
Raja Qatar manautkan keningnya "apa maksudmu Raja Basil "
"heh, kau melihatnya saja nanti kau tahu apa yang ku maksud" ucap Raja Basil.
"Alias, kau harus mencobanya maka setelah itu kau tidak harus berkata lagi karma nanti nya kabar ini akan segera sampai telinga semua orang"
"cih, Kau tahu aku lebih suka tidak di kenal, menjadi orang di kenal akan sangat menyusahkan" ujar Alika
Mereka sambil terus memperhikan iblis yang masih memulihkan dirinya namun matanya yang terus menatap tajam ke arah mereka.
Di sisi lain Alex dan yang lainnya membereskan peperangannya dengan pasukan kerajaan matahari meski kalah sama jumlah baju mereka para kesatria kerajaan cahaya tidak san sekali kesulitan dalam menanganinya, tidak dengan Anna yang belum terbiasa dengan hal ini, perang pertama nya bahkan belum banyaknya kuasai dalam hal senjata ataupun sihir, Anna tertusuk di bagian perutnya ia meringis kesakitan dengan badan yang terjatuh dan terbaring di tanah, Vania yang dekatnya pun mendekat dan menyerang lawan yang telah menusuk Anna.
Mereka menyerang tanpa henti hingganya mereka bisa mengakhiri perang ini.
"Anda kau tak apa" tanya Vania, Alex dan Roket pun berlari menghampiri Anna.
Anda mengangguk dan tersenyum.
Roger mengeluarkan satu botol air surgawi yang di berikan oleh Alis saat sebelum perang dan memberikannya pada Anna.
Vania pun membantu Anna meminum air itu, dengan badan yang sedikit di angkat oleh Alex.
Tak lama Anna pun kembali pulih.
"syukurlah" ujar Alex.
"Alex kita harus cepat membantu Queen" ujar Anna.
"benar, tapi apa kau benar benar suda pulih kemabali" tanya kembali Alex dan Anna pun mengangguk.
"kau tidak perlu khawatir" ujar Anna.
__ADS_1
"sepertinya iblis itu benar benar kuat bahkan dua orang terkuatpun sulit untuk mengalahkannya" uji Roger.
"benar kita harus cepat kesana" ujar Vania dan di angguk yang lainnya yang langsung menghilang dan pergi ke tempat dimana Alika berada.
Di tempat tuan Ajxton dan Clarissa berada mereka mendengar suara dentumam ledakan yang cukup kuat, mereka tidak tahu suara ledakan itu namun mereka berharap jika tidak akan terjadi sesuatu pada raja mereka, sebaiknya dengan tuan Jaxton yang masih bisa menahan rasa sakit karena lemparan batu, walaupun darah segar mengalir di kepala dan tubuhnya, tidak dengan Clarissa yang kini sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di kepalanya.
Tuan Jaxton, ia sangat berharap jika Raja Basil kalah dalam pertarungan ini, dan berbalik untuk dia yang akan membunuhnya.
Pertarungan dalam melawan iblis Alias yang tengah fokus untuk nya agar bisa menguasai kekuatan cahaya pada dirinya, sedangkan Raja Basil dan Raja Qamar terus menyerang iblis itu tanpa henti meski mereka pun mendapatkan serang dari sah iblis.
Alex dan yang lainnya datang dan membantu menyerang iblis, mereka mengerti dengan keadaan Alika yang terakhir fokus pada kekuatannya.
"apa Queen bisa menguasai nya" tanya Vania.
"kau tidak perlu khawatir aku yakin Queen bisa menguasai kekuatan itu, bukankah Queen pernah melatih dirinya" jawab Roger.
"itu benar, Anna, Vania kalian tetap disini dan lindungi Queen aku dan Roher akan membantu Raja Basik dan Raja kerajaan Voreshan"Ujar Alex dan mereka pun memgangguk setuju.
"benar, ku harap tidak terjadi apapun pada Putra ku" ujar Raja Qamar.
"ku rasa itu tidak mungkin raja" ucap Alex.
"siapa kau" tanya Raja Qamar sedang Raja Basil menatap Alex da Roger yang baru tiba untuk membantu mereka.
"heh, kau tau manusia dalam bersekutu dengan iblis, itu tandanya dia telah menyerahkan hidupnya meski manusia itu sendiri tidak mengetahui perjajian ini karna sang iblis adalah makhluk yang sangat licik" bukan Alex yang menjawab melainkan Roger.
Raja Qamar terdiam Haruskah ia kehilangan anak nya, penerusnya ?
"dari mana kalian mengetahui hal ini" tanya Raja Basil.
"kami tahu karna kami hiduo lebih lama dari kalian, dan itu benar jika hanga kekuatan dari Raja kerajaan Cahaya lah yanh bisa membunuhnya dan kembali menyegelnya agar ia tida lagi muncul keduania ini " ujar Alex
__ADS_1
"dan sayangnya kerajaan Cahaya tidak ada lagi" ujar Raja Qamar.
Alex, Roger dan Raja Basil hanya tersenyum mendengar perkataan Raja Qamar dan lalu mereka pun kembali melesatkan serangan pada sang Iblis meski dan tidak memebrikan celah oda si ibilis agar tidak mngeluarkan serangannya.
Di tempat Alika, ia suda bersiao dalam fokusnya, Kini tampilannya pun berubah, Rambut panjang yang terurai dengan indahnya dan mahkota yang ada di atas kepalanya, gaun putih bersih menyelimuti dirinya dengn wajah cantik nya yang semaki cantik, ia melayabmng ke udara bagai malaikat, Ia bercahaya.
Alika membuka matanya dan melihat ke sekelilinganya, ia melihat dirinha berubah dengan pedang Es yang ada di tangan kanannya, juga ia melihat Anna dan Vania yang berlutut padanya.
"bangunlah aku sudah bilang bukan aku tidak suka melihat orang berlutut pada manusia" ujar Alika dengan Suara tegasnya..
Vania dan Anna pun berdiri namun mereka tegap tidak berani melihat Alika jika dalam wujud sang Ratu kerajaan Cahaya.
Alika tersenyum dan lali ia Pun melihat Ke arah sang iblis yang tela selesai beregenerasi kembali.
Alika melayang menghampiri iblis itu, Alex dan Roger melihat Alika pun menundukkan kepalanya, sedangkan Raja Basil dan Raja Qamar mereka sangat takjub melihat perubahan Alika.
"biar aku yang ambil alih, ku harap aku akan bisa melakukannya" ujar Alika yang membuat Alex dan Roger berdiri di belakangnya, sedangkan Raja Basil dan Qamar msih terdiam terpaku melihat ke indahan di depannya.
Alika dengan cepat melayang menghampiri si iblis, ia mengrahkan pedang es cahaya pada si iblis, dan membuat iblis itu membeku dengan setenghnya, si iblis yang sudah di buat kelelahan oleh Raja Basil, Raja Qamar dan di bantu Alex dan juga Roger membuat Alika mudah membuat si iblis kalah.
"tempatmu bukanlah disini, pergilah, atau aku akan membuatmu hancur" ucap Alika pada si iblis.
"haha haha kau Ratu Cahaya aku tidak ingin kalah dari mu" ujar iblis itu walau badannya yang sudah di bekukan oleh Alika.
Alika tersenyum dan lalu ia melafalkan sebuah mantra.
"pergi dan matilah" ucap Alik, cahaya bersinar dari tangannya dan ia arahkan melalui pedangnya dan di arahkan ke arah sang iblis.
Sihir Cahaya dengan di aliri es tajam dari pedang nya melesat dengan cepat ke arah si iblis dan menusuk langsung tubuh nya hingga hancur berkeping keping menjadi bongkahan cahaya dan es yang mencair, dari balik cahaya tubuh putra mahkota Aziel yang sudah tak sadarkan diri melesat jatuh ke tanah basah akibat es yang mencair itu.
Aliks ia belum selesai, ia kembali melafalkan mantra agar iblis iblis itu tidak lagi bisa bersekutu dengan manusia, siapapun itu, dan tebentuk lah sebuah cahaya dengan pola yang cukup rumit menyegel dimensi para iblis dan manusia di tempat itu.
__ADS_1
Sebuah bebatuan mengelilingi putra mahkota Aziel, dan Alika mengangkat putra mahkota Aziel dengan sihirnya dan ia berikan pada ayahnya Raja Qamar.