
Alika dan Ana telah sampai lebih dulu ke istana di bandingkan dengan Raja Erland, Alika dan Ana langsung menuju paviliunnya untuk membersihkan diri dan istrahat.
Alika saat sudah berada di paviliun nya bersama dengan Ana, kemudian Alika menyuruh Ana untuk pergi ke kediamannya beristirahat, dan membiarkan Aika sendiri.
Setelah kepergian Ana, Alika kini berada di ruang dimensinya, tepat nya Alika berada di rumahnya di dalam ruang dimensi, Alika, ia sedang memasak di dapur, Alika sangat merindukan makanan - makanan di zamannya, untuk itulah dia kini berada di ruang dimensi nya untuk memasak makanan yang dia inginkan, setelah selesai memasak Alika memasukan lebih dulu sebagian ke dalam rantang untuk ia berikan kepada Ana, teman satu - satunya saat ini, setelah itu ia mulai menyantap makanannya.
Setelah selesai makan Alika keluar rumah dan menuju istana cahaya, Alika belum menyerah untuk mencari tau tentang kerajaan cahaya di istana ini, meski tidak ia mengelili semua istana, namun Alika hanya mengelilingi bagian - bagian yang menurutnya akan mendapatkan informasi.
Saat di dalam istana, Alika memandang sendu lukisan kakeknya.
''kake apa kau tidak memberitahuku tentang kerajaan cahaya yang menghilang, mengapa, sungguh aku sangat penasaran akan hal ini, apakah kakek benar - benar tidak memberikan sebuah petunjuk, kakek haruskah aku pergi ke selatan arah yang kau maksud, yang mereka katakan, kini tampat di mana kerajaan cahaya berdiri menjadi sebuah hutan yang mengerikan, mereka menyebutnya dengan hutan kematian''
Setelah mengatakan itu Alika termenung dan terus menatap lukisan sang kakeknya, yang berharap mendapatkan jawabanya, namun semua itu mustahil ia harus mencari taunya sendiri.
Kini Alika berjalan mengelilingi istana cahaya, istana yang megah yang membuat Alika mengagumi struktur pembangunan istana ini, namun Alika sadar fokusnya bukan disitu, ia harus mencari petunjuk tentang kerajaan cahaya agar ketika ia datang kesana ia tidak akan terlihat bodoh karna tidak tau menahu masalah dari kerjaan cahaya pikirnya.
Alika menyusuri istana cahaya setiap tempat ia datangi dan lagi - lagi ia mendengus kesal karna tidak menemukan apapun.
''mungkin aku memang harus cepat pergi ke selatan, disni aku tidak menemukan apapun'' Alika menghela nafasnya kasar.
Setelah cukup lama berada di ruang dimensi, Alika pun keluar dari ruang dimensinya, dan membawa rantang makanan yang twlah ia masak dan akan di berikan ke pada Ana, dan sekarang ia telah berada di paviliunnya, tak lama Alika pun melihat Ana yang memsasuki paviliunya, dan berjalan dan menghampirinya.
''ada apa ?'' tanya Alika, yang melihat ekspresi Ana terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu.
''Alika, kau di undang untuk makan malam di aula bersama yang lainnya oleh Yang Mulia Raja'' kata Ana to the point.
Alika mengangguk ''baiklah, aku akan kesana untuk makam bersama, meski malas namun tidak apa tidak enak juga jika aku terus menerus menolak, dan ini aku membuatnya untukmu cobalah '' Alika yang memberikan sebuah rantang makanan yang ia masak di ruang dimensi kepada Ana.
__ADS_1
''ini apa Alika ?'' tanya Ana penasaran, dan merasa heran dengan bentuk wadah yang di berikan Alika kepadanya.
''buka dan makanlah, itu adalah makanan yang ku buat, ku harap kau suka'' Alika dan Ana pun melangkah ke meja yang biasa di tempati mereka untuk makan.
''kau susah makan '' tanya Ana yang heran karna setelah membuka rantang yang di berikan Alika hanya ada satu porsi untuk dirinya sendiri.
''aku, sudah" jawab Alika singkat.
Ana pun mengangguk dan mulai mencicipinya.
''Alika ini sangat enak, apa kau benar - benar yang mebuatnya ?'' tanya Ana sambil mengunyah makanannya, seolah tida percaya jika Alika membuat makanan seenak ini.
''ya aku yang membuatnya, maka habiskan dan jangan banyak bertanya lagi, Ana setelah selesai kau pergilah ke gazebo aku akan menunggumu disana '' lanjut Alika sambil melangkahkan kakinya menuju tempat yang ia tunjuk ke Ana.
Ana mengangguk mengerti, lalu Ana dengan cepat menghabiskan makanan yang di buat Alika, karna tidak ingin Alika menunggunya terlalu lama, setelah selai ia lalu membersihkan bekas makanan nya dan segera menemui Alika di gazoebo, dengan membawa dua cangkir teh untuk Alika dan dirinya.
''sudah selesai, cepat sekali, duduklah ada yang ingin ku bicarkan dengan mu'' ucap Alika.
Ana mengangguk lalu duduk di sebrang Alika ''aku hanya tidak ingin kau menungguku terlalu lama, ada apa, apa ada sesuatu yang penting'' tanya Ana bingung.
Alika tersenyum mendengar perkataan Ana, "ya dan ini sangat penting karna menyangkut hidupku'' jawab Alika.
Ana menautkan keningnya bingung.
"hidup mu" Ana yang tidak mengerti dengan maksud Alika.
Alika yang mengerti kebingungan Ana pun kembali melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
''aku akan pergi dari kerajaan awan, ada hal yang mesti ku ketahui '' jawab Alika serius.
''Alika, apa yang ingin kau ketahui '' heran Ana kembali.
''aku tidak bisa mengatakannya padamu saat ini, karna ini semua masih misteri bagiku, kau bisa tidak mengatakan ke siapapun bukan, karna aku akan berpamitan ke pada Raja Erland dengan alasan ingin berpetualang, kau mengerti Ana" jelas Alika yang berharap Ana bisa di percaya.
Ana mengangguk mengerti.
''maka biarkan aku ikut denganmu Alika '' kata Ana dengan yakin, sejak awal sudah berteka untuk terus bisa bersama dengan Alika.
Alika sempat terkejut dengan keinginan Ana yang ingin ikut bersama dengannya.
''Ana jika kau ikut dengan ku bagaimana dengan keluargamu dan apa Raja akan mengijinkanmu keluar dari istana ini''? Tanya Alika.
''aku sudah tidak punya siapapun yang disebut keluarga, ayah dan ibuku telah lama meninggal, Alika ijinkan aku terus bersamu kau satu - satu nya keluargaku sekarang, dan untuk yang mulia beliau tidak akan masalah jika salah satu dayang istana pergi dari sini '' jawab Ana dengan menundukkan kepalanya berharap Alika menginjinkannya ikut bersama dengannya.
Alika yang mengerti tentang kondisi Ana karna ia pernah mengalaminya, hidup sendiri tanpa keluarga.
Alika oun tersenyum ''Ana kau yakin ingin ikut bersama dengan ku, mungkin jalan yang akan kita lalui akan banyak rintangnnya, aku tidak ingin kau menyesal karna mengikutiku '' Ana pun mengangguk tegas.
"aku tidak akan menyesal, malah aku akan senang jika kau mengijinkan ku untuk terus bersama denganmu"
Alika pun kembali tersenyum ''baiklah jika kau yakin, setelah jamuan makan malam kita temui Raja ''
''kapan tepatnya kita akan pergi dari sini '' tanya Ana.
''setelah aku menyelesaikan hukuman ku '' kata Alika yang mendengus kesal, jika saja ia tidak punya hukuman yang konyol ini ia sudah pergi di pagi hari.
__ADS_1