
Sore hari, kini Alika sudah berada di dalam mobil bersama dengan Raja Erland, untuk berkeliling kerajaan awan atas hukuman yang di berikan Raja kepada Alika, mood Alika sedang tidak baik kali ini, dan di sadari oleh Raja Erland, raja Erland tau apa yang membuat Alika merasa tidak baik, karna Raja Erland memerintahkan seseorang untuk menjaga Alika, maka dia pun jika Alika kini tengah kesal terhadap ibu suri.
Alika sungguh merasa kesal di hari ini, sejak dari pagi ia harus beradu mulut dengan Margaret lalu bertemu ibu suri yang sangat ingin mengaturnya menjadi seorang putri lalu harus menjadi supir sang Raja yang ingin berkeliling dengan alasan hukuman.
Alika mendengus kesal ia ingin cepat - cepat lepas dari semua yang berhubungan dengan kerajaan ia sungguh muak dengan mereka dengan banyaknya peraturan, apalagi bertemu dengan seorang wanita yang menganggap dirinya menggoda sang raja
''apa kau tau dimna aku bisa membeli rumah ?''
''kau ingin membeli rumah, apa paviliun timur kurang nyaman untuk mu?''
Alika menggeleng ''tidak, disana nyaman aku suka, hanya saja memang sudah dari awal aku tidak ingin tinggal di istana aku ingin bebas, jika di istana aku tidak bisa melakukan apapun yang aku suka, terlalu banyak peraturan menurutku, kau tau aku orang yang bebas, yang tidak suka di atu"
Raja Erland mengangguk mengerti '' nanti aku bantu carikan '' lalu ia mengarahkan Alika agar berhenti di depan, disana ada sebuah danau dengan pemandagan yang menyegarkan mata.
''keluarlah kita berhenti disini dulu ''
Alika tidak menjawab ia langsung keluar dari mobil dan mengikuti raja Erland yang duduk di tempat yang sudah ada disana, sesaat dia menikmati ke indahan di depan matanya, sungguh di masanya ia tak pernah menemukan tempat seperti ini.
''kau suka tempat ini ''
''ya disini sejuk dan damai ''
Raja Erland mengangguk , ''maaf jika ibu suri mengatakan hal tidak enak bagimu'' Raja Erland tau jika ibunya mengundang Alika karna ada yang melapor kepadanya.
Alika menengok ke arah Raja Erland lalu kembali menatap danau di depannya.
__ADS_1
'' tidak apa aku mengerti, namun aku tidak bisa mengikuti apa yang dia mau, aku orang yang bebas tidak ada yang bisa mengaturku, termasuk kau, namun kau tak perlu khawatir, aku tau mana yang baik dan yang tidak baik''
''aku tahu, namun apa kau tidak takut dengan hukum yang berlaku disini, mungkin kali ini aku bisa membantumu namun aku tidak yakin dengan yang akan datang, kau tau seorang Raja harus bersikap adil pada rakyatnya .''
Alika tersenyum ''aku tidak memintamu untuk menolongku, kau tau sebelum aku datang kemari mungkin aku sudah mati karna kecelakaan mobil, namun takdir berkata lain aku terlempar ke tempat yang tidak pernah aku harapkan sebelumnya,
maka jika aku harus mati disini, aku tidak peduli, mungkin ini takdir ku, aku hanya ingin menikmati kehidupanku yang kedua ini" lanjut Alika sambil memejamkan matanya mengingat kehidupannya dulu, sungguh ia sangat merindukannya.
Raja Erland terdiam, dia memandang wajah Alika yang sedang mejamkan matanya dan wajah nya sangat cantik natural dengan angin yang menyapu rambut panjang hitamnya.
*sungguh wanita ini sangat membuatku tertarik, kau benar - benar telah merubahku, kau wanita kedua yang mebuat hati ini bergetar, bisakah aku mendapatkanm*u
Raja Erland ragu untuk mendapakan perempuan seperti Alika, wanita yang liar yang tidak bisa di ikat olehnya begitu saja, terlebih lagi banyaknya pejabat dan mentri yang menentangnya jika ia dengan Alika.
Alika membuka mata dan kembali menatap danau di depanya .
Raja Erland tersentak dari lamunannya ''ya baiklah karna hari juga sudah mulai gelap ''
Sebenarnya Alika tau jika dirinya terus ditatap Raja Erland namun ia seolah tak peduli dan masa bodo.
Kini mereka telah sampai di istana yang telah di tunggu oleh dayang dan kasim Raja Erland dan Alika, mereka berpisah untuk kembali ke tempatnya masing -masing.
Alika sudah membersihkan dirinya dan berganti pakaian dan akan mulai makan malam yang telah di sediakan oleh Ana, dia duduk dan di ikuti oleh Ana yang duduk di sebrangnya, Ana sudah mulai mengerti apa yang Alika mau, maka tanpa perintah apapun dia akan menjadi teman dan pelayan bagi Alika .
Sebernarnya Alika di undang kembali untuk makan malam bersama di aula, bersama sang Raja dan lainya, namun ia menolak dengan alasan ia sangat lelah dan kurang enak badan.
__ADS_1
Setelah selesai ia meminta Ana untuk membereskan makanan dan menyuruhnya kebelakang paviliunnya. di sana ada sebuah gazebo, Alika menunggu Ana di sana sambil menatap langit dengan wajah sendu ia benar - benar merindukan zamanya.
Ana datang dengan membawa dua cangkir teh dan menyediakan satu di depan Alika.
''Ana bisa kau ceritakan tentang kehidupan disini, maksudku ada berapa kerajaan disini?''
Ana mengangguk ''benua ini disebut dengan benua timur disini ada 4 kerajaan yaitu kerajaan awan, kerajaan langit, kerajaan matahari dan kerajaan bulan, sebenarnya ada 5 kerajaan, namun entah mengapa kerajaan itu menghilang '' tutur Ana.
Alika mengangkat kedua halisnya bingung ''menghilang ''
''ya Alika kau tau, konon kerajaan itu adalah kerajaan terkuat dari ke empat benua namanya adalah kerajaan cahaya ''
Alika tercekat mendengar nama kerajaan yang di sebutkam Ana dia teringat dengan istana yang ada di kalung dimensinya , di bagian istana itu tepatnya di bagian depan terdapat tulisan "ISTANA CAHAYA'''
apa ini sebuah kebetulan
''berapa lama tepatnya kerjaan itu mengilang ''
Ana sedikit berpikir '' mungkin sekitar 14 tahun ''
Lagi Alika tersentak dia kembali teringat ketika ia bertemu kakeknya, di umurnya yang genap berusia 5 tahun dia di angkat menjadi cucunya karna dia berkata tidak mempunyai keluarga lainya, dia hanya hidup sebatang kara, Alika yang yatim piatu pun menyetujui nya karna dia pun menginnginkan sebuah keluarga.
Kakeknya pula yang mengajarkan Alika beladiri dan senjata bahkan ilmu pengobatan, ketika Alika berumur 12 tahun kakenya meninggal dan beberapa minggu sebelum meninggal dia mewariskan kalung dimensinya ke pada Alika dan berkata,
Alika jaga kalung ini, dan teteskan darahmu pada kalunnya, nanti kau akan tau apa yang akan terjadi, dan jika kau mengalami sesuatu hal yang menurut mu mustahil, jalanilah mungkin takdir memang membawa kesana , kau akan tau jawabannya nanti, dan teruslah menjadi dirimu sendiri, jadilah orang baik yang menolong sesama, pergunakan kemampuanmu dengan sebaik mungkin dan setelah kau tau akan kalung itu jngn lah kau selalu emmanfaat kan nya, gunakan kempuanmu terlebih dahulu dam gunakan apa yang ada pada kalung itu jika kau terdesak.
__ADS_1
Petuah dan nasihat dari sang kake yang selalu di ingat oleh Alika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...