
Di ruang kerja Raja Erland, terlihat Raja Erland yang sedang sedikit sibuk dengan pekerjaannya dan mendengar Alika yang ingin menemuinyapun menyuruh untuk masuk, Raja Erland berpikir jika Alika sudah mengetahui apa yang akan dia minta, perihal 3 permintaan yang dia berikan, namun ketika Alika masuk ia mengerutkan keningnya bingung pasalnya Alika terlihat sangat kesal.
''ada apa, apa kau sudah dapat apa yang ingin kau minta dari ku?''
''tidak, aku ingin pamit padamu '' kata Alika langsung, Alika yang tidak ingin berbasa basi lagi .
''pamit, ah kau ingin keluar istana dan berbelanja, maka pergilah aku sudah katakan bukan jika kau bebas disini ''
Alika menggelangkan kepalanya ''bukan aku ingin pamit padamu dan mungkin ini yang terakhir kalinya aku bertemu dengan mu ''?
Raja Erland semakin bingung ''apa kau ingin pergi dari sini, oh ya aku tau, Kau sudah dapat tempat tinggalmu '' lanjut Raja Erland,
Ia berpikir jika Alika akan pindah ke tempat atau rumah yang sudah dia beli karna beberapa waktu lalu Alika pernah mengatakan untuk mencari tempat tinggalnya sendiri.
''maafkan aku dulu aku pernah berjanji untuk mencarikanmu tempat tinggal namun nyatanya aku selalu sibuk '' kata Raja Erland dengan wajah sendu, namun yang menjadi pertanyaan yang ada dibenak Raja Erland mengapa Alika mengatakan jika ini pertemuan terakhir.
''tidak, aku tidak menemukan tempat tinggal disni mungkin akan tempat lain, aku ingin pamit dan berterimakasih padamu karna telah mau menampungku di istana ini, aku akan pergi dari kerjaan awan aku ingin berpetualang, dan ijinkan aku membawa Ana ikut bersamaku, anggaplah itu salah satu permintaan yang ku inginkan ''
Raja Erland terpaku mendengar Alika yang mengatakan ingin pergi dari kerajaan ini '' ada apa, mengapa kau mendadak ingin pergi dari sini, apa ada seseorang yang mengganggumu ?''
''tidak ini sudah aku rencanakan sebelumnya, aku ingin tau kehidupan di benua ini, awalnya aku berecana akan pergi setelah hukuman yang kau berikan, tapi ketika kemarin kau mengatakan jika hukuman ku berakhir maka aku berniat pergi hari ini juga ''
''hari ini '' Raja Erland tersentak namun Raja Erland tidak bisa melarang Alika.
'' baiklah, ijin kan aku mengatakan sesuatu padamu '' Alika mengangguk
__ADS_1
'' Alika aku berharap apa yang aku katakan padamu akan merubah rencana mu untuk pergi dari sini '' Raja Erland turun dari meja kerjanya dan mengahampiri Alika.
'' kau tau aku sudah tertarik pada mu sejak awal bertemu denganmu, dan awal ketertarikanku padamu tumbuh perasaan asing dan itu terus tumbuh aku menyukaimu bahkan aku sudah berniat menjadikanmu Ratu di kerajaan ini, bisakah kau terus ada disampingku '' Raja Erland menatap mata Alika dengan penuh harap , yang berharap mendapat jawaban yang di inginkannya.
Alika pun melihat mata Raja Erland yang tulus menyukainya namun ....
''maaf aku tidak bisa, pertama aku tidak menyukaimu, dan kedua aku benar - benar harus pergi dari sini, dan lagi aku hanya menganggapmu sebagai teman ku dan aku sama sekali tidak cocok untuk menjadi Ratu disini dan untuk Raja seperti mu, aku tidak menyukai istana yang banyak dengan aturan aku orang yang bebas kau taukan, maka kau carilah wanita yang tepat untukmu dan itu bukan aku, aku yakin kau akan mememukan seseorang yang tepat untuk mu, maafkan aku, aku menghargai perasaan mu namun sekali lagi maaf aku tidak bisa '' jawab Alika tegas.
*****
Raja Erland termenung di meja kerjanya dia sungguh tidak semangat lagi untuk melanjutkan kerjaannya, dengan kepergian Alika dan perasaannya yang hancur seketika, ia sangat ingin menahan Alika untuk tetap berada disisinya namun itu bukan sikap dirinya yang suka memaksa apa lagi menyangkut perasaan, seketika ia berdiri dan bersiap untuk mengantar Alika hingga gerbang istana dan melihat Alika untuk terakhir kalinya.
Di paviliun teratai tempat ibu suri berada ia termenung mendengar kabar jika Alika benar - benar akan meninggalkan kerajaan awan, dan ia pun menedengar kabar jika Alika menolak dengan tegas perasaan Raja Erland, entah apa yang ia rasakan saat ini, di satu sisi ia senang karna Alika tidak akan menjadi Ratu di kerajaan awan, namun ia melihat anaknya yang tidak tega karna harus kembali merasakan kehilangan sosok yang ia sukai .
''Mala apa aku egois jika menginginkan yang terbaik untuk anakku dan untuk kerajaan awan ?''
''kapan Alika akan pergi meninggalkan istana ini ?''
''sebentar siang yang mulia mereka sedang bersiap dan setelah itu akan segera berangkat ''
''baiklah kita pun bersiap aku akan mengantarnya hingga gerbang istana '' Mala pun menganggukan kepalanya.
Sedangkan Margharet yang mendengar Alika akan meningalkan kerjaan awan dia sangat senang dan berpikir jika Alika pergi karna mendengar ancamannya .
''akhirnya perempuan itu benar - benar pergi dari sini, cih, ku pikir dia berani, nyatanya ia langsung takut mendengar ancamanku '' Margharet tersenyum miring ''sudah jelas bukan karna yang mulia hanya akan menjadi milikku '' dia pun tertawa karna membayangkan tahta ratu yang akan jatuh padanya.
__ADS_1
Margharetpun bersiap untuk memastikan jika Alika benar - benar pergi .
*****
Alika berjalan bersama Ana menuju pintu gerbang istana, ia mengerutkan kening melihat banyaknya orang dari kejauhan di dekat mobilnya.
''Ana kau lihat, ada apa di sana mengapa mereka berkumpul disana ?'' tanya Alika sambil menunjuk ke arah gerbang .
Ana yang mengerti tersenyum ke arah Alika '' Alika mereka ingin mengantar kepergianmu walaupun hanya sampai gerbang istana '' Alika hanya mengnggukan kepalanya mengerti.
Ana dan Alika menghampiri mobilnya , Alika memandang wajah Raja Erland yang terlihat sedih dan Alika pun tersenyum.
''aku harap kau menjadi Raja yang bijaksana dan jangan terlalu kejam, dan pilihlah seorang Ratu yang mendampingimu, bukan dari kecantikanya namun dari hatinya'' lalu Alika menatap ibu suri dan berkata
''ibu suri maaf jika aku terlalu kasar padamu, namun inilah aku, aku bukan orang yang munafik, jika suka aku akan bilang suka dan jika tidak maka akupun berkata tidak, termaksih sekali lagi karna sudah menampung wanita sepertiku disini, semoga kelak kita bertemu kembali ''
''Alika aku masih punya hutang 2 permintaan padamu, ketika nanti kau bertemu lagi denganku kau bisa mengajukan permintaan itu ke padaku '' Alika tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Raja Erland ''apa kau benar - benar harus pergi '' lanjut Raja Erland yang masih tidak rela Alika pergi meninggalkannya.
''maafkan aku '' jawab Alika singkat.
Sedang kan ibu suri ia hanya terdiam mulutnya ingin berkata maaf pada Alika, namun karna ke egoisannya dia enggan mengatakanya .
Alika memandang semua orang disana ''baiklah aku pergi dan terima kasih '' kata Alika yang langsung masuk ke mobilnya di ikuti oleh Ana dan segera pergi dari sana .
''kau sedih, lihat lah wanita yang kau sukai, tidak ada rasa sedih sedikitpun ketika meninggalkanmu maka kau seharusnya bisa lebih tegar dari nya '' kata ibu suri kepada raja Erland yang terus meamandang kepergian Alika hingga ia tak terlihat dari pandangannya , ia lalu berbalik dan tak menghiraukan ucapan ibu suri .
__ADS_1
Ibu suri berdecih ''lihatlah apa dia kecewa padaku hingga ucapanku tak di dengar olehnya'' lalu ibu suri pun meninggalkan tempat itu dan kambali ke paviliun teratai di ikuti para pengawal dan dayangnya.