Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 38


__ADS_3

Alexis dan yang lainya menghilang dari sana dan membuat mereka yang mengepung Alika membelalakan matatanya, terutama Brian yang mengira jika orang yang ada di hadapannya kini mempunyai kekuatan yang sama dengan orang - orang yang di bayar olehnya, namun ternyata salah, tapi melihat Alika sendiri dan ia dengan 15 orang, ia tersenyum remeh ke arah Alika.


'' mengapa kau menyuruh teman - temanmu pergi nona, apa mereka takut, dan apa mereka tidak khawatir kau akan terbunuh oleh ku ?'' Alika tidak menjawab dan hanya memandang Brian yang tertawa melihat Alika, karna bodoh ingin melawannya dengan yang sendiri.


Di tangan Alika tanpa di sadari semua orang, sebuah katana muncul dengan energi yang cukup kuat namun di tahan oleh Alika, seolah katana tersebut mencium bau darah yang sudah di rindikan, karna katana tersebut sudah lama tidak memotong tubuh manusia dan mencium aroma darah.


''kau ingin membunuhku, maka lakukanlah '' kata Alika sambil mengangkat halisnya sebelah dan tersenyum smirk ke arah Brian.


''apa kau menyerah''


''anggaplah seperti itu'' jawab Alika, ia ingin membiarkan Brian menggunakan senjatanya untuk melukainya, agar ia mengetahui kekutan regenerasinya.


''cih aku akan membiarkan mereka yang membunuhmu, karna kepalamu di hadiahi uang yang sangat banyak, dan aku tidak akan menganggu, cik sayang sekali jika kau menerima tawaran ku saat itu kau tidak akan berakhir dengan konyol nona''


''begitukah'' dan tanpa di sadari Alika, dari arah belakang ada yang menusuk Alika hingga tembus kedepan, sontak Alika menunduduk melihat pedang yang tembus di tubuhnya, ia bingung dan senang karna ia tidak merasakan apapun.


Mereka senang melihat Alika telah mati di tangan mereka dan membayangkan koin yang banyak yang akanb mereka dapatkan namun detik kemudian mereka membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat termasuk Brian.


Alika mendorong pedang dari depan tubuhnya ke belakang tanpa ada darah sedikitpun yang menetes, dan lubang di tubuhnya bekas tusukan pedabg perlahan tertutup menyisakan pakaianya yang berlubang.


''beginikah rasanya memiliki kekuatan regenerasi'' Alika tersenyum senang dan Alika pun berbalik memandang orang yang telah menusukmya dengan badan yang bergetar.


''kau yang menusukku''


''si si ap pa kau'' kata pria itu tergugup, sambik melangkah mundur kebelakang takut nenghadapi wanita di depanya.

__ADS_1


''aku Alika'' jawabnya tersenyum manis.


''Sekarang giliran ku'' jawab Alika sambil mengarahkan katanya ke hadapan pria yang menusuknya dan keluarlah satu katana seperti bayanganya nyata dan memotong tubuh pria tersebut mejadi dua dan orang - orang yang berada disana sontak terkejut, namun mereka berpikir jika menyerang Alika bersamaan dia akan kalah, sedangkan Brian ia melangkah mundur kebelakang dengan banyak pertanyaan di benaknya ''apa informasinya salah, apa wanita ini benar - benar berbahaya, pikirnya dengan perasaan tidak tenang jjka wanita di depanya tidaklah mudah di kalahkan.


Mereka 14 orang tersisa menyerang Alika bersamaan, Alika ia hanya berdiri tenang tanpa rasa tkut sedikit pun dannketika mereka mulai mendekat ia mengangkat kembali katananya dan mulai mengeluarkan energi spirutualnya dan seketika banyaknya katana keluar dan melesat membantai ke 14 orang yang akan menyerangnya, dan mereka pun mati seketika dengan menyisakan penyesalan dalam diri mereka.


Alika menghela nafas nya, baru kali ini ia membunuh orang dengan jumlah banyak dengan sekali serang, sambil memandag tubuh -btibuh yang sudah terpotong di depannya, dan dengn sihir penciptanya ia menghilankan mayat - mayat itu dan tempat pun kembali ke seperti semula.


Sedangkan Brian yang melihat itu, ia terduduk di tanah dengan badan bergetar dan takut, lalu ia mecoba sekuat tenaga untuk melarikan diri dari sana, Alika hanya melihatnya, tanpa ada niat ingin mengejarnya.


Tanpa disadari Alika di kejauhan ada yang melihatnya dari awal hingga ia menyerang, dan orang itu menggunakan teleportnya dan sampai di pinggir Alika.


''senjata yang berbaya'' katanya,yang membuat Alika terkejut dan heran dengan orang yang tiba - tiba datang.


Alika memandang pria di depanya yang mengenakan topeng wajah setengah dan di sebelah pria iyu ada satu lagi pria yang ia tebak adalah seorang pengawal, Alika cukup terkesan ternyata bukan hanya dirinya dan yang lainnya yang bisa menggunakan teleport bahkan ia merasakan energi yang kuat keluat darinya.


''aku hanya orang yang tidak sengaja mlihat petarungan yang cukup mengesankan'' jawabnya sambil tersenyum ke arah Alika.


Alex dan yang lainya menghampiri Queen dan mereka sangat waspada terhadap pria di depannya kini, karna Queen nya di hampiri pria misterius.


''baiklah aku hanya ingin menyapa, sepertinya teman - temanmu sedang mengkhawatirkanmu''


Pria itu yang memandang remeh pada Alex dan yang lainnya, namun kagum pada wanita di depanya yang tidak tertekan sedikit pun dengan kekuatannya, Alex dan yang lainnya yang sangat waspada terhadap pria itu, karna mereka merasakan energi kuat yang ada pada pria tersebut dan mencoba dengan sekuat tenaga menahan energi yang keluar dari pria di hadapan mereka, bahkan Ana tidak sanggup berdiri hingga menyender pada Alex.


''ah aku dengar namamu Alika, nama yang cantik, semoga kita bisa bertemu lagi nona'' lanjutnya lagi sambil memandag Alika tersenyum dan detik kemudian ia dan pengwalnya menghilang menggunakan teleportnya.

__ADS_1


Alika dia tidak terlalu memperdulikan pria misterius yang tiba - tiba saja datang dan pergi, ketika dia pergi ia hanya mengangkat bahunya acuh, dan Alika melihat ke arah Alex dkk, denan wajah pucat mereka.


''ada apa dengan kalian?' tanya Alika.


''Queen kami merasakan energi yang sangat kuat yang ada keluar pada pria itu, bahkan kami hampir saja tidak bisa menahannya'' jawab Alex yang mewakili semuanya.


''benar Queen apa kau tidak merasakanya'' tanua Vania.


''aku merasakanya namun aku tidak tertekan sedikitpun, sudalah biarkan saja, karna aku lihat pria itu bukan amcaman bagi kita'' kata Alika.


''baik Queen, namun kami penasaran siapa pria misterius itu'' jawab lagi Vania. .


''jangan terlalu di pikirkan, mungkin nanti kita akan tau dengan sendirinya'' jawab Queen ''sudah kita lanjutkan lagi perjalananya aku sudah ingin beristirahat, apa kalian masih sanggup berjalan kaki'' tanya Queen yang khawatir pada Alex dan yang lainya karna wajah pucat mereka.


''tidak apa kami sanggup namun sepertinya tidak dengan Ana dia hampir kehilangan kesadarannya'' kata Roger yang melihat Ana sangat pucat dan di pegani oleh Alex karna hampir terjatuh.


''aku akan menggendongnya'' ujar Alex dan mereka pun mengangguk setuju lalu mereka melanjutkan perjalanannya menuju penginapan yang terletak di ujung kota.


. . . . .


'' tuan aku melihat wanita tadi tidak merasakan tekanan apapaun ketika tuan mengeluarkan enenergimu, sebaliknya dwngan teman - temannya mereka sangat pucat karna menahannya, namun aku masih terkesan karna mereka masih sanggup berdiri '' tanya pengawal pada tuannya.


''kau benar, aku pnasaran dengan identitas wanita itu, apa benar dia hanya buronan dan seorang petualang''


''pendapatku seprtinya tidak tuan, apa aku perlu mencari informasinya''

__ADS_1


''ya lakukanlah'' perintahnya pada pada pengawal, ia menyunggingkan senyumannya mengingat wanita cantik dengan senjata yang mematikan dan dengan kekuatan regenerasi yang dia miliki, bahkan ia memeiliki energi spiritual yang sama kuat dengan yang di milikinya.


Pria itu sangat penasaran dengan Alika, ''seprtinya masih banyak kekuatan yang tersembunyi yang ada pada dirimu nona, akankah kita bertemu lagi'' ia memejamkan matanya dan berharap pengawalnya yang telah pergi, bisa mendapatkan informasi yang dia inginkan, ia tertidur di dahan pohon di dalam hutan dengan aray pelindung yang ia buat yang hanya bisa di tembus oleh pengwalanya.


__ADS_2