
Di mobil Alika sedikit berpikir dan menyadari sesutu jika bensin mobilnya tidak pernah habis atau berkurang malah masih full, Alika pun tersenyum karna keberuntungannya, Ana yang melihat Alika tersenyum pun bertanya.
''Alika kau kenapa apa kau begitu senang bisa keluar dari istana'' tanya Ana
''ya itu salah satunya dan Ana apa kau tau jalan menuju hutan kematian ''? tanya Alika pada Ana.
''ya aku tau, Alika apa itu tujuan kita apa kau sungguh akan kesana ?'' tanya kembali Ana yang heran dengan tujuan Alika.
''ya itu tujuan kita, setelah disana aku akan menjelaskan semuanya padamu, apa kah jauh, berapa lama kita akan sampai ?''
''mungkin dengan kecepatan mobil mu ini kira - kira kita akan sampai di malam hari '' jawab Ana.
Tak lama mereka telah sampai di depan hutan kematian pada malam hari merekapun turun dari mobil, Alika dan Ana melihat jika hutan kematian memang seperti yang di rumorkan terlihat gelap dan menyeramkan namun ika tidak ada rasa takut sedikitpun.
''Ana apa kau takut '' tanya Alika yang meliht ekspresi Ana terlihat cemas.
''Alika jujur aku sedikit takut, tapi itu tidak akan membuatku mundur '' yakin Ana pada Alika.
Alika mengangguk ''sepertinya kita harus berjalan kaki karna mobil tidak akan bisa masuk ke dalam, jalanan tidak akan cukup untuk mobil ku, kau keberataan jika kita harus jalan kaki '' tanya Alika pada Ana..
''tidak Alika aku sama sekali tidak keberatan , namun Alika apa kita akan masuk kesana sekarang ''
''tidak, kita akan masuk di pagi hari kau keberatan jika kita akan istirahat di dalam mobil ?''
Ana memggeleng setelah itu mereka kembali masuk kedalam mobil dan mulai beristirahat.
*****
__ADS_1
Pagi harinya mereka di kejutkan dengan suara yang cukup keras hingga terbangun, Alika pun melihat beberapa orang seperti ingin menghancurkan mobilnya, tentu Alika kesal hingga ia keluar dari mobilnya.
''Ana kau diamlah disini dan jangan keluar '' ucap Alika sambil bergegas kekur dari mobil.
''wow ternyata ada wanita cantik yang keluar dari benda aneh ini, hey nona benda apa ini mengapa kau bisa keluar dari sana ''
Kata salah satu orang yang memandang Alika aneh dengan benda yang dia naiki dan pakaian Alika yang berbeda dengan yang di gunakan wanita di zaman ini .
Alika terdiam tidak menjawab apa yang di tanyakan pria itu, ia menatap ke tiga orang di depannya dengan masing - masing pedang yang ia pakai dan gulungan kain yang Alika tebak mungkin sesuatu seperti makanan atau perbekalan mereka, Alika pun melihat tiga kuda yang di gunakan mereka, Alika mengangkat sudut bibirnya jika tebakannya benar mereka salah satu kelompok, yang mungkin ingin mencari keberuntungan masuk kedalam hutan kematian.
''siapa kalian mengapa merusak mobilku'' ycap Alika.
''mobil benda ini namanya mobil ''lanjut salah satu orang di depan Alika dengan herannya.
"apa itu mobil" lanjut tanyanya lagi.
''apa kegunaan mobil ini '' satu persatu pertanyaan pun keluar dari benak mereka, dan Alika hanya diam, dan ia sangat malas jika harus menjelaskan kepada mereka.
''nona kenapa kau diam saja ketua kami sedang bertanya padamu?''
Alika menghela nafas kesal '' aku tidak ingin menjelaskan apapun pada kalian, kalian telah merusak mobilku, apa tidak ada rasa penyeselan sedikitpun dan permintaan maaf padaku'' ucap Alika yang sudah mulai merasa jengah.
''hey nona memangnya kau ini siapa sampai kami harus meminta maaf padamu ''
''hey kau lihat dia, sepertinya dia punya banyak barang yang berharga dan lihatlah kalungnya itu jika di jual mungkin akan mendapatkan uang yang banyak ''kata salah satu orang yang sekelompok dengan nya yang sejak tadi memperhatikan Alika dia memprofosi teman - teman nya yang lain agar merampok Alika.
Mendengar apa yang di katakan temannya sontak mereka sepakat untuk merampas barang milik Alika, karna mereka pun berpikir jika setelah menjual barang milik Alika itu akan menghasilkan koin yang banyak.
__ADS_1
''hey nona jika kau ingin selamat serahkan kalung itu pada kami ''
''kau ingin ini maka ambilah '' kata Alika sambil tersenyum miring ke arah mereka.
Salah satu dari mereka pun maju yang di panggil ketua oleh mereka dan ketika sudah berada di hadapan Alika dan tangannya yang akan mengambil kalung itu Alika langsung melintir dan membanting nya begitu saja .
'' kau, kau berani nya '' mereka berdua pun langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang Alika. namun Alika langsung mengeluarkan pistolnya dan menembakkan ke kaki salah satu dari mereka, sontak salah satu temanya yang melihat pun langsung menjatuhkan pedangnya.
'' be.. ben ...benda a apa itu '' satu dari mereka yang sama - sama ingin menyerang Alika dan meliat temanya tertembak oleh Alika, tergugup melihat benda yang meledak di tangan Alika sedangkan yang tertembak ia meringis kesakitan dan ketua yang tadi di banting Alika pun terdiam dengan eksprei ketakutan.
''kalian telah marusak moodku sejak pagi, kalian menganggu waktu istirahatku dan bahkan kalian merusak mobilku, kalian beruntung aku tidak menembak satu persatu dari kalian mungkin jika kalian tidak beruntung kalian akan mati hari ini, dan karna kalian telah merusak mobilku maka aku meminta ganti nya dengan kedua kuda yang kalian bawa '' ucap Alika dengan tersenyum remeh.
Mereka hanya terdiam tidak berniat untuk membalas perkataan Alika, dan lagi mereka seolah sudah tidak ada tenaga karna ketakutan, dengan apa yang Alika miliki, dan karna mereka yang masih syok dengan apa yang mereka alami dengan melawan Alika.
Melihat mereka bertiga terdiam Alika pun melanjylutkan kembali ucapannya ''aku tidak akan meminta persetujuan kalian, ah dan satu lagi bawa temanmu secepatnya ke dokter atau tabib jika tidak dia akan mati karna ke habisan darah '' lajut Alika, dan lalu dia berbalik dan berjalan ke arah mobilnya dan meminta ana keluar.
''Ana kau bisa menaiki kuda '' tanya Alika.
Ana mengangguk karna Ana pun sedikit syok karna Alika memiliki benda yang berbahaya .
Alika pun memasukan mobilnya keruang dimensi dan membuat ke 3 orang tadi pun kembali tercengang .
''baiklah Ana ayo kita masuk ke dalam hutan itu . kau pilihlah kudamu ''
Ana pun mengangguk dan ia memilih kuda putih dan Alika yang hitam mereka pun dengan segera menaiki kudanya dan masuk ke dalam hutan .
Sedangkan ketiga pria itu masih terbengong dan dalam benak nya bertanya ''siapa dia '' ??
__ADS_1