Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 83 ( bab baru )


__ADS_3

beberapa hari berlalu ...


KERAJAAN PHONIX.


Raja Basil memberikan hukuman mati kepada Tuan Jaxton dan Clarissa yang saat ini akan mereka lakukan.


"kau memutuskan menghukum mati mereka" tanya Alikabyang saat ini tengah bersama Raja Basil, yag berniat pamit untuk kembali ke kerajaan nya namun Alika mnedngar tentang hukuman mati yang akan di berikan pada Tuan Jaxton da Clarissa hari ini.


Raja Basil mengangguk "itu dalah hukum yang berlaku bagi mereka yang memberontak ataupun pengkhianat"


Alika mengangguk mngerti karna ia pernah mengetahui di jaman kerajaan hukuman ini yang memang kerap di lakukan.


"baiklah, aku sudah berjanji ubtuk tidak mencampuri urusan kerajaan lain, aku kemari ingin berpamitan padamu, aku dan yang lainya akan segera kembali ke kerajaan"


Raja Basil terdiam dan memandang Alika, mereka berada di ruang kerja Raja Basil, hanya ada mereka berdua.


"ada apa mengapa kau terlalu buru buru untuk kembali, ash maaf jika kemarin kemarin aku tidak menemanimu karna perkerjaan yang menumpuk itu"


Alika tersnyum " tidak apa aku mengerti, aku sudah terlalu lama meninggalkan kerajaan, meski memang belum di kenal namun aku harus kembali dan membangun kerjaan kembali"


Raja Basil mengangguk "kau kembali saat ini juga apa ku tidak ingin melihat eksekusi mereka "


Alika menggelangkan kepalanya "tidak, dan ya aku akan kembali saat ini"


"baiklah aku tidak bisa memaksamu untuk tetap tinggal, tapi kita bisa bertemu kembali bukan dan kau jiga sudah berjanji agar aku bisa berusah memilikimu " Alika pun mmgangguk dan tersenyum.


"jika saatnya tiba dan memang kita di takdirkan bersama aku tidak akan menyangkalnya, dan lagi Raja kau tahu, sama halnya dengan pria lainnya, aku tidak pernah melarang mereka mendekatiku, masa depan atau takdir kita tidak tahu, kau mengerti maksudku bukan" Raja Basil mengangguk.


"aku mengerti, dan itu membuatku harus lebih berusaha lagi mendapatkanmu agar takdir memihak padaku" ucap Raja Basil. "baiklah aku akan mengantarmu dengan membuatkan portal agar langsung sampai di kerajaanmu"


Alika menggeleng "bukankah kau sudah di tunggu"


"biarkan mereka menunggu, kau yang lebih penting untukku saat ini" ucap Raja Basil.


"baiklah terserah padamu Raja, kita pergi ke paviliun ku mereka mengguku disana" angguki Raja Basil.

__ADS_1


"kau pergilah lebih dulu aku akan menyusul, aku akan memberitahu mereka lebih dulu untuk menunggu ku sebentar lagi" Alika pun mengangguk dan pergi menghilang dari hadapan Raja Basil.


Raja Basil pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar untuk memberitahukan ke pengawalnya.


"yang mulia, mereka sudah siap" ujar pengawal Raja Basil.


Raja Basil mengangguk "aku tahu, kau pergilah kesana dan katakan untuk meungguku sebentar lagi, aku harus mengantar Alika untuk kembali ke kerajaannya"


"baik yang mulia" ujar pengawal itu dan Raja Basil pun menghilang.


Di paviliun Alika.


"kau suda siap" Alika mengangguk, Raja Basil yang melihat Alika sedang bercengkrama dengan para kesatrianya.


"baiklah ku harap kita akan segera bertemu lagi" ucap Raja Basil.


"Raja, kami akan menunggu kunjunganmu disan" ujar Alex.


"tentu, aku akan segera kesana bagiku itu memang harus aku lakukan" ucap Raja Basil sambil memandang Alika dan di balas senyuman oleh nya.


"ah aku harap mereka berjodoh" ucap Vania dengn lirih pada Ana, dan Ana pun mengangguk setuju.


Vania dan Ana pun mengangguk serempak, tak lama mereka pun melihat sebuah portal yang buat oleh Raja Basil langsung menuju hutan kematian.


"aku hanya bisa membuat sampai di hutan kematian karna istana kalian di tutupi sebuah aray bukan, dan aku tidak bisa melihatnya"


Alika mengangguk "itu tidak masalah, terimaksih" ucap Alika.


Raja Basil mengangguk dan tersenyum, dan mempersilahkn Alika dan para kesatrianya untuk kembali ke kerajaannya.


Alika dia kembali lebih dulu, setelah itu di ikuti Ana dan yang lainnya hingga semua telah kembali portal itu kembali di tutup oleh Raja Basil.


"aku akan merindukanmu" ucap Raja Basil dan menghilang dari paviliun yag di tempati Alika.


Di temoay eksekusi, para pejabat dan lainnya terdengar riuh mereka masih membicarakan tentabg Raja Basil yang masih terus bersama dengan Alika bahkan mendahulukannya.

__ADS_1


"aku masih tida mengerti mengapa yang mulia masih menyukainya, bukankah suda jelas jika dia hanya lah buronan"


"itu benar, tapi yang mulia tetap mengatakan jika dia adalah seorang Ratu dari kerajaan cahaya"


"apa yang mulia telah disihir olwh wanita itu agar di jadikan nya Ratu di kerajaan ini"


"jika begitu kita hrua cepat menydarkannya"


"benar itu benar "


Terdengar para pejabat bahkan para prajurit yang terus menerus memprotes Raja yang memilih Alika hingga perkiraan perkiraan yang muncul dari benak mereka jika Raja Basil telah di sihir oleh Alika.


Tuan Jaxton dan Clarisaa mereka terduduk di kursinya masing dengan ikatan yang melingkar di tubunhya, pakaian putih yang mereka kenakan terlihat bersih namun mereka berdua terlihat lusuh dengan luka tang telah mengering yang terlihat jelas di tubuh mereka.


Mereka mendengrar para pejabat yang memprotes keras tentang Raja Basil yang menyukai Alika pun tersenyum setidaknya sebelum kematian mereka Raja Basil tidak akan bahagia ataupun mudah dalam menentukan hidupnya.


"apakah ini pekerjaan kalian" ucap Raja Basil yang datang dengan tiba tiba da mendengar pembicaraan para pejabat.


"salam yang mulia" ucap serentak para pejabat sambil menunduk.


"ku kira bagaimana dengan hidupku tidak ada kaitannya dengan kalian, bukankah aku sudah katakan jika kalian tidak menyukai ku kalian bisa meninggalkan kerajaan ini, atau apa aku yang harus meninggalkan kerajaan"


Para pejabat pun kembali riuh dengn perkataan Raja Basil, tuan Jaxton dan Clarissa tersenyum mendengarnya jika mulutnya tidak di bungkam mungkin mereka suda ikut berbicara.


"baiklah jika mau kalian" ucap Raja Basil yang membuat heran semua orang.


Raja Basil melangkah ke hadapan Tuan Jaxton dan Clarissa saat sudah berada di hadapan mereka Raja Basil mengeluarkan dua pedang dengan sihirnya.


"sepertinya kalian menikamati hal ini, apa kalian pikir aku tersiksa dengan penolakan mereka, cih itu tidak mungkin, kalian tau, justru aku senang dengan begini aku bisa tahu bagaimana wajah dari para pejabat di kerajaan ini"


Ucapan Raja Basil kepada Tuan Jaxton dan Clarissa terdengar oleh para pejabat yang hadir disana dan tidak mengerti dengan maksud dari Raja Basil.


"aku adalah seorang Raja lalu apa aku hrus tunduk pada mereka" ucap Raja Basil tersenyum miring.


Raja Basil sudah sangat kesal dengan perkataan para pejabat, dengan sekali tebasan dua kepala menggelinding dan darah yang memuncrat ke tubuh bahkan wajah Raja Basil, Tuan Jaxton dan Clarissa akhirnya mati di tangan Raja Basil.

__ADS_1


Raja Basil sudah bertekad untuk menjadi Raja yang tidak bisa di bantah oleh siapapun.


Pandangan tajam dan senyuman miring yang ia tunjukkan membuat semua orang yang ada disan merasakan ketakutan terlebih dengn energi Raja Basil yang terasa hingga mereka tertunduk hingga tidak dapat berdiri.


__ADS_2