
kakek itu menatap Alika ''kakek percaya'' lanjutnya.
''baiklah, sekarang kakek tunjukanlah jalan menuju rumah kakek'' kakek itu pun mengangguk lalu ia berjalan dengan badan bergetar dan sangat lemas, melihat itu Alika berkata ''kakek apa kau keberatan jika kita makan lebih dulubaku belum sempat sarapan'' ucap nya Ana dan Vania pun mebgerti maksud dari Alika.
''iya ke kita sarapan sebentar setelah itu kita langsung kesana, ke rumahu untuk menyebuhkan nenek'' sambung Ana dan di angguki Vania.
Meski ragu kakek tapi kake menganggukan kepalanya, walaupun dalam hatinya ia sagat menghawatirkan istrinya di rumah dan ingin segera kembali.
Mereka pun tiba di rumah makan lalu masuk dan memesan makanan, namun Alika heran dimana kakek itu ia tidakvmasuk ke dalam mengikutinya, Alikapun bergegas keluat, ''kalian tunggulah aku yang akan mencari kakek'' mereka Ana dan Vania hanya menganggukan kepalanya.
''kakek mengapa tidak ikut kedalam''
''kakek tunggu disini saja nak,''
''kakek ikutlak ke dalam aku sudah memesankan makanan untuk kakek juga''
kakek itu mendongkakkan kepalanya ''nak kakek tidakvounya uang'' jawab kakek itu sambil menunduk.
Alika tersenyum ''tak apa aku yang bayar, ayo kita masuk'' ajak Alika, dan Akhirnya kakek itupun masuk kedalam untuk makan bersama Alika, banyak yang menatap sinis ke arah kakek itu namun Alika mengeluarkan energi nya dan hanya orang - otang yang berniat jahat yang akan merasakannya maka mereka yang disana yang menatap sinis dan berniat mengsusir kakek tersebuy di urungkan, karna merasakan energi yang sangat kuat dari Alika. .
Kakek itupun makan dengan lahap, namun ia sambil menangis dan menunduk dan ia pun berkata '' terimaksih nak kakek tidak pernah makan makanan seenak ini'' Alika mengangguk tersenyum lalu ia meluhat makanan kakeknya yang yidak habis dan menyisakan setengah di mangkuk beserta lauknya.
''lalu mengapa tidak kakek habiskan''
kakek itu menggeleng ''kakek ingin berbagi dengan nenek, kakek ingin nenek pun merasakan makanan ini ''
Alika kenbali tersenyum'' habisjanlah untuk kakek dan untuk nenek akan di bungkuskan yang utuh'' dan Alika pun menyuruh Vania untuk memesan makanan untuk di bungkus dan bawa ke rumah kakek .
Mendengar Alika mengatakan itu, kakek itu pun kembali mengucapkan terimaksih kepada Alika dan melanjutkan kembali makanya.
.
__ADS_1
.
.
Mereka telah sampai di rumah kakek, mungkin menurut Alika lebih layak di sebut gubuk, rumah yang terletak di pinggiran kota dan jarang terjamah oleh rakyak sekitar, daerah nya cukuo versih karna kakek dan nenek suka membersihkan lingkungannya, tidak ada rumah lain di dekat rumah kakek dan hanya ada beberapa di sekitar, tapi dengan jarak yang sangatlah jauh.
Alika melangkah masuk ke dalam rumah dan melihat wanita tua yang seumuran kakek tertidur di ranjang yang hanya beralasan tikar.
''nek ini kakek, kakek bawa tabib untuk memeriksamu dn kakek pun membawa makanan enak untukmu'' kata kakek debgan berbisik ke telinga nenek, karna ruangan semoit Vania dan Ana menunggunya di luar.
''kakek bileh aku periksa sekarang'' kakek itu mengagguk dan melangkah mundur memberikan ruang untuk Alika.
Alika mulai memeriksa sang nenek dan ia pun tersenyum ''syukurlah tidak ada penyakit yang serius, nenek hanya demam dan mah karna kuramg makan atau makan yabg tidak terartur''
''kakek dan nenek sudah beberapa hari tidak makan karna kami tidak bisa mengasilkan uang'' kakek itu menunduk mengingat dan menceritakan kepada Alika ketika ia sedang berjualan Tanghulu bersama nenek dan mereka di rampok dan tidak lagi memiliki modal bahkan uang hasil berjualannya pun lenyap di ambil perampok itu.
Alika mengehla nafas nya lalu ia berbalik melihat sang nenek, ia keudian memberikan botol minuman, yang airnya ia ambil dari sungai yang ada di kalung dimensi dan memberikan beberapa pil obat untuk diminumnya.
''nak air apa ini'' Aika tersenyum.
''itu air yang dapat mengobati segala penyakit, apa kakek bisa menjaga rahasia ini, karna mungkin air tersebut akan menjadi rebutan rakyat disini''
''kakek mengerti dan terimaksih, lalu kapan nenek bisa sadar''
''aku sudah menyuntikan cairan yang sama seperti kakek minum dan mungkin sebentar lagi nenek akan segera sadar'' tanpa di sadari Kakek, Alika menyalurkan sihir penyembuhkan kepda Nenek.
Setelah mengatakan itu Nenekpun benar - benar sadar dan menatap wajah cantik Alika dengan heran dan iaa menatap Kake yang menatap balik ke arahnya dengan tersenyum.
''sayang kau sudah sadar, terimaksih nona'' Alika hanya tersenyum lalu ia mundur untuk bergantian dengan kake agar bisa bersama istrinya, kakek mengatakan ke pada nenek jika nona ini yang telah menyembuhkannya.
''nak terimakasih banyak'' dengan mata yang berkaca - kaca ia bersyukur masih ada orang yang baik di dibenua ini.
__ADS_1
''tak apa aku hanya mencoba menolong, makanlah yang banyak lalu makan obat yang ku berikan'' ucapanya ''kek, nek aku tidak bisa berlama disini aku pamit tidak apa''
''oh kau akan kembali sekarang, maaf kakek dan nenek tidak bisa memberikan mu apapun''
Alika tersenyum "tidak apa, sebagai gantinya hiduplah lebih baik lagi" Alika kemudian mnegeluarkan beberapa botol minuman lagi dan di berikan ke pada kakek dan nenek, "campurkanlah keminuman Kakek dan Nenek agar Kakek dan Nenek selalu sehat, dan ini" Alika mengeluarkan katong kecil berisikan koin emas yang cukup banyak ke pada Kakek. "pakailah untuk Kakek berjualan lagi jika perlu Kakek belilah rumah yang lebih layak untuk Nenek"
Kakek yang melulihat koin emas dengan jumlah yang sangat banyak, matanya terbuka lebar dan menatap Alika dengan mata yang berkaca - kaca, dan sang nenek yang melihat pun ikut terkejut dengan air mata haru dan bersyukur ia di pertemukan dengan seorang malaikat.
?
''nak terimaksi - terimaksi banyak'' kakek yag berniat bersujud ke hadadapan Alika, namun Alika mengehentikannya.
''kek, apa yang kakek lakukan, alu tidak suka pada orang yang bersujud seperti ini, berdirilah'' kata Alika, kakek itu menurut dan kemudian menatap Alika yang berwajah cantik ''sungguh tuhan telah mengirimkan seorang malaikat keapadanya''
''kau sungguh malaikat untuk kami terimaksih banyak nak, semiga semua kebaikan mu akan di balas dengan seribu kebaikan di masa depan, nak apa kakek boekh tahu namanu''
''Alika, panggil aku Alika, terimaksih aras do'amu, kek nek saya dan kedua teman saya pamit''
''ah baiklah kakek akan mengantarkanmu ke depan''
Alika menggelengkan kepalanya ''tidak perlu kakek temani saja nenek''
''tidak apa biarkan kakek mengatarkan mu sampai kedepan'' kata nenek
''tidak apa tidak usah kakek temani nenek saja dan suapi makanan yang tadi agar tidak keburu dingin'' lanjut Alika.
''baiklah nona Alika jika nona ytidak ingin kakek antar, sekaki lagi terimasih banyak''
''benar nona nenek pun sangt berterimasih''
Alika tersenyum dan kemudian pamit kembali kepada Kakek dan Nenek, lalu keluar dan pergi dari sana bersama Vania dan Ana, dan mereka menggunakan teleport agar cepat sampai menuju kota Kerajaan Dominik dengan niat awal mereka untuk mencari sebuah gaun.
__ADS_1