Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BABR 33


__ADS_3

Putra Mahkota setelah mengeluarkan kekesalanya ia yang kembali merasa kebingungan dengan menghilangnya Alika begitu saja, dan Putra Mahkota pun kembali berbalik berniat menghampiri wanuta yang bersama dengan nya tadi sebelum bertemu Alika.


Putra Mahkota ketika ia berbalik, ia melihat cukup banyak pasukan kerajaan yang pergi menuju sebuah rumah makan disana, dan tanpa pikir panjang Putra Mahkota pun mulai mengikuti untuk mencari tahu apa yang sebernarnya terjadi, dan di ikuti oleh satu pengawal yang setia menemaninya.


Di rumah makan Pangeran Cullen masih terduduk lemah dan ia masih tidak menyangka dengan kejadian yang ia alami hari ini.


tak lama suara langkah kaki terdengar mendekati nya.


''mengapa kau lama sekali hah, kau lihat apa yang terjadi padaku?'' sarkas pangeran Cullen dengan amarah nya yang memuncak.


''mohon ampun yang mulia pangeran''


Dia adalah pengawal bayangan yang di tugaskan olehnya untuk meminta bantuan pasukan kerajaan, dn pengawal itu walaupun berhasil membawa pasukan kerajaan namun ia yang malah datang terlambat dan melihat tuannya sudah dalam kodisi yang mengenaskan, dengan kedua kaki yang terpotong, pengawal itu merasa bersalah dan tidak tega, ia pun tertunduk lemah karna telah gagal melindungi tuannya, pangeram Cullen Jarvis.


''Kau Puas hah melihat apa yang terjadi padaku, kau puas'' ucap pangeran Cillen kembali meluapkan amarahnya, pangeran Cullen menyalahkan pengawalnya dengan apa yang menimpa dirinya kini.


Hening mereka terdiam menyaksikan kekesalan dan amarah pangeram Cullen, para pengawal yang tertunduk lemah, pangeran Cullen dengan mata yang nyalang karna amarahnya.


Tak lama Putra Mahkota Alderald pun tiba dan melihat adik nya dengan kondisi memprihatinkan, matanya membola ketika melihat Pangeran Cullen dengan kaki yang terpotong namun anehnya tidak ada darah sedikitpun.


''Apa yang terjadi padamu '' Putra Mahkota yang bertanya pada Pangeran Cullen namun tidak ada jawaban sama sekali dari nya.


hingga ia memerintahkan prajurit kerajaan untuk membawa Pangeran Cullen pulang ke istana, karna kini ia menjadi pusat perhatian dan perbincangan rakyat disana.


"kalian bantu Pangeran ketiga untuk kembali ke istana, dan untuk kaliam semua yang menyaksikam ini, tutup mulut kalian jika tidak pihak kerajaan yang akan membungkam mulut kaliam semua" ucap Putra Mahkota dengan lantangnya, dan dengam tatapan tajam seolah mengatakan jika apa yanh ia katakan tidaklah main - main.

__ADS_1


Putra Mahkota dan pangeran Cullen yang di gendobg oleh pengawal nya untuk kembali ke istana, dengan.di lindungi oleh pasukan kerajaan agar tidak melihat kondisi pangeran Cullen, yang mungkin akam menjadi sebuah perbincangan yang malah akan membuat pangeran Cullen frustasi.


Setelah sampai di istana Pangeran Cullen langsung di bawa menghadap yang mulia Raja Agler Jarvis, dan di sana Raja Agler pun sama terkejutnya melihat kondisi anaknya yang seperti itu dan bertanya.


'' siapa yang berani melakukan ini padamu, dia telah menghina kerjaan kita '' tanya Raja Agler dengan suara yang keras karna mrah seseorang telah berani membuat anak nya cacat tidak mempunyai kedua kaki.


Pangeran Cullen pun mau tidak mau ia


menceritakannya semuanya pada Raja Agler, Putra Mahkota.


Setelah mendengar cerita dari Pangeran Cullen mereka pun menhan amarahnya.


''dasar bodoh kau sudah tau berhadapan


dengan orang yang salah namun kau tetap menganggunya'' Raja Alger mengusap wajahnya kasar


Raja pun membunuh kedua pengawal yang tidak becus menjaga tuanya, sedangkan Putra Mahkota ia tidak menyangka wanita yang ia temui adalah wanita yang telah membuat adiknya seperti ini, satu pertanyaan besar di benak mereka, siapa identitas wanita yang di sebut Queen oleh ke empat orang yang bersama dengannya.


"Queen"


*******


Sedangkan di perbatasan Alexis dan Roger pun telah tiba disana dan milihat Ana yang terlihat khawatir, mereka pun menghampiri Ana dan mulai merasa aneh karna mereka tidak melihat kehadiran Queen Alika dan Vania.


''Ana, ada apa denganmu dimana Queen dan Vania ?'' Alex bertanya pada Ana dan bingung karna Queen dan Vania tidak ada bersamanya sama hal nya dengan Roger yang mengedarkan pandangannya untuk mencari Queenya namun tidak ada dimanapun.

__ADS_1


''kalian sudah datang, Vania sedang mencari Queen yang tertinggal di kota kerajaan Matahari'' jawaban Ana yang sontak membuat Alex dan Roger terkejut, seberapa detik kemudian mereka menyadari jika Queennya belum pernah datang kesini.


''aku lupa jika Queen belum pernah kemari, sudahlah kau tidak perlu khawatir Ana, Queen akan baik - baik saja'' Alex yang mencoba menenangkan Ana.


''aku takut Queen bertemu dengan pasukan kerajaan disana, bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?'' Ana yang sangat mengkhawatirkan Queen Alika.


''tenanglah bukankah kau tau Queen mempunyai kekuatan yang tidak terbatas, malah jika ia berhadapan dengan pasukan kerajaan, mereka mungkin saja mati di tangan Queen. '' jawab Alex dan tersenyum pada Ana agar ia tidak khawatir lagi pada Queen Alika.


Benar Ana melupakan hal, tentang senjata yang di miliki oleh Alika dan bahkan kekuatan regenerasi nya, namun Ana tetap saja hati nya tidak merasa tenang, sebelum melihat kedaan Alika di hadapan nya.


Tak lama mereka menunggu, Vania telah kembali bersama Queen, dan Ana yang melihat itu sontak langsung mengahampiri Alika dan memastikan jika Queennya tidak kenapa - kenapa.


''kau khawatir padaku '' tanya Alika dan di angguki oleh Ana, Alika pun tersemyum.


''aku tidak apa - apa'' ucap Alika tersenyum pada Ana.


Alika pun menatap teman - teman nya.


''baiklah kita sudah berkumpul dsini, kita langsung saja menuju pelabuhan, aku sudah sangat ingin meninggalkan kerajaan ini'' Mereka pun mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh Queen Alika.


"benar kita hrus cepat pergi dari sini mungkin pasuka kerajaan matahari mulai mencari kita" ucap Roger.


"cik, apa kau takut" tanya Vania.


"yang benar saja, aku tidak takut sama sekali hanya saja bukankah Queen ingin cepat meninggalkam kerajaan ini, jika kita bertemu pasukan kerajaan matahari itu akan menghambat kita bukan" sarkas Roger yang membuat Vania mendelik kesal.

__ADS_1


Sedangkan Alika, Alex dan Ana tersenyum melihat Roger dan Vania.


"suda ayo kita pergi meuju pelabuhan" ajak Alika kembali dan mereka pun kembali berjalan menuju pelabuhan yang sudah berdapa di hadapan mereka dan pergi untuk menaiki sebuah kapal menunu benua barat.


__ADS_2