Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 77


__ADS_3

Kerajaan Dominik.


Raja Desmon dan keluarga nya telah sampai di kerajaan, mereka sangat lega dan senang karna mereka telah sampai di kerajaan, namun tidak dengan Putri Angeline yang telah terbangun ketika mereka telah sampai dan sedang bergerak menuju ke istana.


Putri Angeline menatap heran pada dirinya yang berada di sebuah tandu bersama dayang nya, hingga ahirnya ia tahu setelah dayang nya menceritakan semua yang telah terjadi pada dirinya.


Seaampainya di istana Putri Angeline langsung bergegas menuju paviliunnya tanpan memperdulikan Raja Desmon dan yag lainnya.


"lihat lah sertinya dia akan sangat marah" ucap Ratu Fidelya.


"biarkan saja, itu lebih baik dari kita membiarkannya melakukan ataj menjebak Raja Basil yang mumgkin hukuman mati yang akan dia terima" ucao Raja Desmon


"benar, mulai saat ini dia mesti mendapatakan ketegasan dari mu ayah"


Raja Desmon mengangguk "sebelum nya aku akan mengirinya ke akademi namun karna sikap nya seperti itu, mungkin akan sulit mereka para guru mengajarinya, untuk itu aku akn mencari seorang guru yang cocok untuk Putri Angeline, untuk bisa merubah sikap dan sifatnya, begitu pun dengan pengetahuannya agar lebih pintar lagi"


Putra Makota Daniel dan Rati Fidelya megangguk setuju dengan apa yag di katakan Raja Desmon, setelanta mereka pun berpencar untuk kembali ke paviliun nya masing - masing untuk beristirahat.


Kerajaan Phonix.


"Tuan Jaxton aku bertanya padamu sekli lagi apa ka telah membuat seautu yang buruk dengan kerajaan ini" ucao desak para pejabat untuk memaksa tuan Jaxton mengakui perbuatannya, dan menhiraukan perkataan yang buruk tentang Raja Basil yang di ucapkan oleh nya.


"cih, baiklah aku akn mengatakan semuanya"


"ayah" sanggah Clarissa yang menentang ayah nya untuk mengatakan semunya.


"kau tenang saja Clar, mungkin tidak lama lagi kematian Raja Basil akan kalian dengar dan kemudian tahtanya akan menjadi milikku"


Mendengar itu semu orang pun tersentak tidk percaya jika Tuan Jaxton bisa berkata seperti itu.

__ADS_1


Clrisaa mndengar ayahnya engatakan hal itu pun, membelalakan matanya tidak percaya, Clarissa ia mulai merasa takut karna dibdepan mereka adalah kebanyakan orang - orang yang sangat mempercayai Raja Basil.


Alex dan Vania yang belum meninggalkan tempat di mana Tuan Jaxton da Clarissa berada pun tersenyum melihat dan mendengar jika tuan Jaxton yang akhirnya mengatakan sesuatu yang mereka tunggu.


"Alex kau ternyata benar, tua bangka itu akhirnya mengatakanny juga"


Alex mengangguk "baiklah tuhas kita sekarang adalah mengikat mereka dan setelah itu kita pergi menuju perbatasan"


Vania mengangguk dan segera menghilang mengikuti Alex mendekati tuan Jaxton dan Clarissa.


Tuan Jaxton tersenyum melihat ekspresi semua orang yang terkejut mendengar perkataannya.


"kau melakukan kudeta" tanya salah aatu pejabt berbeda


"lebih tepat nya aku menggunakan dua kerajaan untuk membuat Raja Basil turun dari tahtanya dan membuat ku menjadikan seorang Raja"


"tuan kau sangat percaya diri sekali"


Semua orang mendengar suara wanita yang cukup keras pada tuan Jaxton pun langsung menoleh ke arah nya.


Vania ia yang sejak tadi sangat kesal dengan apa yang telah di katakan oleh tua bangka itu, tuan Jaxton pun mulai berbicara.


"siapa kau" tanya tuan Jaxton


Sementara Clarissa terdiam ia thu siapa wanita yang berbicara pada ayahnya.


Sedangkan wanita yang di hukum bersama Clarissa yang sudah babak belur dan masih dalam posisi terikat ia menangis tanpa mereka semua perdulikan, mendengar perkataan tuan Jaxton ia tidak meyangka jika dirinya malah terlibat dalam rencana busuk tuan Jaxton da Clrissa yang ingin mengambil kerajaan phonix.


"siapa aku, haruskah aku memperkenalkan diriku" ucap Vania sinis.

__ADS_1


Alex hanya diam dengan tatapan tegas nya, dan melihat ke empat prajurit yang sejak tadi fokus untuk menghancurkan aray yang telah ia buat bersama Vania yang mendekat dan melindungi tuan Jaxton dan Clarissa.


"ash baguslah kalian mendekat dengn begitu itu akan memudahkan tugas kami" ucap kembali Vania dengan senyum ramahnya.


Semua orang yang ada disana menatap bingung pada Vania dan Alex, dan apa yang akan mereka lakukan pada Tuan Jaxton dan Clarissa, namun mereka pun tidak perduli apa yang akan terjadi pada tuan Jaxyon dan Clarissa sekarang bagi mereka adalh penghiat kerajaan phonix.


Para pejabat kerajaan tentu tahu siapa pria dan wanita di hadapan mereka, karna mereka adalah orang yang selalu bersama dengan Alika.


"pria tua hentikan lah drama dan harapanmu, karna itu tidak akan terjadi, kau tahu kau telah salah melawan Raja Basil dan Queen kami"


Clarisaa yang sejak tadi terdiam ia mulai kembalj berbicara, karna sang ayah yang sudah mengungkapkan rencana nya ia pun akan mengungkapkam kekesalannya juga.


"Queen, cih kau pengikut wanita penjahat itu bukan, cih kau lah yang telah salah memilih orag sebagai tuanmu"


"Queen Alika dia adalah seorang Ratu dan kalian semua akan segera mengetahui faktanya dan untuk kalian berdua sekarang lebih baik kalian menutup mulut kalian dan bersiaplah setelah perang ini usai malaikat pencabut nyawa akan segera menghampiri kalian berdua" ucap Vania dengan menyunggingkan semyumannya dan setelah mengatakan itu Vania mengibaskan tangannya ke arah Tuan Jaxton dan Clarissa dan seketika mereka berdua pun terbungkan mulut nya dan tidak bias mengeluarkan kata - kata nya bersamaan ketika Tuan Jaxton yang akan memerintahkan prajuritnya untuk menyeramg Vania dan Alex.


Alex melihat Vania melakukan itu pada Tuan Jaxton dan Clarissa pun menggelengkam kepalanya dan lalu ia pun dengan cepat menggunkan sihirnya untuk mengikat Tuan Jaxton, Clarissa da ke empat prajurit Tuan Jaxton.


Para pejabat dan semua yang ada disana terdiam melihat Alex dan Vania yang dengan begitu saja membuat Tuan Jaxton dan Clarissa terikat dan bahkan tidak bisa berbicara.


"tuan apakah benar di luar sana telah terjadi perang" tanya salah satu pejabat yang bertanta pada Alex


Alex mengangguk " dan mereka berdua lah yang membawa perang untuk kerajaan Phonix"


Semua orang pun kembali riuh da khawatir dengan nasib kerajaan ini, bahkan keselamatan mereka.


Alex yang mengerti ke khawatiran mereka pun kembali berkata " kalian tidak perlu khawatir, tempat ini telah aman, kami telah membuat sebuah aray agar kalian terlindung, dan lagi aku ingin kalkan menjaga pengkhianat ini, dan kaliam bileh melakukan apapun pada mereka berdua, kecuali melepaskan ikatannya, ah tapi jika kaliam mencoba melepaskanya kalian tidak akan bisa melakukan nya karna inj menggunakan sihir ku maka aku lah yang hanya bisa membebaskanya"


Tuang Jaxton dan Clarissa yang mencoba melepaskan dirinya dari sihir yang mengikat dirinya namun tidak bisa mereka lakukan bahkan untuk berbicara, mereka terlihat panik terlebih saat Alex mengtakan jika semua orang bisa melakukan apapun pada mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2