
Alika dan Ana memasuki hutan kematian ekspetasinya ternyata berbeda dengan yang telihat di luar jika hutan ini menyeramkan justru hutan ini menurutnya sangat indah dangan nuansa alam yang masih terjaga, namun Alika sedikit bingung kemana arah yang akan di tuju olehnya.
Ketika ia masih bingung kemana ia akan pergi, ada suara misterius yang menyuruh terus berjalan lurus hingga ia menemukan air terjun, Alika pun meminta Ana untuk mengikutinya.
''kita berhenti dulu disni untuk membersihkan diri dan sarapan'' mereka akhirnya telah sampai di air terjun, sesaat Alika menikmati ke indahan air terjun di hutan ini dengan air yang jernih dan menyegarkan.
Ana mengangguk karna dia pun merasa lapar karna sejak mereka bangun belum sempat memakan apapun .
******
Alika yang sedang berendam di dekat air terjun untuk membersihkan diri dan ia memejamkan matanya.
''kakej aku telah berada disini lalu apa yang harus aku lakukan batin alika''
Dan ketika ia membuka mata ia melihat sebuah gua yang tidak jauh dengan air terjun dan kembali terdengar suara misterius itu agar Alika memasuki gua tersebut .
Alika yang awalnya ragu namun akhirnya mulai melangkahkan kakinya untuk memasuki gua tersebut.
''Alika kau mau kemana '' Ana yang melihat Alika keluar dari tempat berendamnya .
''aku akan masuk ke gua itu, apa kau mau ikut ''
Ana pun mengangguk ia sangat penasaran dengan apa yang Alika cari tau di hutan ini.
Mereka sudah berada di dalam gua ,gua itu tidak gelap malah terang yang memudahkan Alika untuk terus masuk ke dalam gua.
Ana sejak awal sudah merasakan ke anehan karna sepanjang jalan, sejak mereka masuk tidak ada hewan buas atau apapun yang membahayakan ,bahkan mereka justru seperti ada yang menjaganya.
''Alika aku heran sejak kita masuk ke hutan ini kita tidak menemukan sesuatu yang berbahaya seperti kebanyakan orang '' Ana bertanya ke Alika sambil berjalan menyusuri gua.
''entahlah aku tak yakin, mungkin nanti kita akan mendapatkan jawabannya '' lanjut Alika yang semakin membuat Ana heran dan penansaran, dan ketika Ana ingin bertanya kembali Alika dengan cepat melangkah ke dalam gua karna melihat sesuatu yang sagat ia kenali, sebuah patung pria paruh baya dengan menggunakan jubah kerjaan dan mahkota di atas kepalanya dan di atas patung tersebut ada tulisan yang menjelaskn jika dia adalah raja kerajaan cahaya Hanshen Frederick .
Ana pun tercengang dengan apa yang dia lihat, sungguh sangat beruntung bisa melihat raja kerjaan cahaya terdahulu, namun ketika Ana melihat Alika, Ana menautkan kening nya bingung.
''ada apa Alika dan mengapa kau menangis'' Ana heran mengapa Alika menangis melihat patung itu .
__ADS_1
Alika sambil terisak dalam tangisnya berkata ''Ana dia kakek ku ''
''kakek''Ana membulatkan matanya tercengang dengan kenyataan yang ia ketahui ''maksudmu kake mu adalah raja di kerajaan cahaya '' dan di angguki oleh Alika.
''kau tau Ana awalnya aku tidak percaya dengan apa yang ku dengar namun ini adalah hal yang membuktikan jika kakeku benar - benar seorang raja '' Ana yang masih syok mendengar kenyataan ini, hingga akhirnya ia mengerti mengapa Alika sangat ngotot untuk pergi ke arah selatan dan pergi ke hutan kematian .
''Alika apa ini alasanmu kemari ''
''ya Ana ''
lalu Alika mengelilingi tempat itu tempat peninggalan kerajaan cahaya dan ketika ia mengelilingi tempat itu ia melihat sebuah peti kecil dan pedang yang tertancap di batu besar namun terlihat sudah berkarat, Alika yang penasaran membuka peti itu dan ada sebuah surat dengan tulisan
"cabutlah pendang di samping peti ini jika kau berhasil maka kau memang pewaris yang telah di takdirkan untuk menjadi raja/ratu di kerjaan cahaya "
lalu Alika tanpa ragu mencabut pedang itu dan seketika cahaya terang menyelimuti tubuhnya, Ana yang melihat itu semakin tercengang dengan apa yang ia lihat, Ana menutup matanya karna cahaya yang sangat menyilaukan yang menyelimuti Alika .
Sinar yang menyelimuti Alika perlahan meredup dan menghilang membawa Alika , Ana yang melihat itu membulatkan matanya terkejut .
''Alika kau kemana '' Ana yang sangat mengahwatirkan Alika karna Alika menghilang tepat saat cahaya itu meredup.
*****
''astaga indah sekali ''
sesaat ia melupakan Alika dan lalu Ana di kagetkan dengan suara pria yang memanggilnya .
''nona, apakah kau nona Ana ''?
Ana yang masih terkejut dengan apa yang ia lihat, di tambah munculnya pria tampan yang menyapanya, bahkan ia mengetahui nama nya.
''si si a apa kau ''? Ana yang tergagap karna keterkejutannya .
''perkenalkan saya Alexis saya salah satu satria di kerjaan cahaya '' Alex membungkukkan kepalanya ke hadapan Ana karna Alex tau jika Ana adalah teman yang mulia ratunya .
''satria, kerajaan cahaya ,.?'' Ana masih belum mengerti dengan apa yang terjadi saat ini .
''nona saya di perintah oleh Ratu untuk menjemputmu ''
''Ratu , aku , kenapa ?'' Ana bingung mengapa ratu kerajaan cahaya meminta menjeputnya.
__ADS_1
Satria Alexpun tersenyum ''kau akan tau nanti'' tanpa persetujuan Ana, Alex menteleport Ana dan dirinya untuk segera sampai di istana kerajaan cahaya .
*****
Ana kini hanya tercengang dan tidak tau apa yang ia harus lakukan , ia di bawa oleh satria Alex dan kini ia berada di taman istana kerajaan cahaya , lagi Ana terkejut dengan suara yang sangat ia kenali, Ana menoleh dan melihat wanita dengan pakaian yang sangat indah dan mahkota di atas kepalanya, dan kecantikan wanita itu yang akan membuat iri semua wanita di benua ini, kecantikan yang mungkin melebihi seorang dewi sekalipun .
''Ana kau sudah datang ''
''Alika kau ''
Ana tak bisa berkata apapun ia menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangannya, dengan bola mata yang membola melihat Alika, teman nya dan juga jungjungannya kini berbeda sangat berbeda .
Alika tersenyum melihat ekspresi Ana ''kemarilah dan duduk aku akan menjelaskan nya padamu ''
Alika menyuruh Ana untuk duduk di bangku taman di hadapannya, Ana yang ragu dan takut karna kini Alika kastanya jauh berada di atasnya, dia hanya seorang pelayan namun Alika kini ia menjadi seorang ratu, Ana hanya terdiam dan terntunduk tidak berani menatap Alika, Alika yang mengerti Ana seperti itu pun berkata.
''kau teman ku, kemarilah dan duduk , sudah ku katakan bukan jika aku tidak pernah melihat kasta , kemarilah , apa kau tidak ingin mendengar ceritaku ?''
Ana yang awalnya ragu kini memberanikan diri dan menghampiri Alika, lalu duduk di bangku yang berhadapan dengan Alika .
Alika tersenyum dan mulai menceritakan semuanya.
''kau ingat aku pernah bertanya padamu tentang semua kerajaan di benua ini ''
Ana mengangguk
'' lalu kau menyebutkan kerjaan cahaya yang menghilang '' lanjut Alika dan Ana menyimak Alika dengan serius .
''pertama aku ingin kau berjanji padaku jika kau bisa menjaga rahasia, apa yang akan aku katakan dan kau dengar kau harus bisa menyimpanya rapat - rapat '' Alika yang berencana untuk menceritakan kepada Ana tentang ruang dimensi nya , karna ruang dimensi adalah awal yang membawanya bisa sampai disini .
Ana menganggukkan kepalanya ''aku berjanji dan bersumpah akan menjaga rahasiamu dengan rapat '' Alika tersenyum.
''baiklah , aku yakin kau bisa menjaga rahasia ini , saat kau menyebut tentang kerjaan cahaya kau tau aku sangat mengenal nama itu, dan dari mana aku tau tentang kerjaan cahaya ,aku tau dari kalung demensi ini '' kata Alika sambil memegang kalung nus
''kalung dimensi '' lagi Ana sangat terkejut dengan apa yang ia dengar berarti ketika Alika meangatakan tentang cincin penyimpanan sebenarnya Alika punya yang lebih dari itu .
''kalung ini aku dapat dari kakeku , awalnya aku tidak tahu jika dia memang seorang raja, namum kenyataan ini membuktikan jika dia benarlah seorang raja dan dengan kalung ini yang ia wariskan kepadaku dia secara tidak langsung menunjuk aku sebagai penerus tahta kerajaan cahaya ini, untuk itulah aku bisa sampai disini , lucu bukan aku yang sangat tidak suka dengan kerajaan malah di angkat menjadi seorang ratu '' Alika pun tersenyum kepada Ana yang masih terkejut dengan semuanya.
''Ana aku tau kau sangat terkejut dan aku pun sama ''
__ADS_1
Dan Alika pun kembali meneruskan ceritanya hingga kerjaan cahaya bisa kembali terlihat dan berdiri kokoh di tengah hutan kematian ini .