Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
rencana yang di ketahui


__ADS_3

Putri Angeline terlihat mondar mandir di kamar nya ia memikirkan sebuah cara, bagaimana caranya agar para pejabat di istana ini berpihak padanya, Putri Angeline sempat berpikir jika dia ingin meminta tolong pada ayahnya untuk membantu melamarkannya pada Raja Basil, namun hal itu tidak akan mungkin ayahnya akan membantunya karna melihat kemarahan sang ayah pada siang hari pada nya.


Hingga akhirnya ia mendapatkan sebuah cara, meski ini beresiko tapi ini adalah satu - satunya cara untuk nya bisa menjadi Ratu di kerajaan ini.


Putri Angeline pun membisikan suatu perintah pada dayangya.


''ingat aku ingin kau bisa rapih dalam mengerjakan tugas ini, agar tidak di ketahui siapapun, kau mengerti''


''mengerti yang mulia putri'' dayang itu pun pamit dan pergi dari hadapan Putri Angeline untuk melaksanakan rencana Putri Angeline, karna Dayang itu harus benar - benar mastikan tempat yang akan di gunakan nantinya.


Putri Angeline tersenyum jika mungkin rencananya akan berhasil, namun dia tidak menyadari jika rencana nya itu telah di ketahui oleh kakaknya, karna kakaknya memperhatikan sikap dayang dari adik nya yang cukup mecurigakan.


''cik, ternyata otak bodohnya tidak penah menjadi pintar dan tetap menjadi bodoh''


''dengar jangan biarkan dia mengetahui jika aku telah mengetahui rencana ini, atau aku akan membunuhmu dan mungkin keluaga mu pun akan ikut di hukum'' dayang itu mengangguk ketakutan mendengar acaman putra mahkota lalu pergi setelah mendapatkan isyarat tangan dari putra mahkota Daniel untuk meinggalkannya.


Putra mahkota menghampiri ayahnya, Raja Desmon untuk mengatakan tentang rencana yang akan di lakukan oleh Putri Angeline, setelah mengatakan semuanya pada Raja Desmon, awalnya Raja Desmon marah dan ingin segera menghukumnya, namun di.hentikan oleh putra mahkota, dan ia pun memberikan satu ide pada ayahnya untuk Putri Angeline dan di setujui oleh ayahnya.


Putra Mahkota tersenyum membayangkan ekspresi kesal dan marahnya jika tahu rencananya akan gagal.


......................


''ayah apa kau yakin ini akan berhasil''


''ayah tidak tahu tapi ayah harap ini akan berhasil, apa kaiu benar - benar sudah tidak mengharapkannya''


''entahlah di satu sisi aku ingin memiliknya, namun aku sudah cukup merasakan sakit hati yang telah ia lakukan padaku''


''baguslah, karna cepat atau lambat dia akan pun akan hancur''


''ayah bukankah kau tahu akan kekuatannya''


''cik, dia memang kuat namun jika kita menyerang nya secara bersamaan di pun akan kalah karna kelelahan bukan''


Clarissa mengangguk setuju.

__ADS_1


''Clar, apa kau mecurigai identitas wanita yang bersama Raja Basil''


''Alika, cik bukankah dia hanya seorang petualang, ada apa, apa ayah menyadari sesuatu''


''enthlah, namun ayah pernah merasakan energi yang cukuo besar yang berasa dalam dirinya''


Clarissa berdecih ''itu mungkin energi Raja Basil bukankah dia selalu bersama denganya''


Ayah Clarissa terdiam, ia merasakan energi besar pada diri Alika bukan pada saat dia bersama Raja Basil, melainkan saat dia bersama dengan teman - teman, dan ia pun melihat jika teman - temannya terlihat sangat menghormati Alika dan itu yang membuatnya curiga akan identitas yang sebenarnya pada Alika.


Clarissa yang melihat ayah nya terdiam pun bingung ''apa ayah benar - benar berpikir jika Alika memiliki identitas besar di belakangnya''


Ayah Clarisaa menatap putrinnya dan mengngguk ''saat ayah merasakan energibpada diri wanita itu, tidak saat dengan Raja Basil, ayah tidak sengaja berpas pasan saat di tengah perjalanan menuju paviliunnya''


Clarisa terdiam ia pun mulai menyadari seautu karna Alika, dia tidak pernah merasa takut pada apapun pada ancaman yang Clarissa tunjukkan padanya, malah Alika terlihat masa bodoh.


"lalu siapa sebenarnya dia"


Clarissa dan ayahnya saling tatap seolah saling bertanya siapa sebenarnya Alika ini, mungkinkah wanita yang di anggapnya lemah adalah wanita yang sangat kuat?


"sudahlah tidak perlu memikirkan nya saat ini, sekarang lebih penting kau sudah melakukan tugasmu agar Raja sombong itu bisa kau dapatkan dengan mengandalkan para pejabat dan mentri bodoh itu"


"merekan hanya tingga menunggu aba - aba dari kita"


Clarissa dan Ayah berbincanag dan membicarakan sebuah rencana yang telah mereka susun di senuah ruangam di kediamannya yang ia buat kedap suara.


...----------------...


Alex melihat Roger yang tersenyum pada nya dari kejauhan membuatnya bergidik ngeri, yang menganggao Roher gila karna tersenyum sendiri.


''cik, aku tahu otak mu, aku tidak gila, aku seprti ini karna telah mendapatkan informasi yang kau minta"


Roger pun menceritakan semuanya pada Alex, dan Alex pun tersenyum Roger memang bisa di andalkan untuk mencari informasi.


''apa kita akan beritahu Queen atau Raja Basil''

__ADS_1


''tentu, mungkin saat malam kita akan menemui Queen, jika Raja Basil birakan Queen yang mengatakannya''


''baiklah aku mengerti, apa kau ingin mendekatkan mereka''


''tidak perlu, karna mereka pun sudah terlihat dekat'' kata Alex.


Roger pun mengangguk setuju.


Raja Basil dan Alika telah kembali dari acara jalan - jalan nya atau acara pendekatan nya Raja Basil pada Alika, mereka kembali pada saat malam hari, dan pergi menuju paviliunnya masing - masing.


Saat Alika sampai di paviliunnya Alika sedikit terkejut dengan keberadaan teman - temannya yang telah menunggunya.


''kalian menungguku''


''benar, ternyata menunghu seseorang yang sedang berkencan cukup membosankan bukan'' ucal Vania pada teman - temannya, dan Alex dan yangblainnya pun tersenyum mengangguk membuat Alika sedikit merasa malu karna ekspresinya ia tahan dengan wajah datarnya.


''siapa yang berkencan, aku tidak kami hanya sekadar jalan - jalan''


''Queen itu artinya kau sedang berkencan'' kata Ana dengan di iringi senyuman jailnya dan kembali melanjutkan ucapannya pada Alika "Queen kami setuju jika kau bersam nya''


Alika menautkan kening nya bingung ''apa kalian ingin menjodohkanku''


''tidak, tapi Anda memang sudaj berjodoh'' kata Vania yang membuat yang lainya mengangguk dan tertawa.


''sudahlah aku tidak akan menyangkal jika memang dia jodoh ku, namum jika tidak juga tidak masalah, untuk sekarang aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, meski Raja Basil memang telah menyatakan persaan nya padaku, tapi aku tidak bisa menerimannya begitu saja''


''wah ternyata Raja Basil bergeak cepat juga'' ujar Vania kagum begiti pun Ana.


''benar mungkin karna takut jika Queen kami di dahului oleh orang lain'' kata Ana dan di angguki yang lainnya.


''benar karna Queen kami adalah wanita cantik di benua ini dan bahkan wanita terkuat'' ujar Vania kembali.


Mereka Alex dan yang lainnya, tersenyum dan setuju dengan perkataan Vania.


''sudahlah jangan membahasku dan dia, ada apa kalian menungguku, aku tidak yakin jika kalian hanya akan membahas ini''

__ADS_1


Alex dan yang lainnya pun memjadi seirus dan mereka pun mengatakan kejadian di istana ini dan beberapa informasi lainnya yang telah mereka dapatkan pada Queennya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2