Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 51


__ADS_3

Putra Mahkota terdiam namun ia tertarik dengan tombak yang di miliki Alika dan ia pun mulai mengarah kan panah nya ke arah Alika ia ingin merebut senjata yang Alika miliki, Alika melihatnya dan tersenyum ke arah Putra Mahkota seolah ia menantang Putra Mahkota untuk segera membunuhnya, Putra Mahkota pun menggeram kesal dan dengan sekali tarik panah itu berhasil menebus dada Alika, Alika pun menunduk melihat panah yang tembus di tubuhnya, Putra Mahkota tersenyum dan mengira jika Alika akan segera mati dengan panah yang telah tertancap di dadanya dan racun yang dia oleskan pada panah tersebut, dia pun melangkah mendekati Alika saat sudah dekat Alika kembali mendongkakkan kepalanya dan mencabut panah yang ada di dadanya.


Putra Mahkota terdiam terpaku melihat Alika mencabut panah nya dengan sekali tarik dan tidak ada darah yang menetes bahkan bekas luka yang seharusnya ada pun tidak berbekas sama sekali. benar rumor itu ternyata benar.


Putra Mahkota tetap tenang dan dia pun menatap Alika dengan mata yang tajam.


''siapa kau'' Putra Mahkota mulai mencurigai akan identitas apa yang ada di balik Alika, karna yang ia tahu seseorang dengan kekuatan yang luar biasa tidak mungkin memiliki identitas yang biasa saja.


Alika hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Putra Mahkota ''bukankah kau sudah tau namaku ,Putra Mahkota'' Alex, Roger, Vania, dan Ana telah selesai dengan tugas nya yang mengalahkan para prajurit yang di bawa oleh Putra Mahkota kerajaan Matahari, mereka lalu berdiri di belakang Alika, Alika menyadari ke hadiran teman - temannya dan melihat sekeliling semua prajurit telah tumbang namun tidak sampai terbunuh atau mati.


''kau lihat, pasukanmu saja bahkan tidak bisa melawan teman - teman ku ''.


Putra Mahkota tidak peduli dengan perkataan Alika ia kembali bertanya '' siapa kau sebenarnya'' dengan nada sedikit keras karna kesal.


''cik orang seperti mu tidak pantas mengetahui identitas Queen kami'' ucap Vania dengan nada yang mencibir.


Putra Mahkota menggeram kesal karna tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan kemudian ia maju dan berlari ke arah Alika dengan pedang yang siap menyerangnya namun di hentikan oleh Alex.


sriinng ....

__ADS_1


suara pedang yang beradu dengan keras antara Putra Mahkota dan Alex.


meraka saling menyerang namun Alex dia adalah seorang kesatria yang tidak mudah di kalahkan ia pun mulai menyerang Putra Mahkota dengan sekali serang hingga pedangnya terlepas dari pegangan Putra Mahkota dan Alex pun menendangnya hingga Putra Mahkota tersungkur mundur ke belakang sambil memegangi perutnya bersamaan dengan darah yang keluar dari mulutnya .


Alexis mendekati Putra Mahkota ''kau pernah mendengar para kesatria terkuat di benua timur, jika kau tidak pernah mendengarnya kau tanyakanlah pada rajamu, aku Kesatria Alexis, kau akan tau jawabannya'' setelah mengatakan itu Alex pun berbalik dan berjalan medekati Queennya, namun setelah melihat Queenya yang menghilang Alex pun ikut menghilang dari sana dan dari pandangan Putra mahkota.


Putra Mahkota memandang mereka yag menghilang dengan banyak pertanyaan di kepalanya ''aku kalah, hanya dengan beberapa orang sedangkan aku yang membawa puluhan prajurit tidak ada apa - apanya dengan mereka, cih siapa mereka mereka sebernarnya, kesatria cik omong kosong apa lagi ini''


Putra Mahkota yang tetap tidak terima akan ke kalahannya dia pun bangkit dan pergi dari sana dengan luka dan rasa malu yang ia terima, bersama para prajuritnya yang bahu membahu menolong untuk berdiri dan berjalan agar bisa kembali ke benua timur.


Putra Mahkota akan kembali dan membuat rencana yang lebih matang lagi untuk melawan Alika dan teman - temannya.


......................


''kalian kembalilah ke kamar kalian dan sore kalian kemari lagi untuk bersiap pergi menuju Kerajaan Phonix, aku akan memulihkan diri ku terlebih dahulu di ruang dimensi''


Mereka mengangguk serempak meski terlihat jelas raut wajah yang khawatir terhadap Queenya.


Alika yang menyadari jika mereka mengkhawatirkanya pun tersenyum dan menatap teman - temannya.

__ADS_1


''bukankah aku mempunyai air yang dapat menyembuhakan segalanya, maka hentikan rasa khawatir kalian terhadapku, aku akan baik - baik saja''' tegas Alika.


Alex yang lainnya pun cukup lega mereka melupakan hal tersebut namun mereka tetap merasa khawatir mereka sangat lah tidak ingin terjadi apapun pada Queennya yang sangat baik terhadap siapapun.


''baiklah aku pergi'' Alika pun menghilang dari sana dan setelahnya Alex dan yang lainya ikut pergi dan kembali ke tempatnya masing - masing''


Di ruang dimensi Alika meminun Air di sungai tersebut setelahnya ia pun berendam di sungai itu, Alika selama ini sebelum ia tahu akan manfaat dari sungai surgawi ini, ia jarang untuk mendekat atau pun menyentuhnya.


Alika berendam di sungai itu, hangat yang ia rasakan rasa segar yang sedikit demi sedikit masuk ke dalam tubuh nya ia seperti terlahir kembali semua rasa pegal dan sakit yang ia rasakan menghilang begitu saja, jika ia tahu sejak dulu tentang manfaat dari sungai ini mungkin ia sudah sering berendam di sungai ini, sungai surgawi.


Cukup lama ia berendam Alika pun mulai keluar dari sungai tersebut dan berjalan menuju rumahnya, Alika mengganti pakaianya dan kemudian Alika melangkah ke arah dapur untuk memasak makanan karna perut nya yang lapar dan Alika sudah melewati jam makan siangnya karna ia terlalu nyaman berendam di sungai tersebut.


Alika telah selesai masak dan mulai memakannya ia sempat berpikir untuk membuat porsi yang cukup banyak untuk teman - temanya namun dia urungkan mungkin mereka sudah makan karna ini sudah lewat jam makan sianganya, setelah selesai ia kemudian bersiap dan keluar dari ruang dimensinya.


Saat Alika telah keluar dari ruang dimensi nya ia di kejutkan dengan seseorang yang ada di hadapan yang menatap Alika dengan tatapan yang terpesona.


apakah dia seorang dewi sungguh kecantikan yang luar biasa Ungkap pria itu, pria itu se akan tidak ingin melepaskan pandangannya dari Alika.


"kau sudah datang, ada apa dengan wajahmu" Alika bertanya pada pria tersebut dengan raut wajah bingung karna melihat ekspresi pria di depanya sangat lah aneh menurut Alika.

__ADS_1


Pria itu tersentak mendengar suara Alika "ah maaf kan aku, aku tidak apa, kau suda siap" jawab nya namun matanya tetap memandang Alika dengan penuh kekaguman apa aku benar telah jatuh cinta, dia wanita pertama yang menggetarkan hati ini, kecantikan wajahnya yang bahkan melebihi para dewi sekalipun.


Alika ia tidak menyadari jika setelah ia berendam di sungai itu semua yang ada pada diri Alika menjadi lebih segar bahkan wajahnya semakin cantik, kulitnya yang seputih susu dengan rambut hitam panjang yang berkilau bahkan aroma tubuhnya yang sangat lah harum.


__ADS_2