
Raja Erland tersenyum melihat keterkejitan Alika memdengar tentang sebuah hutan kematian.
.
''hutan kematian apa maksudnya mengapa di namakan seperti itu ?'' tanya Alika yang merasa aneh.
''karna setiap orang yang memasuki hutan itu sudah pasti tidak akan kembali lagi atau mereka tidam akam keluar dari hutan tersebut, seolah mereka seperti di telan ke dalam hutan agar tidak bisa kembali dan keluar dari hutan itu, pemikiranku mungkin disana banyaknya hewan buas maka banyak orang yang tidak selamat ketika masuk hutan itu '' jelas Raja Erland pada Alika.
'apa ini apa aku memang harus kesana batin Alika'
Alika memandang Raja Erland ''kau pernah kesana''?
Raja Erland menggelengkan kepalanya ''tidak Alika, hanya saja jika aku pernah melewatinya, hutan itu terlihat gelap dari luar, namun menurut kabar disana banyak sesuatu yang berharga, berita tentang adanya sebuab harta karun tepatnya yanh kita dengar, tapi kita kurang tau apa harta itu, itulah mengapa banyak orang yang ingin masuk kesana mencari keberuntungan nya, namun nyatanya mereka tidak pernah kembali ''
Alik menautkan kening nyaerasa aneh dengan orang di zaman ini mengapa mereka bisa percaya begitu saja jika di dalam hutan itu ada sebuag harta.
''mengapa orang - orang beranggapan jika di hutan itu ada harta karun ?'' tanya Alika kemudian pada Raja Erland.
Raja Erlang mengedikka bahunya ''entahlah mungkin karna dulu disana adalah tempat dimana kerajaan cahaya berdiri ''
Alika mengangguk mengerti mengapa semua berpikit seperti iti ''apa tidak ada bekas dari kerjaan cahaya mungkin seperti reruntuhan atau apa ''? Tanya Alika pensaran.
Raja Erland menggelengkan kepalanya ''tidak ada, semua hilang begitu saja bersama para penduduknya, dan bahkan bekas - bekas atau renruntuhan yang kau maksud semua tidak ada, namun aku pun tidak tahu persisinya karna aku pun tidak pernah memasuki hutan kematian, pernah ada yang ingin mencari tau namun sia - sia tidak ada yang mereka dapat, namun malah dirinya lah yang menghilang dan tidak terlihat keluar dan kembali dari hutan itu ''
Alika mengela nafas gusar dan tidak merasa puas, setelah mendengar cerita dari Raja Erland tentang kerajaan cahaya, dan eksperedsi Alika yang terlihat seperti banyak memnyimpan pertanyaan dan masih penasafran dengan kerajaan Cahaya, disadari oleh Raja Erland yang membuat nya curiga dan merasa bibgung dengan Alika.
__ADS_1
''ada apa, mengapa kau begitu penasaran tentang kerajaan cahaya '' tanya Raja Erland dengan tatapan tegas nya pada Alika, ia merasa ada yang di sembunyikan oleh Alika.
''tidak apa aku hanya ingin tau saja, kau tau ini sangat aneh, aku orang yang sangat penasaran dengan hal yang seperti ini dan sangat ingin tahu sebab apanya yang mebuat kerajaan itu menghilang, di dunia kubtidak da hal yang seperti ini '' jawab Alika tenang , dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya kepada Raja Erland, dan berharap Raja Erlanf bisa mempercayainya.
Raja Erland memandang Alika lalu ia pun mengangguk, meski ia pun masih belum puas dengan alasan Alika berikan padanya.
"hal ini pun pertama kalinya di zaman ini, semua orag saat itu merasaka ketakutan, karna mereka berpikir mungkin ada sngkut pautnya dengan iblis''
"iblis" heran Alika lagi.
Raja Erland mengangguk "orang - orang terahulu percaya jika iblis memang lah ada dan hidup dengan kita, dan bahkan mereka mengatakan jika orang - orang terdahulu pernah bersekutu dengan mereka, itu menurut cerita karna aku pun sempat tidak percaya akan hal ini, lupakanlah karna mungkin ini sebuah dongeng dari mereka untuk menakuti kita"
Alika terdiam merasa konyol dengan cerita tentang iblis dan tersenyum tipis dan mengangguk pada Raja Erland.
"sudah malam sebaiknya kau beristirahat '' ucap Raja Erland.
******
Pagi hari Alika dan Raja Erland kembali ke desa itu, dan mereka kembali melakukan aktivitas seperti hari kemarin, Alika berada di tenda berkeliling ke semua pasien yang ada di sana, dan Raja Erland yang membantu warga dan prajurit untuk kerja bakti.
''syukurlah semua membaik '' ucal Alika.
''semua berkat anda nona, terimaksih telah membatu kami menyembuhkan mereka '' jawab salah satu tabib yang membantu Alika.
Alika tersenyum ''sama - sama ini kerja keras kita semua , sudah tugas manusia untuk saling membantu bukan?''
__ADS_1
Mereka tersenyum dan mengangguk , mereka senang ada orang seperti Alika yang suka menolong tanpa pamrih, mereka mengagumi sosok Alika, bahkan beberapa dari mereka menyebutnya seorang malaikat, Alika yang berwajah cantik dan berhati seperti malaikat tidak heran mereka menyebut Alika sebagai malaikt todak bersayap yang di kirim tuhan untuk mereka.
******
Beberapa hari pun telah berlalu kini Alika brsama Raja Erland bereda di depan semua penduduk desa yang sudah terlihat sehat, mereka semua mengucapakan terimaksih kepada raja dan Alika, mereka para warga desa itu berpikir jika Alika yang akan menjadi permasuri di kerajaan ini, karna melihat kedekatan Raja Erland dan Alika selama di desa, namun Alika menepis semuanya dan menjelaskan kepada mereka jika Alika dan Raja Erland hanya berteman saja, setelah itu mereka pamit kembali menuju ke kerajaan atau istana, Alika dan Ana bersama mobilnya dan Raja Erland menaiki kuda di kawal oleh Jendral dan prajuritnya.
Di mobil Ana bertanya kepada Alika ''Alika apa kau menceritakan penyerangan tenpo hari kepada yang mulia ?''
''tidak untuk apa, biarkan dia tahu dengan sendirinya aku bukan orang yang suka mengadu ''
''aku hanya khawatir jika kemarin Margharet gagal menyelakaimu, maka dia akan mencari cara yang lainnya sampai ia mendengar kabar jika kau telah kalah ''
''sungguh merepotkan, aku baru melihat wanita seperti itu, yang sangat terobsesi pada apa yang menjadi targetnya, bahkan orang lain yang tidak ada hubungannya malah ikut menjadi korban nya, Ana apa korban Margharet sudah banyak maksudku wanita yang di anggap nya saingan oleh Margaharet ''
''aku kurang tau namun yang ku dengar, ada beberpa yang mundur mendengar ancaman nya dan bahkan ada yang sampai terbunuh ''
''lalu apa kerajaan tidak ada tindakan ?''
''mereka tidak ada bukti yang jelas hanya tuduhan saja maka kerjaan pun tidak bisa menghukumnya begitu saja ''
Alika menganguk mengerti ''kau tau wanita seperti Margharet itu, seperti tidak punya harga dirinya, dia rela merendahkan dirinya demi seorang pria, mengapa tidak mencari laki - laki yang lain saja sudah jelas bukan jika ia selalu di tolak oleh Raja Erland ''
Ana mengangguk setuju ''tapi Alika Margharet bukan hanya mengincar yang mulia dia juga mengingikan tahta ''
''ash kau benar, apa jadinya jika Margharet itu menjadi Ratu di kerajaan ini ''
__ADS_1
''Alika aku akan menjadi orang pertama yang mundur jadi rakyat kerajaan awan jika Margharet menjadi ratu ''
Mereka pun tertawa membayangkan seorang wanita sombong dan arogan menjadi ratu di kerjaan ini mungkin kerajaan ini akan hancur pikirnya.