Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 46


__ADS_3

Ke esokan harinya di istana di pagi hari.


'' Yang Mulia, mengapa anda sangat menghormati wanita tadi malam''


''jangan berbicara formal pada ku permaisuri, disini hanya kita berdua''


Permaisuri mengangguk, dan menatap Raja Desmon suaminya, untuk segera menjelaskannya.


''aku pernah menceritakan padamu tentang kerajaan cahaya''


''ya, apa maksudmu wanita itu berasal dari sana, bukankah kerajaan itu telah menghilang''?


''benar, namun kau tau ada seseorang yang sangat aku kenali yang bersama dengan wanita itu''


Dahi permaisuri berkerut. ''kau yakin''


Raja Desmon mengangguk ''dia seorang Pria yang aku lihat yang bersama dengannya dan memang lah dia, Pria yang ku kenal dulu, dia adalah teman ku sekaligus menjadi guru ku saat aku masih menjadi Putra Mahkota''


''apakah benar, maksudku bukankah seharusnya seseorang yang kau kenal dulu, dan sekarang mungkin sudah seumurun dengan mu, kau lihat sendiri bukan jika orang - orang yang bersama wanita itu mereka terlihat masih muda''


''aku yakin, itu benar dia, dan soal itu, entahlah aku juga tidak mengerti, namun menurutku Kerajan Cahaya banyak menyimpan kekutan yang tersembunyi di dalamnya, kau tau hal ini lah yang membuat ayahku ingin menguasai Kerajaan Cahaya''


Permaisuri terdiam dia enggan mempercayai semua ini, hal yang menurut nya mustahil, apa mungkin kerajaan cahaya yang telah menghilang telah kembali lagi dan apa mungkin seseorang bisa tidak menua pikirnya permaisuri.


''sudah kau jangan terlalu banyak berpikir kita akan tahu jawaban nya nanti'' Permaisuri pun mengngguk.


Mereka berbincang berdua di pagi hari, di dalam gazebo di temani teh hangat, di luar paviliunnya di dalam istana, namun tetap dalam pengawasn para prajurit istana dari kejauhan untuk melindungi Raja dan Ratu mereka.


...----------------...


''apa yang sedang kau pikirkan ka'' Angeline yang melihat kakanya yang termenung di sebuah taman di istana duduk terdiam dengan pandang kosongnya.


''oh kau, tidak ada hanya saja ada hal yang sangat membuatku penasaran''


''apakah tentang wanita tadi malam, apa kau menyukainya'' tanyanya selidik.


''cik, bukan aku tidak menyukainya, namun tentang identitas di balik wanita itu''

__ADS_1


''ku kira kau menyukainya syukurlah, kau tau aku tidak menyukai sikapnya, dan ya aku pun berpikir hal seperti itu bahkan ayah saja menghormatinya, tapi jika dia memang punya identitas yang tidak biasa bukankah kau bisa memanfaatkanya, kelihatanya dia menuukai mu''


Dahi Putra Mahkota berkerut mendengar perkataan adiknya ''apa makaudmu dengan memanfaatkanya''


''cik kau ini, jika wanita itu memang memiliki identitas yang cukup di segani, bukankah jika kau bersamanya kau bisa menjadi raja yang punya kekausaan besar, bahkan yang mungkin saja akan melebihi kekuasaan yang ayah miliki saat ini''


''cik aku bukan orang yang yang tamak akan kekuasaan, kau tau jika aku bisa menolak aku tidak ingin menjadi Putra Mahkota, aku lebih suka menjadi seorang rakyat''


''cik kau benar - benar naif ka, tidak mungkin di dunia ini, tidak ada yang tidak menginginkan kekuasaan''


''ada dan itu aku, aku lebih menyukai perdamaian'' Putra Mahkota kemudian meninggalkan Putri Angeline yang terus mengomporinya untuk menjadi Raja yang berkuasa, dia heran sikap Putri Angeline adiknya mengapa hampir sama dengan sifat kakenya yang pernah ayah nya ceritakan padanya.


Putri Angeline berdecak kesal, kakanya yang tidak mau mendengar sarannya yang menurutnya akan sangat menguntungkan bagi kakanya dan juga dirinya, dia pun kemudian berlalu pergi di ikuti oleh para dayang dan juga beberapa pengawal yang selalu bersamanya.


......................


Putra Mahkota berniat mengahampiri ayah nya di paviliunya, namun sampainya di sana ternyata ayahnya tidak berada dipaviliun, pengawal mengatakan padanya jika ayahnya berada di gazebo di dekat paviliun Phonix bersama ibunya, maka ia pun kembali melangkahkan kakinya kesana.


''Salam ayah, ibu ?''


''oh kau nak, kemarilah'' ajak sang ibu dan sang ayah pun hanya tersenyum dengan ke datangan anaknya.


''benar ayah''


''kau akan tahu nanti, karna ayah pun belum sepenuhnya yakin tentang hal ini'


Putra Mahkota mengangguk mengerti.


''oh ya anaku apa tadi malam kau sudah menemukan wanita yang akan mendampingimu?"


Putra Mahkota menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari ibundanya.


''cik kau ini cepatlah mencari perrmaisurimu kau tau ibu mu ini sudah ingin meminang cucu''


''benar nak, dan ayah pun ingin segera pensiun menjadi seorang raja ayah sudah lelah dan segera ingin mengahabiskan waktu ayah bersama ibu mu dan cucu darimu atau mungkin dari Angel'' Permaisuri pun tersenyum dan mengangguk tanda setuju dengan apa yang menjadi ke inginan Raja Desmon.


''oh ayolah aku belum siap untuk menjadi Raja ayah banyak hal belum aku pelajari, tanggung jawabnya terlalu besar, aku takut tidak bisa menjalaninya''

__ADS_1


''kau bisa nak, ayah pun dulu berpikir seperti itu, kau bisa belajar sambil menjalani peranmu'' sang ayah yang memohon ke pada anak berharap segera bisa menggantikannya menjadi seorang Raja.


''beri aku sedikit waktu lagi'' ayahnya mengangguk setuju, karna ia pun mengerti dengan ketidak yakinan anak nya untuk menjadi seorang Raja karna memang itu tidak lah mudah.


''cik kalian semua disini dan tidak mengajaku'' Putri Angel yang melihat ayah, ibu dan kakanya sedang berbincang santai di sebuah gazebo pun menghampiri mereka, meninggalkan para dayang dan pengawalnya tidak jauh dari sana.


Raja Deamon dan pemaisuri tersenyum. melihat kedatangan Putrinya tapi tidak dengan Putra Mahkota yang masih kesal terhadap adiknya.


Putri Angeline sadar dengan wajah kesal kakak nya namun ia tidak menghiraukannya, ia berjalan dan duduk dekat dengan ibunya sedangkan Putra Mahkota berada di sebrang mereka bertiga.


''ayah ibu ada yang ingin aku katakan''


''ada apa ''ucap sang ayah dan ibunya memandang Putri nya penasaran dengan apa yang akan di tanyakan oleh nya.


''ayah apa kau mengenal dengan baik Raja Basil maksudku apa ayah dekat denganya''


Putra Mahkota yang tau dengan pikiran adik nya mengangkat kedua sudut bibirnya tipis.


''ayah memang mengenalnya namun tidak sedekat itu, ada apa kau menanyakan nya, jangan katakan kau menyukainya''


''benar aku menyukainya, ayah bisakan membantuku untuk bisa dekat dengan nya bila perlu lamar lah dia untuk''


''Putri, itu tidak akan mudah nak kau tau Raja Basil sangat sulit di sentuh''


''Benar ayah pun tidak yakin jika Raja Basil akan menerimamu''


''oh ayolah ayah aku sangat menyukainya dia tampan dan lagi dia sangat berkuasa, bukankah itu bagus jika aku bisa mendapatkannya, kerajaan ini pun akan naik derajatnya dan bahkan akan di hormati oleh seluruh kerajaan, seperti mereka menghormati Raja Basil''


''Putri ayah tidak menginginkan hal itu, yang ayah inginkan hanya perdamaian agar tidak ada lagi perang di masa mendatang''


''cik ayah kau sama saja dengan kakak, ibu apa kau sependapat denganku''


Ibunya memandang Putri Angeline ''nak ayah mu benar namun jika memang Raja Basil yang tertarik padamu ibu akan menudukung jika tidak kau tidak boleh memaksakannya''


''aku tahu aku akan berusaha sendiri untuk bisa mendapatkan hatinya jika ayah tidak bisa membantuku, bila perlu aku akan mengejarnya hingga benua selatan''


''dan aku yakin kau tidak akan pernah mendapatkannya kau lihat sendiri bukan, jika tadi malam, Raja Basil beliau tertarik dengan Nona Alika'' ucap Putra Mahkota.

__ADS_1


Putri Ageline mengepalkan kedua tangannya namun tidak di sadari oleh ayah ibu dan juga kakakny aku tidak akan membiarkan Raja Basil menyukainya dia hanya boleh bersama dengan ku, akuyang lebih berhak menjadi Ratu yang akan berkuasa Di semua benua.


__ADS_2