dekat dengan Alika, dia begitu penasaran dengan Alika wanita yang sangat berani dan tak kenal rasa takut.
''apa kau begitu menyukai mobilku hingga memberikan hukuman ini untukku ?'' heran Alika.
''anggap saja seperti itu'' jawab Raja Erland.
Alika berpikir apa dia berikan saja pada Raja mobilnya, toh iapun masih ada beberapa di ruang di mensinya jika ia mau ia akan mengeluarkannya, namun ini sebuah hukuman mau tidak mau ia harus lakukan walaupun sebenarnaya ia bisa saja menolak, namun sekarang ini ia sangat malas untuk berdebat.
Alika mengehela nafas gusar dan berkata ''baiklah jika itu mau mu '' diapun berpikir tak ada salahnya karna dirinya sekaligus bisa mengenal kerjaan awan, karna ia akan tinggal disini sekaligus mencari tempat untuk ia bangun rumah atau membeli rumah untuknya tinggal, dan mencari spot yang tepat untuk dia mendirikan bisnisnya.
Mentri Markus ayah dari Margharet yang sama mempunyai obsesi terhadap kekuasan mengatakan keberatan dengan hukuman yang di berikan untuk Alika.
'' yang mulia bukankah seharusnya hukuman cambuk dan pelajaran tatakrama karna dia sudah tidak sopan terhadap anda dan begitu lancangnya ia mengabaikan kebaikan anda yang mulia '' ujar mentri Markus.
''itu keputusan ku lagi pula ia adalah tamuku disini aku yang salah karna tidak bertanya lebih dulu apa yang ia sukai, dan dia bukan rakyat kerajaan awan dia bebas melakukan apapun selagi dalam batas wajar dan itu pula yang aku setujui padanya karna dia tidak suka di atur'' tegas Raja Erland sambil menatap Alika dan di balas senyuman manis olehnya yang membuat jantung raja Erland berdebar dan persaan yang asing yang hadir pada diri raja Erland yang menerka - nerka apa kah iya benar - benar telah jatuh hati pada wanita liar ini Raja Erland kemudian sadar dari lamunannya, karna mendengar suara orang yang cukup menganggu, lalu ia menatap mentri itu dengan tatapan tajamnya seperti singa yang ingin memangsa buruannya.
__ADS_1
''tapi yang mulia ... '' mentri Markus yang ingin kembali protes di hentikan dengan tatapan membunuh raja Erland, lalu raja Erland menatap semua yang ada di aula dan ia mengatakan kepada semua untuk menyantap makanan yang di sudah di sediakan oleh koki kerjaan.
Sedangkan Alika yang sejak tadi di perdebatkan tidak peduli dan tidak mau tahu selagi Raja nya yang sudah memberikan keputusan yang lainya ia tidak peduli, dia lalu menyantap makanan di depanya, walupun menurutnya makanan kerjaan tidak seenak makanan yang ia buat , dan dengan makanan di zamannya namun ia tetap menikmatinya.
Setelah semua selesai menyantap makanan yang telah di sediakan kini raja Erland meninggalkan tempat perjamuan lebih dulu dan selanjutnya Alika, lalu di ikuti yang lainnya.
Dalam perjalanan menuju paviliunya Alika di ikuti oleh seseorang, namun bukan Alika jika ia tidak mengetahui, setelah cukup jauh Alika menghentikan langkahnya.
Sedangkan Ana yang mengikutinya, dia merasa heran dengan Alika yang menghentikan langkahnya.
''keluarlah ''
Awalnya seorang yang mengikuti Alika dia tersentak kaget karna Alika tahu jika dirinya di ikuti, namun ia tidak perduli, karna memang ia ingin berbicara dengannya, dan ia pun keluar menghampiri Alika dengan wajah sinis dan memandang benci ke arah Alika.
Alika yang melihat siapa yang mengikutinya mengerutkan keningnya bingung pasalnya dia melihat aura kebencian pada wanita itu terhadapnya.
Sedangkan Ana, ia tahu dengan wanita yang menghampiri nona Alika, Ana sedikit merasa khawatir saat ini, takut terjadi sesuatu pada nona Alika.
''apa kau merasa hebat bisa dengan mudahnya membuat Raja patuh terhadapmu ''
Alika semakin bingung , namun ia menangkap satu hal, jika wanita itu menyukai raja Erland.
''aku tidak memintanya, Raja itu sendiri yang menginginkannya ''
Wanita itu berdecak kesal.
''kau pasti telah merayunya dasar ******, ku peringatkan kau untuk berhenti merayu yang mulia, dan jangan berharap bisa menjadi Ratu di kerajaan ini karna hanya akulah yang pantas, ini adalah peringatan untukmu jika kau mendekati kembali yang mulia aku pastikan hidupmu tidak akan pernah tenang '' setelah mengakatan itu dia langsung berbalik dan meninggalkan Alika begitu saja.
Alika yang mendengar wanita itu berbicara cukup kasar, ia tidak terpancing emosi malah dia merasa bingung.
__ADS_1
''siapa yang merayunya, lagi pula aku tak tertarik menjadi Ratu, Ana kau tau siapa dia ?''
''ya nona beliau adalah anak dari mentri keuangan Markus Sandres nama nya, nona Margharet Sandres selalu menyingkirkan wanita yang akan mendekati yang mulia''
''obesesi, tapi mengapa raja Erland tidak menyukainya dia lumayan cantik menurutku'' Alika kembali melangkah menuju paviliunnya sambil bertanya kepada dayang Ana.
''yang mulia dia sangat tidak menyukai wanita ''
''maksudmu?'' langkah Alika sempat terhenti karna mendengar Ana berbicara dia pikir Rajanya belok.
''ash bukan nona bukan seperti yang nona pikirkan '' Ana yang menyadari pemikiran Alika pun cepat-cepat menyangkalnya.
''yang mulia hanya tidak mnyukai tipe wanita yang terlalu mengejarnya, dulu yang mulia sempat mempunyai kekasih namun kekasihnya meninggal karna sakit dan mungkin yang mulia sampai sekarang belum tertarik kembali untuk menjalin hubungan terbukti tidak adanya ratu yang mendampinginya ''
Alika menganggukan kepala dia cukup penasaran dengan raja Erland.
''bukankah seorang raja biasanya suka dengan banyak wanita, yang saya tau seorang Raja biasanya mempunyai banyak selir '' kata Alika penasaran dia sambil melangkah masuk ke paviliunnya karna telah sampai, lalu duduk di tempat duduk yang mengarah ke jendela luar.
''duduklah aku ingin memdengar ceritamu'' perintahnya kepada Ana.
Ana yang sempat ragu untuk duduk dan ingin menolak, namun melihat tatapan tegas dari Alika yang tidak ingin di bantah akhirnya dia duduk dan menjawab pertanyaan Alika.
''mungkin yang mulia mewarisi sifat memdiang Raja terdahulu, ayah dari yang mulia Raja, beliau tidak mempunyai selir dan hanya mempunyai satu orang wanita, yaitu yang mulia Ratu atau sekarang di panggil dengan yang mulia ibu suri''
''aku mengerti, tapi aku tak melihat ibu suri di perjamuan makan malam ?''
''yang mulia ibu suri beliau tidak bisa terlalu lama keluar dari paviliunnya, karna kesehatannya yang kurang baik nona, untuk itu yang mulia Raja, beliau setelah jamuan makan malam bergegas keluar untuk menemui yang mulia ibu suri ''
''baiklah sudah cukup, aku mengerti, terimasih sudah menceritakan kepadaku, dan bolehkah aku minta satu permintaan padamu ''
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...