Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 43


__ADS_3

Alex dan yang lainya tiba di tempat sepi di dekat istana, seperti apa yang di inginkan oleh Queenya, mereka pun mulai berjalan mendekati gerbang istana, banyak yang memandang kagum pada mereka apalagi terhadap Alika yang terlihat sangat cantik, namun mereka heran karna melihat mereka datang dengan berjalan kaki, tidak dengan kereta/tandu seperti yang mereka gunakan.


Alika dan yang lainya terus berjalan tanpa memperdulikan orang - orang di sekitarnya, namun di pertengahan jalan ketika Alika dan yang lainnya hendak menuju gerbang istana ada seorang wanita yang menghentikan.


"hey Kau wanita petualang itu bukan, mengapa kau berada disini, apa kau di undang di acara perayaan Putra Mahkota, cik bagaimana bisa seorang petualang sepertimu hadir di acara megah seperti ini" perempuan itu berceloteh di hadapan Alika, bahkan memandang Alika dengan sangat sinis.


Alika hanya menatap heran terhadap wanita di depannya, Alika ingat jika wanita ini adalah wanita angkuh yang tempo hari ia traktir belanja di toko pakaian, lalu Alika tersenyum ke arah wanita itu.


"kau suka dengan kejutanku, apa kah kurang, katakanlah aku akan membayarkan kembali belanjaan untukmu" ucap Alika dengan senyuman manis nya seolah dia senang mentraktir wanita di depannya ini yang masih saja mencaru masalah dengannya.


Alex dan yang lainya yang berada di belakang Queen, tersenyum remeh kepada wanita angkuh di hadapan mereka, Alex dan Roger tau apa tela Queen nya lakukan pada wanita di depannya ini Nona Rosaline yang telah di ceritakan oleh vania dan Ana.

__ADS_1


Nona Rosaline mendengar Alika berkata seperti itu pun mulai mengepalkan tangannya kesal dan marah merasa terhina karna dia pikir Alika mengatakam jika dirinya miskin.


"kau dasar brengsek, aku akan membayar semuanya padamu, katakan berapa koin yang kau habiskan untuk membayar pakaianku" wanita itu sungguh geram dengan Alika yang mempermalukannya saat itu dan ia menerceritakan kejadian di toko pakaian kepada ayahnya setelah ia sampai di rumah, ayahnya yang sama merasa terhina, ia menyuruh anaknya untuk mengembalikan koin yang telah ia keluarkan untuk membayar pakaian yang putrinya miliki saat ini, lalu ayahnya tanpa segan memberikan 10 koin emas untuk mengembalikan rasa malunya.


"kau yakin bukankah kau hanya bisa membeli satu pakaian" jawab Alika dengan nada datarnya, mereka disana tanpa sadar menjadi pusat perhatian, dan mereka yang meluhat pun menahan tawa nya karna yidak mungkin mereka menertawa anak dari seorang mentri yang berpengaruh di kerajaan ini.


"kau, katakan saja semuanya aku akan mengembalikannya papadamu" ucap Nona Rosaline lagi.


Alika tersenyum dan menggelengkan kepalanya "tidak perlu aku ikhlas, jika kau ingin mengembalikan koin yang telah ku bayarkan untuk pakaianmu, kau berikan saja pada orang - orang yang lebih membutuhkan, seperti orang - orang yang kau sebut miskin" balas Alika, dan Alika kemudian melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukan wanita itu yang terus menggerutu tidak terima dan memanggil dirinya, Alika hanya diam tidak peduli seolah ia menutup telinganya.


Sampainya ia di gerbang istana Alika tanpa basa - basi lagi mengeluarkan plakat yang Putra Mahkota berikan saat itu, prajurit istana yang melihat itu pun langsung mempersilahkan Alika masuk dan menyuruh beberapa dayang untuk mengantarkan Alika ke Aula perayan Putra Mahkota.

__ADS_1


Sekali lagi Nona Rosaline sangat geram karna Alika benar - benar di undang secara resmi oleh putra mahkota terbukti dengan plakat yang Alika tunjukan pada prajurit di gerbang istna.


Sesampainya di aula, Alika meminta pada kasim yang berjaga disana untuk tidak mengumumkan kedatanganya, saat Alika masuk dengan yang lainya mereka langsung di arahkan ke tempat duduk yang telah di sediakan disana, Alika dan yang lainnya menjadi pusat perhatian, bahkan banyak pria bangsawan dan pangeran dari beberapa kerajaan yang di undang Kerajaan Dominik terpesona melihat kecantikan Alika, karna Alika tidak di umumkan kedangannya mereka banyak bertanya satu sama lain siapa wanita cantik yang datang bersama rombongannya.


Alika dan yang lainya sudah duduk di kursinya, ia kemudian mengedarkan pandangannya, cukup ramai batin Alika, Alika melihat para wanita yang berdandan heboh dan terus bercermin sembunyi - sembunyi, terlihat jika mereka benar - benar antusias dalam menghadiri acara ini.


NONA ROSALINE MEMASUKI RUANGAN.


Sontak Alika dan yang lain meliht ke arah pintu masuk dan mereka sedikit terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Seorang wanita yang berjalan berlenggok di temani satu dayang di belakngnya, ia begitu percaya diri ketika berjalan disana sambil membusungkan dadannya ke depan, ayah nya yang seorang mentri di kerajaan dominik sudah lebih dulu datang di istana, Rosaline kemudian menghampiri ayahnya dan duduk di sampingnya, karna ia sudah tidak memiliki ibu, sedangkan selir dari ayah Rosaline tidak pernah di izinkan untuk datang menghadiri acara apapun yang di gelar di istana.

__ADS_1


"Queen, ternyata wanita angkuh itu adalah Nona Rosaline, wanita yang di rumorkan wanita paling cantik di kerajaan ini, cik mata para pria di kerajaan ini ternyata bermasalah" celoteh Vania, Queen dan yang lainya hanya tersenyum menanggapi ucapan Vania dengan nada lirih namun masih bisa di dengar oleh teman - temannya.


.


__ADS_2