Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 60


__ADS_3

"Lalu apa yang membuat mu menjadi buronan kerajaan matahari"


Alika mentap Putra Mahkota Daniel yang bertanya padanya, ''apa kau pernah mendengar jika kerajaan matahari, Raja, bahkan Putra Mahkota dan Pangeran sangat menyukai wanita''


Putra Mahkota terdiam, benar dia pernah mendengar fakta tentang tabiat buruk para pria di kerajaan matahari


''maksudmu, apa mereka menginginkanmu"? tanya Raja Desmon


''ya salah satu pangeran di kerajaan matahari memaksaku untuk menjadi selir mereka, aku sudah memberi nya peringatan agar tidak mengangguku namun peringatanku tidak di dengar maka aku memberikan nya sebuah hukuman''


''hukuman''? tanya serempak Putra Mahkota dan Raja Desmon.


''ya sebuah hukuman yang mungkin dia tidak lagi berani mendekati atau memaksa wanita karna dia telah ke hilangan kedua kakinya'' kali ini Roger yang bicara sontak Raja Deamon dan Putra Mahkota menoleh pada Roger.


''pantas jika kalian di jadikan Buronan, namun aku tidak menyalahkan kalian karna memang kerajaan matahari mempunyai sifat buruk seperti itu'' timpal Raja Desmon dan di angguki putra mahkota.


''namun sepertinya mereka tidak pernah jera untuk memburumu'' kata Putra mahkota.


''ya dan mungkin kedepanya akan ada perang antara kerajaan cahaya dan matahari'' lanjut Alex.


''perang, apa memang kerajaan matahari telah mengetahui tentang kerajaan cahaya yang kembali" tanya Raja Desmon


''belum, tapi mereka akan mengetahui nya sebentar lagi'' lanjut Alex menyeringai.


''mengapa kau sangat yakin" tanya putra mahkota sedangkan Alika dan yang lainya hanya menyimak karna memang Alex yang sudah memberikan sedikit infomasi pada putra mahkota kerajaan mtahari.


''karna aku memberikan sedikit informasi tentang identitas ku sebagai kesatria''


Putra mahkota terdiam tidak mengerti dengan maksud dari Alex, namun beda dengan Raja Desmon yang sudah mulai mengerti.


''jadi mungkin saja kerajaan matahari kini sedang mengawasimu dan yang lain untuk mencari tahu tentang kerajaan cahaya''


Alex mengangguk.


''lalu apa nanti nya kalian akan benar - benar berperang''


Alika menghela nafasnya kasar ''jujur aku hanya ingin hidup damai, namun jika mereka meminta maka kita harus memberi bukan''


''baiklah jika benar kedepannya terjadi perang kami akan membantu sebisa kami'' lanjut Raja Desmon dan di angguki putra mahkota.


''perang, siapa yang akan berperang''?


''yang mulia''ucap seremoak Raja desmon dan Putra mahkota sedangkan Alika dan yang hanya ikut zberdiri tanpa berbicara sepatah katapun.


''duduk lah aku ingin bergabung dengan pembicaraan kalian''

__ADS_1


''bukankah kau sedang sibuk Raja''


''ah ya seharusnya aku masih berurusan dengan gulungan kertas yang menumpuk di meja, namun karna ada yang menggangguku dan bahkan memaksa masuk yang membuat keributan, aku jadi malas untuk melanjutkan pekerjaanku''


''jika boleh tahu siapa yang mulia'' tanya Raja Desmon


Raja Basil tersenyum ''Putri mu Raja Desmon''


deg.


Raja Desmon dan Putra mahkota menjadi tegang Angeline dia benar - benar membuat malu.


''maafkan kelakuan Putri hamba yang mulia'' Raja Desmon dan Putra Mahkota berdiri dan membungkuk meminta maaf atas kelakuan Angeline yang memalukan.


Flash Back


Di kediaman yang di tempati kerajaan Dominik Angeline ia tengah bersiap ia menatap dirinya di cermin memastikan jika dirinya sudah tampil sempurna.


Angeline terlihat semangat keluar dari kamarnya sambil membawa bingkisan yang berisi makanan yang telah ia bawa dari kerajaan Dominik.


''Putri kau mau kemana''


''aku ingin menemui Yang Mulia Raja Basil'' jawabnya sambil tersenyum


''cik, ibu aku tidak akan mengganggunya aku hanya akan memberikan bingkisan makanan yang aku bawa dari kerajaan kita, yang akan aku berikan padanya, mungkin ini akan membuatnya menjadi semangat kerja dan mungkin Yang Mulia Raja Basil akan menjadi tertarik padaku karna aku perhatian terhadapnya''


Ratu Fidelya menggelengkan kepalanya ''sebaikanya kau jangan mengganggunya hari ini beliau sangat sibuk''


''ibu Ratu aku sudah katakan bukan jika aku bukan datang untuk menganggu, sudahlah aku pamit'' Angeline pergi tanpa menoleh kembli ke ibunya meski ibunya telah beberapa kali memanggilnya namun tidak di hiraukan olehnya.


Angeline pergi menemui kedua dayang di hadapanya''antar aku menemui Yang Mulia Raja Basil''


kedua dayang itu saling tatap, karna yang mereka tahu Yang Mulia sedang sibuk untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang sempat tertunda dan tidak ingin di ganggu.


''cik, apa kalian tuli''


Kedua dayang itu tersentak '' ampun Putri setau saya Yang Mulia sedang sibuk dan tidak ingin di ganngu'' ucap salah satu dayang di hadapan Angeline.


Angeline mulai kesal''aku tidak menganggunya, dan kalian tidak berhak melarang ku, kalian hanya harus patuh dengan apa yang aku perintahkan, maka sekarang antar aku ke tempat yang mulia berada''


dayang itu pun pasrah dan mengikuti ke inginan Putri Angeline meski ia tahu resiko yang akan ia terima nantinya.


Dayang itu berjalan di depan Putri Angeline memimpin jalan untuk menunjukkan tempat dimana Yang Mulia Raja Basil berada.


Tak lama mereka telah sampai, Angeline pun terlihat semangat dan kembali merapikan baju dan riasanya, namun saat Angeline akan mendekati ruangan yang di dalamnya ada Raja Basil, Putri Angeline di tahan oleh dua orang prajurit, sedangkan dayang yang menunjukkan jalan pada Putri Angeline terdiam tertunduk takut jika nanti nya dirinya akan di hukum karna telah membiarkan Putri Angeline datang ke tempat di mana Raja Basil biasa mengahabiskan waktu untuk melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


''berikan aku jalan''


''mohon maaf putri anda di larang masuk''


''cik, kalian tidak berhak melarangku''


''maaf Putri ini perintah langsung dari yang mulia Raja Basil untuk tidak membiarkan siapapun masuk''


Putri Angeline tidak memperdulikan ucapan prajurit di hadapannya hingga terjadilah keributan hingga terdengar ke telinga Raja Basil.


''Kasim, ada di apa di luar mengapa sangat berisik''


''saya akan mencari tahu yang mulia''


Raja Basil mengangguk, sambil memijat pelipisnya karna fokus nya telah terganggu.


Tak lama kasim itu pun kembali masuk.


''yang mulia''


''katakan''


''Putri Angeline memaksa masuk ingin menemui anda yang mulia''


Raja Basil menghela nafasnya kasar'' biarkan dia masuk''


Kasim itu pun dengan segera memberitahukan pengawal yang ada di luar untuk menyuruh Putri Angeline masuk.


Di luar Putri Angeline terus beradu mulut dengan kedua prajurit, sesaat kemudian prajurit itu pun mendapat perintah untuk membiarkan Putri Angeline masuk yang membuat Putri Angeline menjadi besar kepala dan tersenyum mengejek ke arah dua prajurit tersebut.


Angeline pun masuk dan ia langsung melihat Raja Basil tengah berdiri dan bersender pada meja kerjanya, dengan melipat dua tangannya dan menatap datar ke arah Putri Angeline, sedangkan Putri Angeline berpikirr jika Raja Basil menyabutnya.


''yang mulia mohon maaf jika saya mengngganggumu''


''kau tau jika kau telah mengangguku'' ucap Raja basil dingin.


Angeline terdiam mendengar nada bicara Raja Basil. ''saya hanya ingin memberikan sebuah bingkisan makanan yang telah saya bawa dari kerajaan dominik''


''aku bertanya,kau tau jika kau telah mengangguku''


Angeline mengeratkan pegangangnya pada bingkisan yang ia bawa'' mohon maaf yang mulia''


''cik, apa kau tidak punya sopan santun, apa begini kelakuan seorang putri, memaksakan seseuatu yang sudah jelas di larang''


.

__ADS_1


__ADS_2