Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
Perang 2


__ADS_3

Pagi hari di lapang luas dekat dengan istana rakyat kerajaan phonix berkumpul atas apa yang di perintakan oleh Raja Basil termasuk para pejabat istana.


Mereka seolah bertanya - tanya untuk apa di kumpulkan di tempat lapang seperti ini, satu hal lagi yang membuat mereka heran adalah ketika mereka melihat di atas panggung yang tidak terlalu tinggi ada seorang wanita duduk di kursi dengan badan yang terikat dan wajah yang lebam karna sebuah pukulan, dan di sekelilingnya di jaga oleh para prajurit kerajaan.


"siapa dia, mengapa dia diikat" celetuk seorang rakyat bertanya pada teman nya, dan mereka pun bertanya satu sama lain dan membua suasana semakin riuh.


"apa ini, apa ini ada hubungan nya dengan wanita itu" kata salah satu wanita bangsawan yang semalam beradu mulut dengannya.


Tak lama seseorang naik ke atas panggung tersebut, dan membuat semua orang terdiam.


Dia adalah seorang pengawal yang di utus yang mulia Raja Basil.


"terimakasih kalian telah berkumpul disini, kalian bertanya - tanya bukan untuk apa dan siapa wanita ini"


Rakyat pun kembali riuh membenarkan apa yang di katakan oleh pengawal tersebut.


"baiklah, bawa dia kemari" perintahnya pada salah satu prajurit dan mebuat semua orang kembali heran ada satu orang lagi yang di bawa ke atas panggung eksekusi tersebut.


Seorang prajurit menyeret wanita dengan tangan yang terikat ke belakang dan dengan mulut yang terbungkam oleh kain, semua orang melihatnya dengan terkejut.


"bukankah itu nona Clarissa"


Semua orang bertanya - tanya masalah apa yang menimpanya termasuk wanita bangsawan yang semalam berdebat dengan Alika.


Mereka berpikir jika seharusnya Alika lah yang berada disana namun nyatanya malah nona Clarissa yang mereka bela berada di panggung eksekusi.

__ADS_1


Raja Basil menaiki panggung tersebut, dengan aura nya yang sangat agung dan kekeuatannya yang menyebar hingga tidak ada satu pun yang berani padanya.


Raja Basil tersenyum melihat mereka semua yang tertunduk lalu menatap Clarissa dengan tatapan tajam nya dan Clarissa pun di balas dengan tatapan tajam nya pada Raja Basil tanpa rasa takut sedikitpun.


Raja Basil membuka tali yang membungkam mulut nya Clarissa.


"kau akan menyesal karna telah menolakku, RAJA" ucap Clarissa setelah tebukanya kain yang membungkam mulutnya pada Raja Basil.


Raja Basil tertawa " hahhaha aku menyesal, itu tidak akan terjadi, Clarissa kau telah melakukan dua kesalahan pada tamu kerajaan ku bahkan kau berani - berani nya mengancamnya"


Clarissa terdiam 'apa Raja tau aku juga yang telah meracuni wanita itu saat pertama dia datang'


Clarisaa tersenyum miring ke arah Raja Basil "karna dia memang telah merebut mu dari ku, dia hanya wanita ******" Clarissa mencoba membela dirinya sendiri dengan alasan agar Rakyat terus bersimpati padanya.


Rakyat kembali ramai ada yang membela Clarissa namun ada pula yang membela Alika.


"kalia bertanya bukan mengapa nona Clarissa berada disini, nona Clarissa dia yang telah sengaja menyebarkan rumor yang tidak benar tentang nona Alika melalui wanita ini, pada saat festival lampion, dia yang telah memfitnah nona Alika, dan ia pun pernah mencoba untuk meracuni nya, beruntung nona Alika merasakan atau mencium nya jika makanannya telah di racuni" Raja Basil menjeda ucapan nya menatap orang - orang terkejut, wanita yang mereka bela dan mereka dukung untuk menjadi Ratu ternyata melakukan hal yang tercela.


Raja Basil pun kembali melanjutkan perkataannya "untuk hukuman nya aku akan berikan setelah aku mengatakan suatu fakta tentang identitas Alika, wanita yang kalian katakan wanita tidak terhormat, bahkan kalian mengatakan jika dia adalah wanita penghibur, Alika dia adalah seorang Ratu"


Semua orang terdiam, terkejut dengan apa yang di katakan Raja Basil termasuk para pejabat kerajaan.


Di kejauhan kubu Alika dan yang lainnya yang menyaksikan hal ini tersenyum.


"Queen ternyata dia benar - benar mengungkapkan identitas mu" ucap Ana.

__ADS_1


"itu memang harus di lakukan oleh Raja Basil agar Queen nama nya tidak menjadi buruk karna kelakuan wanita itu" sarkas Vania.


Sedangkan Alika ia hanya terdiam tidak perduli dengan apa yang di katakan oleh Raja Basil, Alika matanya ia menyebar menatap orang - orang yang ia curigai, Alex dan Roger pun begitu mereka benar - benar waspada.


Di kubu para pejabat mereka pun saling berbisik, tidak menyangka jika wanita yang mereka kira hanya seorang petualang ternyata memiliki identitas di atas mereka.


Begitupun dengan para rakyat dan para bangsawan, mereka kini merasakan ketakutan jika benar Alika adalah seorang Ratu, maka mereka berpikir akan di beri sebuah hukuman, karna menghina seorang Ratu adalah sebuah hal sangat sakral.


Raja Basil melanjutkan kembali perkataan nya tanpa memperdulikan mereka semua yang masih terkejut dengan fakta yang mereka dengar " mungkin kalian tidak akam percaya akan hal ini, namun kalian tahu jika Kerajaan Cahaya telah kembali Berdiri namum mereka masih menutup dirinya, dan nona Alika adalaha Ratu nya"


Kembali suasana kembali mereka benar - benar tidak mempercayai hal ini begiti saja, termasuk para pejabat yang mulai meragukan perkataam Raja Basil.


Bagaimana tidak kerajaan cahaya yang mereka ketahuk adalaha kerajaan terkuat pada masa nya telah menghilangbdengan sebab yang tidak mereka ketahui pula, lalu apa mungkin sebuah kerajaan yang menghilang akan kembali berdiri begitu saja, dan lagi seorang yang memimpin kerajaan tersebut adalah seorang wanita, Ratu Alika.


"yang mulia, maaf apakah ini mungkin bisa saja dia berbohong bukan" celetuk seorang pejabat yang memang meragukan hal ini dan para rakyat pun membenarkan hal ini.


Clarisaa ia yang masih terduduk tersenyum, ia berpikir para rakyat dan pejabat tidak akan begitu mudah mempercayai hal ini.


"benar dia mungkin berbohong, kerajaan cahaya tidak mungkin kembali berdiri begitu saja, mohon yang mulia tidak begitu saja mempercayainya" ucap salah satu bangsawan wanita yang semalam berdebat dengan Alika, dia benar - benar sangat berharap dan percaya jika semua ini hanya tipu muslihat Alika.


Sedangkan di kubu Alika mereka tidak perduli dengan percaya atau tidak nya, dengan mereka, toh mereka berpikir jika semua akan terbukti dengan sendirinya.


"aku mengatakan hal yang benar, dia adalah Ratu kerajaan cahaya, karna aku sendiri yang telah membuktikannya, dan kalian pun akan membuktikan hal ini nanti dengan sendiri nya, beruntunglah kaliam tidak akan di hukum karna telah menghina seorang Ratu"


Semua terdiam mendengar Raja yang telah membuktikan sendiri jika memang kerajaan cahaya telah kembali berdiri, namum mereka masih meresakan keraguan dala diri mereka.

__ADS_1


"ALIKA DIA HANYA SEORANG BURONAN KERAJAAN MATAHARI"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2