
Alika, Ana dan Vania telah berada di sebuah toko yang cukup terkenal di kalangan wanita di Kerajaan Dominik, menurut kabar yang mereka dengar jika toko tersebut adalah toko yang menyedikan pakaian - pakaian dengan model paling bagus dan bahan yang bagus pula, tentu mereka yang memasuki toko tersebut adalah mereka yang mempunyai uang yang banyak.
Alika, Ana dan Vania berkeliling melihat koleksi pakaian disana, Ana dan Vania sudah menemukan pakaian yang mereka mau, sedangkan Alika ia belum menemukan pakaian yang cocok dengan seleranya, Alika menyukai pakaian yang simple dan tidak terlau terlihat feminim, Ana yang mengerti ke inginan Alika, ia pun mencaba mencarikanya dan sialnya karna ia terlalu fokus memilih, Ana tidak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang memilih juga.
''apa kau tidak punya mata hah'' wanita itu menatap Ana dengan sinis dan ia melihat pakaian yang Ana kenakan dari atas kebawah.
''nona maaf saya tidak sengaja''
''tidak sengaja kau bilang, cik, kau seorang petulang? kau ingin memebeli baju disini, apa uang mu cukup, seperti nya kau salah tempat'' ucap wanita itu dengan nada sinis.
Alika Dan Vania yang mendengar keributan dam mendengar suara Ana yang meminta maaf pun menhampirinya.
''Ana ada apa'' tanya Vania dan Ana hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Alika menatap wanita angkuh yang menatap Ana dengan sinis dan jijik, sadar jika wanita itu di tatap ia mencari siapa yang menatapnya.
''oh kau bersama dengan teman - temanmu yang seorang petualang, cik pergilah kalian dari sini uang kalian tidak akan cukup untuk membeli satupun pakaian disini, jika ada mugkin uang kalian akan habis seketika, aku baik bukan telah mengingatkan kalian'' wanita itu terus menatap remeh ke arah Ana, Vania dan Alika sambil tersenyum sinis, namun ia sedikit kesal melihat wajah Alika yang sangat cantik, putih dan bersih.
''dari mana kau tau, jika kami tidak akan sanggup untuk membayar pakaian yang kami beli'' tanya Alika dengan nada dingin dan tegas.
''cik kalian hanya petulangan miskin, mana mungkin sanggup membeli pakaian yang ada disini, aku saja yang seorang anak mentri hanya bisa membeli satu pakaian'' jawabnya dengan nada mencibir.
''begitukah, Ana, Vania kalian sudah mendapatkan pakaian yang kalian mau bukan dan aku pun sama'' lalu ia menatap wanita itu dengan wajah datar nya dan tidak peduli dengan apa yang dikatakan wanita itu dan ia melihat beberapa pakaian yang telah wanita itu pilih, lalu ia melangkah ke arah kasir atau petugas untuk membayar nya, dan Alika pun mengatakan sesuatu ke petugas disana, setelahnya ia pun melangakah keluar di ikuti Ana dan Vania, sedangkan wanita itu ia heran mereka bertiga benar - benar membeli pakaian yang mereka pilih, setelahnya wanita itu pun menuju ke kasir untuk membayar pakaian yang ia pilih, di ikuti satu orang pelayan yang menemaninya berberlanja, ia hanya memebeli satu pakaian namun ia bingung dengan bungkusan yang banyak di depannya.
''maaf aku hanya membeli satu pakaian''
Petugas itu tersenyum, ''nona yang tadi telah membayar kan semua pakaian yang anda pilih untuk anda''
''apa'' wanita itu membulatkan matanya tidak percaya ia benar - benar merasa terhina dengan tindakan wanita petualang itu, yang dipikirnya wanita miskin yang tidak sanggup untuk membeli atau membayar satu pakaian pun disini, namun ternyata ia dengan mudah menghabiskan banyak koin emas untuk membayar pakaian yang mereka dan pakaian yang ia miliki saat ini, dengan rasa malu di tertawakan banyak orang disana ia segera meninggalakan tempat itu dengan tergesa - gesa.
__ADS_1
Vania dan Ana tertawa mendengar cerita Alika dan tindakan apa yang Alika berikan ke pada wanita angkuh tersebut.
''aku hanya memberikanya pelajaran agar tidak selalu memandang orang dengan sebelah matanya saja, itu juga pelajaran bagi kalian, kalian tidak boleh memandang remeh kepada siapaun orang itu''
Ana dan Vania mengangguk mengerti di pertengahan jalan ada dua orang pria yang menahan perjalanan mereka pria itu seorang bangaswan.
Alika merasa asing dengan wajah pria itu, dan sedetik kemudian ia mengingat nya, Ana dan Vania yang sudah sadar sejak dari awal siapa yang da di hadapan mereka menatap tajam dan menusuk ke arah pria itu.
Alika tidak mengatakan apapun, Alika hanya menatap Pria itu dengan wajah datarnya, di belakang pria itu ia melihat 2 pengawal yang selalu bersamanya dan satu orang pria paruh baya yang mirip dengannya.
''nona apa, nona ada waktu, ada yang ingin kami sampaikan'' ucap pria paruh baya tersebut sedangkan pria itu hanya menunduk tidak berani menatap Alika.
''kau ayah dari pria ini, Brian Gibson ?''
''ya nona saya ayahnya Damian Gibson'' Brian yang telah meceritakan tentang kejadian yang ia alami kepada ayahnya dan berharap ayahnya akan membantu nya untuk menyingkirkan Alika namun ternyata ia salah. Brian malah mendapat amukan sang ayah karna ia telah berani menganggu orang yang salah,
"apa kau pikir kita bisa dengan mudah menyingkirkan wanita itu, kau bilang wanita itu yang hanya seorang petulang dan buronan Kerajaan Matahari, yang mempunyai enegi spiritual yang tinggi bahkan ia memiliki kekuatan pedang katana seperti yang kau ceritakan dan tubuhnya yang bisa beregenasi dengan cepat, cik kau benar - benar bodoh bahkan putra mahkota yang terkenal dengan sihir penciptnya saja tidak mungkin bisa mengahabisinya''
''ayah, lalu bagaimana denganku, aku takut jika wanita itu membunuhku, aku telah menyinggungnya dua kali ayah aku tidak ingin mati sekarang''
Ayahnya mengusap wajahnya kasar dan ia menatap anaknya tajam.
''minta maaflah padanya''
''apa''
Meski enggan, seorang Brian Gibson yang tidak pernah meminta maaf namun ia tidak ada cara lain lagi, namun walaupun ia tidak begitu optimis, jika ia akan di maafkan, namun itu adalah satu - satu nya cara yang harus ia coba demi nyawanya.
__ADS_1
. . .
Mereka kini berada di rumah makan, sedangkan Vania dan Ana beserta kedua pengawal Brian Gibson menunggu di luar rumah makan tersebut.
'' nona, apa nona ingin memesan makanan?'' tawar ayah Brian.
''tidak, aku tidak lapar'' kata Alika dengan menatap datar kedua pria yang berbeda umur di depannya.
''baiklah, aku hanya akan memesan minuman untuk mu'' lanjutmya lagi.
Alika tidak menjawab namun ia menatap dan bertanya pada Damian Gibrson ''apa yang ingin kau katakan?''
Mendangr Alika bertanya sontak ayah dari Brian Gibson itu berdiri dari tempat duduknya di ikuti oleh Brian Gibson lalu mereka membungkukkan badannya.
''saya meminta maaf atas kelakuan anakku Brian Gobson''
''be ben benar sa saya meminta maaf pada anda nona saya janji ti tidak akan menganggumu lagi''
Brian dengan nada tergugup dan takut pada Alika.
Alika yang setia dengan wajah datarnya, kemudian menyunggingkan senyum tipisnya.
''Apa yang membuatmu meminta maaf pada seorang buronan seperti ku''
''aku salah, aku salah maafkan aku ''
''duduklah kembali'' perintah Alika pada mereka berdua dan mereka pun menurut, walaupun dengan hati yang was was apa mereka akan di maafkan.
__ADS_1