
Hari sudah sore, Alika pun sudah memeriksa semua pasien di tenda yang di bantu Ana dan beberapa tabib istana yang tugaskan Raja Erland untuk membantu Alika.
Alika keluar dari tenda dan melihat beberapa prajurit yang masih bekerja membersihkan desa tersebut, lalu ia mengedarkan pandangan, Alika melihat Raja Erland yang tak sungkan membantu warga yang sedang membersihkan lingkungannya, kedua sudut bibirnya terangkat, Alika pun menghampiri Raja Erland.
''aku tidak menyaangka, ternyata seorang Raja sepertimu tidak risih dengan kotoran dan bahkan mau membantu warga nya mebersihkan lingkungan '' ucap Alika dengan sudut bibirnya yang tersenyum.
Raja Erland menoleh ke arah Alika dan mendengus kesal seolah jika dirinya tidak pernah melakukan hal yang seperti saat ini.
''apa aku terlihat seperti Raja yang kejam, dan tidak perduli dengan wargaku, lagi pula aku hanya mengikuti apa kata hati ku, dan lagi aku merasa tidak enak, orang lain sedang sibuk dan aku yang berdiam diri sendiri'' ucap Raja Erland.
Alika mengangguk ''ya aku memang mendengar jika kau memang Raja yang kejam" ucap nua sambil melirik ke arah raja Erland penasaram ekspresi apa yang kemudian di keluarkan oleh Raja Erland.
Raja Erland yang mendengar Alika berkta seperti itu pun ia mendongakakkan kepalanya, lalu ia berjalan ke arah tempat duduk yang tidak jauh dari tempat nya dan di ikuti oleh Alika.
''aku akan menjadi kejam kepada orang - orang yang berkhianat '' singkat nya dan tidak ingin membahas lagi soal dirinya
.
''sudah mulai gelap '' katanya lai Raja Erland.
Alika mengangguk membemarkan jika memang hari sudah mulai gelap dan ia pun sudah sangat lelah ''ya, apa kau akan kembali ke tempatmu?'' tanya Alika.
''ya aku ingin segera menbersihkan diriku kau ikutlah, sekalian kita makan malam disana '' ajak Raja Erland.
Alika mberpikir sejenak, setelah nya ia pun mengangguk karna Alika pikit ini waktu yang tepat untuknya bertanya tentang kerajaan Cahaya pada Raja Erland.
''baiklah sekalian ada yang ingin aku tanyakan padamu''
__ADS_1
Raja Erland menautkan keningya bingung ''apa yang ingin kau tanyakan '' menurutnya jikaibgin bertanya saat ini Alika bisa.
''nanti saja, aku kembali ke tenda lebih dulu untuk memberi tahu Ana dan yang lain jika aku akan ikut dengan mu agar mereka tidak akan mencariku '' ucap Alika sambil melangkah kan kaki nya pergi ke arah tenda besar yang berisikan pasien - pasien atau warga yang sedang sakit.
Raja Erland mengangguk lalu ia menanatap punggung Alika yang semakin maenjauh dari pandangannya.
Jendral Alex negahampiri Raja Erland ''yang mulia hari sudah mulai gelap, apa kita kembali sekarang'' tanya Jendarl Alex pada Raja Erland.
''ya bersiaplah Jendral, ash tidak kau kembalilah lebih dulu dengan yang lain, aku akan kembali bersama Alika '' perintah Raja Erland.
"tidak yang mulia biarkan kami mengawal anda dan nona Alika"
"tidak perlu, kembali lah lebih dulu, kau tidak perlu khawatir aku dan Alika akan menaiki mobil nya" ucap nya lagi pada Jendral Alex.
Jendral Alex pun mengangguk mengerti lalu ia pamit untuk bersiap dan kembali ke paviliun, dan menunggu kedatangan Raja Erland di paviliun bersama Alika.
''ayo '' Raja Erland pun mengangguk dan lalu berdiri mengikuti langkah Alika menuju mobilnya.
Alika dan Raja Erland pun menaiki mobil, dan langsung melaju menuju paviliun yang di sewa kerajaan dengan araham jalan oleh Raja Erland.
Tak lama mereka pun sampai dan Raja Erland memerintahkan salah satu dayang untuk melayani Alika, namun Alika menolak dan hanya ingin di tunjukan kamar nya saja agar ia bisa membersihkan diri.
Alika dan Raja Erland kini berada di luar paviliun, mereka telah selesai makan malam dan melangkah ke luar paviliun menuju gazebo, karna Alika bilang ada yang ingin di bicarakan dan ingin di ketahuinya dan berharap Raja Erland mengetahui apa yang akan di tanyakan Alika, dan yang di tangkap Raja Erland mungkin ini sesuatu yang serius.
Alika memandang langit yang dipenuhi bintang yang bersinar, wajah nya terlihat sendu seolah ia sedang merindukan seseorang dan di sadari oleh Raja Erland.
''kau sedang merindukan seseorang'' tanya Raj Erland.
__ADS_1
''ya, aku merindukan zamanku aku merindukan semuanya dan aku rindu kakeku'' kata Alika dengan wajah yang melihat ke atas langit yang menahan air matanya dan berharap air mata nya tidak keluar.
'' maaf '' lanjutnya sambil sedikit menengok ke kanan untuk mnegahapus air mata yang mengalir meski sudah ia tahan.
Raja Erland memandang wajah cantik Alika dia ingin sekali menenangkanya dan memeluknya.
''apa yang ingin kau tanyakan ''? tanya raja Erland mengalihkan agar Alika tidak selalu memikirkan apa yang akan membuatnya sedih.
''ka tau tentang kerjaan cahaya ?'' tanya Alika langsung pada intinya.
Raja Erland menautkan keningnya bingung dari mana Alika mengetahui tentang kerjaan cahaya ''kau tau dari mana kerjaan cahaya?" tanya Raja Erland yang berbalik menanyakan ke Alika.
''dari Ana , aku pernah bertanya tentang berapa banyak kerjaan di benua ini dan yang membuatku penasaran mengapa kerjaan cahaya bisa menghilang kau tau itu adalah sesuatu hal yang mustahil bagiku'' kata Alika dengan menjawab setenang mungkin, karna tidak mungkin ia menjelaskan mengapa ia ingin tahuvtentang kerajaan cahaya yang sebenarnya.
Raja Erland mengangguk mengerti ''aku juga kurang tau namun yang ku dengar jika kerjaan cahaya menghilang karna ada yang ingin merebut suatu artefak yang berada di kerjaan cahaya, dan yang di miliki Raja dari kerajaan cahaya''
''artefak, merebut?'' heran Alika tidak mengerti.
Raja Erland mengangguk "artefak di percaya memiliki kekutan yang sangat besa,
'dan menurut cerita jika pada saat itu pernah terjadi peperangan besar dan aku juga tidak tau kerjaan cahaya perang dengan kerjaan mana, semua seperti misteri karna tidak ada yang mengetahui cerita pasti dari kerjaan cahaya, semua orang hanya menduga - duga saja namun yang pasti mereka memang mengiginkan artefak yang berada di kerajaan cahaya, konon artefak itu memiliki kekuatan yang luar biasa, dan akan sangat berbahaya jika orang yang berniat jahat jika memilikinya, kau tau mungkin karna artefak itu kerjaan cahaya di juluki kerajaan terkuat dari ke empat benua ''
Alika termenung semua masih misteri tidak ada jawaban dari dari apa yangvibgin dia ketahui baginya dan jalan satu satunya Alika memang harus pergi ke arah selatan.
''apa kau tau daerah selatan di benua ini '' tanya Alika pada Raja Erland..
Raja Erland menganggu ''aku tahu, disana ada sebuah hutan yang biasa di sebut dengan hutan kematian''
__ADS_1
''apa, hutan kmatian ?''