
Setelah pria itu membuka identitasnya, datanglah dua pengawal bayangan yang mengawasi atau menjaga pria tersebut dari kejauhan, dan memberi hormat pada pria itu, lalu mereka berdiri di belakangnya.
"kau seorang Putra Mahkota'' tanya Alika.
''benar'' Putra Mahkota itu mengangkat halis nya bingung, melihat wanita di depan nya, serta teman - temannya tidak memberi hormat padanya, jika ia adalah seorang Putra Mahkota, namun ia tidak mempermasalahkannya, karna dia bukan seorang yang haus akan kehormatan,
''kau Putra dari Raja Desmon August,''
Putra Mahkota tersentak'' kau mengenal ayah aku''
''tidak, aku hanya tau namanya saja, lalu untuk apa kau melakukan semua ini?''
Putra Mahkota itu megangguk'' aku melakukan semua ini karna ada laporan masuk ke padaku, jika para bengasawan atau pejabat, selalu menindas orang - orang lemah''
Alika mengangguk mengerti dan tidak ingin lagi bertanya, karna itu urusannya dia tidak ingin ikut campur.
''baiklah jika begitu aku pergi'' pamit Alika pada Putra Magkota.
Putra Mahkota yang sedikit tertarik dengan Alika dan penasaran dengan identitas apa yang ada pada sosok wanita ini, bahkan dia tahu jika dirinya yang sedang berpura - pura.
''Nona bisa kah kita berbincang sebentar, dan berkenalan sambil makan siang, aku yang akan mentraktir kalian sebagai balasan telah membantuku'' tawar Putra Mahkota.
Alika berpikir sejenak dan melihat teman - temannya yang setuju - setuju saja apa pun keputusan Queenya, Alika tidak mengatakan apapun namun ia menganggukkan kepalanya tanda setuju,
Setelah itu mereka menuju rumah makan yang cukup terkenal disana, rumah makan tersebut cukup ramai di datangi orang - orang untuk makan siang, mereka berjalan beriringan dan mereka pun menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak Putra Mahkota yang mereka kenal adalah seorang pria yang paling tampan dan di minati banyak wanita namun bagi Putra Mahkota, belum ada wanita yang membuatnya tertarik, bahkan Nona Rosaline anak dari seorang mentri di Kerajaan Dominik yang terkenal akan kecantikannya ia tidak tertarik, meski Nona Rosaline selalu mencoba mendekatinya.
Mereka telah berada di rumah makan tersebut, mereka menaiki lantai dua untuk mereka yang mempunyai plakat bangsawan dan kerajaan, mereka menduduki meja makan yang berada di pojok, sedangkan kedua pengawal Putra Mahkota tidak ikut ke dalam dan menunggu di luar rumah makan tersebut, sambil menunggu makanan datang mereka berbincang.
''kalo boleh tahu siapa namamu ''
''Alika''
''Queen, panggil nona kami dengan sebutan Queen'' kata Alexis tegas pada Putra Mahkota.
__ADS_1
Putra Mahkota sejenak terdiam, apa maksud dari sebutan Queen, apa dia punya jabatan yang lebih tinggi dari nya, pikir Putra Mahkota.
Alika hanya tersenyum pada Alex dan menatap Putra Mahkota ''tidak apa jika kau keberatan memanggilku Queen, kau bisa memanggilku Alika.'' lanjunt Alika.
Namun Alex dkk, tidak terima dan ingin berniat protes namun Alika kembali berkata.
''aku tidak suka memaksa orang''
seketika semuanya terdiam dan tidak ingin kembali protes.
Putra Mahkota masih merasa bingung dan tidak mengerti, namun tidak terlalu di pikirkan olehnya, makanan pun datang dan mereka lebih dulu menghabiskan makanan nya, sertelah itu mereka akan melanjutkan lagi obrolannya.
''Alika kau berasal dari mana, karna aku baru melihatmu disini bersama teman - temanmu''
''kami berasal dari benua timur, kami sedang berpetualang'' singkat Alika dan di angguki Putra Mahkota.
''kau berasal dari benua timur''
Alika mengangguk, Alika yang teringat Putra Mahkota menggunakan sibir pencipta pun bertanya, ''kau pengguna sihir pencipta''
''benar, tidak apa, perlahan energi mu akan keluar dengan sendiri nya, dan itu bagus agar kau bisa mengusai sepenuhnya secara perlahan''
''aku mengerti, apakau juga pengguna sihir, dan maaf jika boleh aku tau apa kau seorang putri dan siapa mereka'' tunjuk Putra Mahkota pada Alex dkk.
''aku bukan seorang putri, dan ya aku juga pengguna sihir, untuk siapa mereka, mereka akan menjawab nya sendiri'' Alika yang secara tidak langsung menyuruh Alex dkk, untuk memperkenalkan dirinya pada Putra Mahkota.
''saya Alexis ksatria yang melindungi Queen Alika, sama hal nya dengan Roger dan Vania, sebelah Vania ada Ana dia adalah teman dekat Queen kami'' wakil Alex yang memeperkenalkan diri pada Putra Mahkota.
''ksatria?''
Alex mengangguk ''ada apa?''
'' tidak, hanya saja aku pernah mendengar tentang ksatria yang ada di Kerajaan Cahaya'' apa mungkin Alika adalah penerus kerajaan cahaya?''' pikir Putra Mahkota namun ia tepis kembali, karna ia mendengar dari ayahnya jika Kerajaan Cahaya sudah menghilang seolah di telan bumi.
__ADS_1
Alika dan yang lain nya hanya tediam tidak ingin menanggapi apapun.
''Putra Mahkota maaf sepertinya saya dan yang lainnya, meski pamit duluan karna kami akan mencari penginapan di sekitar sini''
''oh baiklah silakan, sebelum itu aku ingin mengundangmu dan yang lain untuk datang di acara ulang tahu ku esok lusa, apa kau dan yang lain bersedia hadir?'
''baiklah kami akan usahakan''jawab Alika.
''baiklah, terimaksih dan ini kau bisa menunjukkannya pada prajuruit istana jika kau akan datang'' Putra Mahkota yang memeberikan sebuah plakat resmi kerajaan pada Alika.
Akikapun menerimnya dan kemudian ia dan yang lainnya pamit dari sana dan keluar dari rumah makan tersebut.
.
.
.
Alika dkk, teng berjalan di arena sepi karna mereka sepakat mencari penginapan yang tidak terlalu ramai dengan orang - orang, di pertengahan jalan Alika dan yang lainnya di hadang oleh sekolompok orang, dan merekapun seketika mengepung Alika dan yang lainnya, yang membuat Alex, Roger, Vania da Ana bersiap melindungi Queennya, sedangkan Alika ia tetap tenang dan memandag mereka, mereka semua memiliki energi spritual namun tidak setinggi Alex dkk.
''siapa kalian ?'' tanya Alika.
Dan terdwngar suara pria yang familiar di belakang mereka yang menjawab,
''halo nona kita bertemu lagi'' katanya sambil tersenyum remeh.
''oh kau, bangsawan yang memukuli pria yang menurut lemah'' jawab Alika sambil tersenyum remwh ke arahnya.
''cih dia memang lemah''
''dan kau seimorang pengecut'' jawab kembali Alika.
''brengsek apa maksudmu hah, hey nona aku sedah mencari tau tentangmu, namun kau ternyata adalah seorang buronan Kerajaan Matahari di benua timur dan kau hanya seorang petualang bukan, apa kau tidak khawtatir jika kau akan mati disini?''
__ADS_1
''ah kau memang pengecut hanya berani pada orang yang lemah dan beraninya dengan mengeroyok dan meminta bantuan'' jawab Alika.
''Kalian pergilah dan bawa Ana bersama kalian, aku ingin mencoba katanaku, sepertinya mereka cocok menjadi percobaanku'' lanjut Alika pada Alex dan yang lainnya, dan mereka pun mengangguk mengerti, karna mereka yakin jika Queennya tidak akan mudah di kalahkan apalagi ia mempunyai gelang yang bisa membuat tubuh si pemakai beregenerasi dengan cepat jika terluka.