Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 56


__ADS_3

.Ketika Alika mengetahui jika Clarisa lah yang telah membuat keributan, ia menuyuruh dayang tersebut untuk mengatakan pada prajurit yang berjaga di depan agar membiarkannya masuk dan menemuinya.


Kini Alika dan Clarisa duduk berhadapan di sebuah gazebo di luar paviliun, Clarisa menatap tajam ke arah Alika, sedangkan Alika ia hanya bersikap biasa saja dan setia dengan wajah datarnya, Alika menunggu apa yang akan di katakan oleh wanita di hadapannya.


''cik, siapa dia sebenrnya kalian lihat bukan gaya nya yang sok berkuasa disini'' ucap Vania yang tidak suka dengan ke hadiran Clarisa yang menatap dirinya dan yang lainnya seolah jijik dan berlagak sombong ketika melewati dirinya dan teman - temannya.


Alex dan yang lain hanya mengangguk dan fokus menatap Alika dan Clarisa yang sedang berbicara di gazebo, mereka melihat dari kejauhan, mereka memang sangat ingin mengatahui apa yang di bicarakan oleh Queen nya pada wanita sombong tersebut.


''apa kau senang dengan sambutanku''


Alika tidak menjawab ia hanya menatap aneh pada Clarisa.


''kau tau itu adalah peringatan untuk mu agar kau tidak mendekati yang mulia, namun seperti nya kau bodoh dan tidak mengerti dengan sambutanku semalam''


cih sambutan atau ancaman yang kau maksud


aku lah yang tidak mengerti dengan otak mu nona.


''Apa kau bisu jawablah pertanyaanku"


kedua halis Alika berkerut mendengar pertanyaan Clarisa, Alika menghela nafasnya dan kemabali menatap Clarisa " apa kau lihat jika aku pernah mendekati yang mulia mu itu"


''semalam aku lihat kau mendekati nya bahkan kau membawanya kepaviliun ini, cih kau telah menggodanya bukan, dasar murahan'' jawabnya dengam nada mencibir.


"ash semalam ya, aku tidak mendekatinya namun Raja Basil mengahampiriku dan meminta maaf padaku atas ulah seseorang yang tidak bertanggung jawab karna menaruh racun dalam makananku" jawab Alika sambil tersenyum.


deg.. apa yang mulia mengetahui nya. batin Clarisa.


Alika kembali tersenyum melihat ekspreai Clarisa yng terlihat pucat.


"kau tidak perlu khawatir dan takut nona, karna Raja Basil tidak mengetahui jika itu ulah mu " lanjut Alika sambil tersenyum mengejek ke arah Clarisa karna kenyataanya Raja Basil memang telah mengetahui semuanya.


Clarisa menatap tajam pada Alika.


"cih aku tidak takut karna semua bukti telah aku hilangkan lagi pula aku yakin jika yang mulia tidak akan menghukumku" jawabnya dengan dada yang di busungkan dan sangat percayadiri karna dia yakin jika Raja Basil tidak akan berani menghukunya karna ada ayahnya.

__ADS_1


"dengar aku kemari hanya ingin memastikan dan mengatakan padamu agar kau tidak lagi mendekati yang mulia, jika kau berani mendekati nya lagi akan aku pastikan kau akan mati di tanganku, ini adalah peringatan terakhir dariku" lanjutnya lagi.


"dan satu lagi segeralah tinggal kan tempat ini, karna tempat ini sangatlah tidak cocok untuk seorang wanita petualang seperti mu, cih menjijikan" setelah mengatakan itu Clarisa pun berdiri dan pergi dari sana, dan seharusnya akulah yang berada dan tinggal di paviliun ini.


Setelah Clarisa terlihat meninggalkan Alika, Alex dan yang lainya mengahampiri Queennya.


''Queen'' sapa Ana.


''oh kalian duduklah''


''Queen siapa wanita tadi'' tanya Vania yang sejak tadi sangat ingin tahu.


Alex dan yang lainnya pun ikut menyimak dan menatap Queenya ingin mendengar jawaban dari Queenya.


''dia Clarisa, aku tidak bisa mengatakan hal yang lebih detail lagi, karana ini adalah rahasia dari Raja Basil namun yang jelas jika dia adalah wanita yang menganggap Raja Basil miliknya dan aku adalah seorang pengahalang dan penganggu untuknya''


''maksudmu jika wanita tadi menyukai Raja Basil namun karna kehadiran mu membuat wanita itu berpikir jika posisinya akan tergeser olehmu'' jawab Vania.


''ya dan dia mengamcamku, aku jadi ingat tentang wanita yang kelakuanya sama sepertinya di kerajaan awan"


''kau benar namun mungkin tidak akan lama lagi dia akan berada di istana'' jawab Alika sambil tersrnyum, yang membuat Alex dan yang lainnya tambah penasaran.


''Queen ada yang ingin kami beritahukan padamu''


Alika menatap Alex seolah meminta untuk melanjutkan ucapannya.


''Kerajasn Dominik, mereka ada disini dan baru tiba pagi tadi apa kau ingin menemui mereka''


''mereka disini, biarlah mungkin saat makan siang nanti kita akan bertemu''


Alex dan yang lainya mengangguk.


''kalian disini''


Alex dan yang lain hanya mengangguk dan berniat berdiri untuk memisahkan diri ketika melihat jika Raja Basil datang dan mengahampiri mereka.

__ADS_1


''kalian tidak perlu pergi, dan tetaplah duduk di tempatmu'' setelah mentakan itu, ia pun lalu duduk dan bergabung dengan semuanya.


''ada apa kau tiba - tiba datang kemari'' tanya Alika


''aku tidak sengaja melihat Clarisa keluar dari paviliunmu, apa dia menganggumu''


''dia hanya mengancamku untuk tidak mendekatimu''


Raja Basil mengehela nafas nya dia benar - benar sudah tidak tahan lagi akan sifat Clarisa yang semakin keterlaluan seprtinyavia meski harus lebih tegas lagi padanya.


''kau tidak perlu memikirkannya aku tidak ajan terpengarub dengan ucapannya''


Raja Basil mengangguk percaya jika Alika tidak akan mudah terprofosi kasi okeh orang lain terlebih lagi itu adalah Clarisa.


''kau ingin ikut, aku akan keluar istana ke tempat dimana akan di laksanakannya Fetival Lampion, karna dua hari lagi acara akan di mulai aku ingin memastikan kesana agar tidak ada hal yang terlewat''


''aku ikut karna aku pun berencana ingin berjalan - jalan ke luar istana hari ini''


''baiklah, kalian semua pun boleh ikut, kalian bersiaplah kita bertemu di gerbang istana setelah siap ''


Alika dan yang lainnya pun mulai bersiap begitu pun Raja Basil yang telah pergi untuk menganti pakainya karna ia biasa jika di luar istana tidak pernah menggunakan pakaian kebesarannya.


Kini Alika dan yang lainnya telah siap dan sudah berada di gerbang istana untuk menunggu Raja Basil, tak lama Alika pun melihat Raja Basil beserta para prajurit membawa serta kuda untuk mereka gunakan.


''maaf membuatmu menunggu''


Alika mengangguk


''kalian bisa menunggang kuda bukan, pilih lah kuda yang kalian ingin tunggangi''


Alika dan yang lainya pun memilih kudanya masing - masing dan langsung menaikinya.


Di kejauhan Clarisa yang awalnya ingin menghampiri Raja Basil karna ia mengenakan pakaian biasa dan ia sudah tahu jika Rajanya mengenakan pakaian biasa maka akan pergi keluar istana, maka ia berniat untuk menawarkan diri ingin ikut bersamanya namun saat ia lihat jika Raja Basil menghampiri Alika yang telah menunggunya bersama teman - temanya, membuat ia mengurungkan niatnya, Clarisa ia matanya yang menatap tajam dengan tangan terkepal dan leher yang mengeras, ia kesal dan marah pada Alika seolah apa yang telah ia katakan padanya tidak ada satu pun yang membuatnya terancam, maka ia berpikir ia harus benar - benar membuat Alika merasakan amarah nya dan ia akan meminta tolong pada ayahnya untuk bisa menyingkirkan Alika sesegara mungkin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2