
''kau akan menjelaskan semuanya''
''entahlah, aku hanya akan menjawab sesuai pertanyaannya mungkin, Alex mungkin saja Raja lebih penasaran terhadapmu''
''ya mungkin Raja heran dengan tubuhku yang tidak menua ini''
''lalu apa yang akan kau jelaskan padanya''
''entahlah mungkin kau lebih tau dengan jawabanya''
''cik kau ini'' Alex tersenyum karna ia pun tidak tahu apa yang harus ia katakan pada raja, karna mereka tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya bukan.
''Queen kau telah bersiap, oh kau disini, apa kita akan segera pergi ke istana'' Ana yang menghampiri Queen nya yang sedang duduk di dalam ruangan mengarah kejendela, yang mengira jika Queenya sendiri dan ternyata bersama dengan Alexis.
''aku di sini karna ada hal yang perlu ku bicarakan dengan Queen'' Ana mengangguk mengerti.
''aku sudah siap, apa yang lain sudah siap, jika sudah beritahu yang lain, kita berangkat dari sini ''
''biar aku saja'' tawar Alex yang langsung menghilang dari sana tanpa persetujuan Alika dan Ana.
Setelah Alex pergi Alika menatap Ana, karna ada hal yang berbeda dengan dirinya, Ana sedikit lebih murung dan tidak semangat seperti biasanya.
''apa ada yang menganggu pikiranmu''
Ana menatap Alika ''tidak Queen, hanya saja aku malu dengan yang lain, karna tidak bisa menggunakan sihir''
Alika tersenyum '' kau ingin belajar sihir''
Ana mengangguk '' Alex pernah menawariku untuk belajar menggunakan sihir, namun belum ada waktu dan lagi aku pun tidak yakin jika aku bisa menggunakan sihir bahkan energi spiritualku tidak bisa aku rasakan''
''belum, kau akan bisa menggunakanya nanti, minum lah ini semoga itu akan membantumu nanti'' Alika yang mengeluarkan botol minuman dari sungai yang ada di kalung di mesinya atau air surgawi kepada Ana.
''Queen terimakaih aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa melindungimu''
Alika menggeleng kan kepalanya mendengar ucapan Ana '' kau tidak perlu melindungiku aku bisa melindungi diriku sendiri, jadilah kuat untuk dirimu sendiri dan untuk orang yang memang membutuhkan pertolongan, dan agar kedepannya tidak akan ada yang menindasmu, namun kau pun harus ingat jika kau sudah memilki kekuatan dan mungkin akan setara dengan Alex dan yang lainnya pergunakanlah dengan sebaik mungkin, aku percaya kau bisa menjadi lebih kuat lagi''
__ADS_1
Ana mengangguk mengerti ''Queen, meski kau kuat dan bisa menjaga diri mu sendiri, namun aku sebagai teman dan bawahanmu akan tetap menjadi pelindungmu begitupun dengan yang lainnya''
...----------------...
Kini mereka sudah berada di istana, dan mereka langsung di persilahkan masuk menemui yang mulai raja desmon yang telah menunggunya bersama istri dan anak - anaknya.
Raja Desmon beserta keluargannya menunggu di subuah gazebo di dekat sungai yang mengalir yang menambahkan ke segaran untuk mereka yang ada di dekatnya, dengan taman bunga yang tidak begitu luas namun terlihat menyejukkan mata yang berada di sekeliling gazebo tersebut.
Alika dan yang lainya merasa takjub dengan pemandangan yang ada di depannya.
''terimakasih kau sudah datang nona''
''aku sudah berjanji''
''ah ya duduklah'' Alika dan yang lainnya pun duduk di tempatnya masing - masing.
''bukankah mereka pengawalmu mengapa duduk sejajar dangan kita'' sontak mereka semua matanya mengarah pada orang yang berkata seperti itu dan ternyata dia adalah Putri Angeline.
''Mereka bukan pengawalku. jika kau keberatan kau bisa pergi dari sini''
''aku lebih memilih mereka, jjka mereka tidak terima disini aku pun akan pergi''
''tidak nona maafkan Putri ku''
''Angeline sebaiknya kau pergi dari sini, namun jika kau ingin terus berada disini jaga lah bicaramu'' tegas Raja Desmon sang Ratu pun mengusap tangan Putrinya agar tidak mengatakan hal yang akan membuat tamunya tersinggung.
Putra Mahkota sejak tadi terdiam ia menatap tajam ke arah Adiknya memberi isyarat untuk tidak mengusik Alika, namun Putri Angeline tidak peduli ia hanya diam menatap jijik ke pada mereka semua yang dan di hadapanya.
cik mana mungkin Raja Basil tertarik dengan wanita seperti ini. Putri Angeline menatap remeh ke arah Alika, namun Alika membalasnya dengan tatapan datarnya seolah ia tidak mudah terpancing oleh Putri Angeline.
"baiklah Raja apa yang ingin kau ketahui dari ku atau yang lainnya mungkin "?
"hey nona apa kau tidak bisa beralaku sopan terhadap raja, ucapkan dengan kalimat yang mulia raja. cik sungguh tidak tau sopan santun " ucap Putri Angeline.
Alika mulai kesal, kemudian ia menatap sang Raja yang juga kesal terhadap Putrinya, ketika sang Raja ingin kembali membentak Putrinya, namun Alika mengatakan sesuatu lebih dulu pada Raja.
__ADS_1
"bisakah kita bicara tanpa ada orang yang menganggu" ucap Alika tegas yang menyindir Putri Angeline secara langsung dan di angguki oleh Raja Desmon.
"permaisuri kau bawalah Putri Angeline dia sungguh sangat menganggu biarkan aku dan Putra Mahkota yang berada disini"
"ayah kau membelanya bukankah aku benar jika dia harus hormat padamu"
"DIAM PUTRI JIKA KAU BERBICARA LAGI AKU YANG AKAN MENYERETMU PERGI DARI SINI, KAU INGIN PERGI SENDIRI ATAU AKU YANG MENYERETMU" Putri Angeline bungkam mendengar ayahnya membentak dirinya untuk pertama kalinya, tangan nya terkepal dan rahanya yang mengeras bahkan ia menatap tajam ke arah Alika, lalu ia pergi dari sana tanpa pamit dengan penuh amarah, permaisuri pun bergegas untuk menyusul Putri Angeline.
"aku akan menyusulnya" ucap permaisuri dan di angguki oleh Raja Desmon.
"maaf atas kelakuan Putri ku"
" benar, aku sebagai kakak mewakilinya untuk meminta maaf padamu, kami sangat menyesali dengan perbuatannya"
"tidak apa mungkin benar, aku memang tidak tahu sopan santun layaknya orang - orang berada di istana"
"ah tidak apa ku tidak perlu sungkan begitu pun dengan yang lainya, jujur aku tidak suka dengan orang - orang yang terlalu mengagungkanku"
"baiklah bisa kita teruskan tentang apa yang ingin kau ketahui, dan maaf bolehkah aku memanggilmu paman"
" ah ya panggilah aku sesukamu"
"aku hanya ingin memastikan apa kau berasal dari Kerajaan Cahaya"
"aku bukan berasal dari sana namun aku di utus menjadi pewaris tahta Kerjaan Cahaya''
Raja Desmon dan Putra sedikit tidak mengerti dengan apa yang Alika katakan, mereka memandang Alika dengan dahi yang berkerut.
''kalian tidak perlu tau asal asli ku dari mana, yang jelas jika aku memang orang yang menjadi penerus tahta Kerajaan Cahaya, kerajaan kakek ku Hans, sebagai bukti, Istana Kerajaan Cahaya sudah kembali berdiri di benua timur namun aku masih menyembunyikan''
''maksudmu yang mulia Hanshen Frederick kakek mu''
Alika mengangguk.
''maaf mungkin jika ku tidak salah jika beliau tidak punya anak''
__ADS_1
''benar dan aku hanya sebagi cucu angkatnya saja, kau bingung mengapa ia mewariskannya pada ku, maka itulah yang menjadi pertanyaan ku juga, namun aku kali ini hanya menjaga amanah terakhir dari beliau''