Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 45


__ADS_3

Acara perayaan Putra Mahkota pun di mulai.


Para tamu yang datang di suguhkan dengan tarian - tarian yang di lakukan oleh para wanita yang biasa melakukan pentas, dan mereka yang beruntung di sewa oleh Kerajaan untuk memeriahkan acara perayaan ulang tahun Putra Mahkota.


Setelah semua persembahan seni yang telah di suguhkan oleh kerjaan kini giliran para tamu atau khususnya bagi para wanita yang ingin dengan suka rela menanpilkan bakatnya.


Seorang wanita pun melangkah kedepan.


''perkenalkan saya Putri Anneth dari kerajaan Arendelle, akan mempersembahkan tarian hamba untuk Putra Mahkota'' wanita itu tersenyum tulus ke arah Putra Mahkota.


Raja Desmon pun mempersilahkan nya begitupun dengan Putra Mahkota, mereka para wanita yang berada disana bergantian menampilkan bakatnya termasuk Nona Rosaline, setelah semua wanita tampil mereka para pria serempak melihat ke arah Alika, yang menunggunya menampilkan bakatnya.


Sedangkan Alika yang sejak tadi bosan dengan acara perayaan ini, bahkan ia sempat menebak jika acara ulang tahun Putra mahkota hanyalah sebuah kompetisi untuk memikatnya, tersadar dengan semua tatapan yang menjurus padanya, Alika hanya diam tidak peduli ia hanya berharap jika acaranya segera selesai, Alika menatap Raja Desmon berharap pada nya agar segera menyelesaikan acara yang mebosankan ini, sedangkan Raja Basil yang sejak tadi menatap Alika terkekeh gemas melihat Alika yang merasa bosan, bahkan ia tidak berharap Alika menampilkan bakatnya, seperti ke inginan semua pria yang berada di aula.


''Baiklah terimakasih untuk kalian yang sudah bersedia untuk menampilkan bakatnya'' ucap Raja Desmon, Raja Desmon pun kemudia menyuruh seseorang kasim untuk memberikan berupa hadiah untuk di bagikan kepada para wanita yang bersedia menampilakan bakat mereka.


Kemudian acara penyerahan hadiah pun di mulai, mereka satu persatu menyerahkan hadiah untuk Putra Mahkota, hadiah yang Putra Mahkota dapatkan berupa berbagai macam senjata, karna mereka tahu jika Putra Mahkota sangat menyukai senjata.


Dan kini giliran Alika untuk menyerahkan hadiahnya, semua pandangan pun tertuju padanya, Karna Alika membawa kotak yang berukuran sedang namun memanjang dan kotak itu terlihat sangat cantik dengan sebuah pita dengan warna yang cerah yang mengikatnya.


Setelah Alika berada di hadapnya, tanpa memberi hormat terlebih kepada Raja dan semua anggota kerajaan, ia langsung menyerahkan hadiah kepada kasim yang bertugas disana untuk di serahkan kepada Putra Mahkota.


''maaf nona, apa seharusnya anda memberi hormat terlebih dahulu kepada yang mulia beserta keluarganya'' ucap sang kasim.


''saya sudah menghormati mereka namun caraku berbeda''


Mereka semua mendadak hening tak percaya dengan apa yang Mereka dengar.


''maksud anda ?"

__ADS_1


"saya tidak akan pernah mau bersujud ke pada siapapun selain kepada tuhan''


kasim itu menelan saliva nya takut karna merasakan aura yang kuat pada diri Alika.


''sudah lah kasim Hans tidak apa'' ucap Putra Mahkota


''Putra Mahkota Kasim Hans benar seharus ia memberikan salam hormat terlebih dahulu kepada kita'' ucap putri Angeline yangvsedikit tidak suka dengn sikap Alika.


''tidak apa aku tidak keberatan, bukan begitu Yang Mulia Raja''


''ah ya tidak apa, nona Alika bisakah kita berbicara setelah ini" Raja Desmon yang sejak awal sudah sangat penasaran dengan Alika dan yang lainnya, mulai mengatakan ke inginannya pada Alika untuk berbicara, karna banyak pertanyaan yang ada di benak nya.


''apakah bisa besok saja, aku sudah lelah''


''ah ya baiklah besok aku akan mengunjungimu, dan dimana kau tinggal?"


''tidak perlu aku yang akan datang kemari''.


Sedangkan mereka yang mendengr percakapan antara Alika dan Raja Desmon, menatap tidak percaya jika Alika bisa berbicara santai dengan yang mulia Raja, bahkan yang mulia pun terlihat takut pada Alika, sungguh mereka semua yang ada disana benar - benar tidak mengerti, dan pertanyaan serupa yang ada di benak mereka, yang menanyakan siapa sebenarnya Alika ?


''bukalah hadiah dariku semoga kau suka''Alika yang kemudian menatap ke arah Putra Mahkota.


Putra Mahkota pun mengangguk dan setelah di buka ia mengerutkan keningnya, karna tidak tau benda apa yang ada di depannya.


Alika yang mengerti ekspresi wajah Putra Mahkota kemudian mengatakan '' besok akan ku jelaskan, simpanlah lebih dulu dan jangan di gunakan sembarangan benda itu cukup berbahaya''


''apakah maksudmu benda ini juga bisa berbahya untuk ku''


''ya jika kau menggunakannya tanpa keahlian, benda itu sama seperti panah namun penggunaannya berbeda, sudahlah besok aku akan menjelaskannya untukmu sekarang aku lelah, lebih baik sekarang kau simpanlah lebih dulu dan jangan kau sentuh"

__ADS_1


Putra Mahkota pun mengangguk mengerti.


Lagi mereka yang berada disana merasa herang dengan Alika yang tidak ada rasa takut berkata santai pada Raja dan Putra mahkota, dan yang lebih heran nya lagi Yang Mulia Raja Desmon tidak mempermasalakan hal itu.


''baiklah, sekalian aku ingin pamit untuk pulang''


'' oh ya baiklah, silahkan kami tidak keberatan jika nona Alika ingin pulang lebih dulu. buka begitu ayah''


''benar kami tidak mempersalahkannya, dan kami akan menunggumu besok untuk datang kemari, apa perlu kami jemput nona?'' tawar Raja Desmon.


''tidak perlu, terimaksih'' kemudian Alika memandang teman - temannya dan mereka mengerti maksud dari Alika lalu segera mereka menghilang dari semua pandangan orang yang ada disana terhadap Alika, karna Alika benar - benar sudah sangat lelah dan bosan.


Mereka semua membelalakan matanya melihat Alika dan yang lain menggunakan teleportnya untuk kembali ke tempatnya. pantas sang Raja begitu menghormati Alika pikir mereka.


Raja Basil yang sejak tadi memperhatikan Alika yang berbicara dengan Raja Desmon dan Putra mahkota sambil tersenyum tipis ada satu hal lagi yang telah ia ketahui dari Alika dan ketika Alika menghilang dari hadapannya ia kemudian memerintahkan pengawalnya untuk mengikuti Alika.


Di sisi lain Nona Rosaline menatap tidak percaya terhadap wanita yang ia sebut seorang petualang.


''kau lihat itu, ayah benar - benar tidak yakin jika dia serang petulang dan lagi kau dengar dan lihat senidiri bukan, bahkan yang mulia raja saja begitu hormat pada wanita itu''


Rosaline bungkam ia tidak bisa menjawab apapun, namun ia tetap tidak menyukai sosok wanita itu yang telah memepermalukannya, ia tetap ingin membalas perbuatan Alika.


''sebaiknya kau berhenti mengusik nona Alika jika kau tidak ingin menyesal''


''siapa kau'' ucap Rosaline yang cukup terkejut mendengar suara pria sedikit berbisik kepadanya.


''aku hanya seorang bangswan yang pernah bertindak bodoh karna telah mengusiknya''.


''apa maksudmu''

__ADS_1


Pria itu hanya mengangkat bahu nya acuh tidak ingin menjelaskan lebih rinci pada wanita di hadapannya, yang penting ia sudah mengingatkan padanya untuk tidak bersikap bodoh seperti dirinya.


Pria itu adalah Brian Gibson yang sejak awal terdiam tidak ingin terlihat oleh sosok Alika yang menakutkan bagi dirinya, bahkan ia mengerti dengan sikap Yang Mulia Raja Desmon dan Putra Mahkota yang seakan sangat menghormati Alika.


__ADS_2