Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 54


__ADS_3

Vania, Ana, Alex dan Roger bersamaan pergi ke tempat Queenya berada mereka berjalan beriringan dengan di antar beberapa dayang.


''kalian menyadari sesuatu bukan, hal yang berbeda pada diri Queen'' ucap Ana.


''benar Queen ia semakin cantik dan bersinar sama seperti ketika ia mengeluarkan semua kekuatan Queennya saat itu'' jawab Alex dan di angguki yang lainnya.


''benar bahkan aku pun tidak berani menatap nya'' kta Roger.


''jangankan kalian kami para wanita pun sama aku iri dengan kecantikan Queen namun aku pun bangga memiliki Ratu yang cantiknya seperti dewi dan sangatlah kuat'' ucap Vania dia tidak sengaja mengatakan kata Ratu dan di senggol lengannya oleh Ana.


Vania menutup mulut nya dengan telapak tangan. asataga apa yang telah aku katakan


Vania menatap teman - teman nya seolah meminta maaf dengan kata spontan yang keluar dari mulutnya.


Alex dan yang lainnya menggelengkan kepalanya, tidak percaya jika Vania bisa mengatakan sesuatu yang akan membuat jati diri Queenya terbongkar.


Sedangkan kedua Dayang di depan mereka saling pandang dan tersenyum seolah mereka mendapatkan informasi yang berharga.


''aku ingin kalian berdua menutup mulut kalian, jika tidak aku akan membut mulut kalian tidak bisa kembali berbicara'' kata Roger tegas, karna ia melihat gelagat dan tingkah kedua dayang yang senang dengan informasi yang mereka dapat.


''baik tuan'' ungkap kedua dayang tersebut secara bersamaan.


Tak lama mereka telah sampai di Paviliun Tulip mereka heran dengan ke adaan di sekitar paviliun yang di tempati Queen nya karna adanya beberapa prajurit yang ada di sana, namun mereka tidak terlalu memikirkannya dan terus berjalan untuk menemui Queen mereka.


''aku dan Alex akan menunggu di sini'' ucap Roger, Vania dan Ana mengangguk dan melangkah masuk ke dalam Paviliun Tulip.


''Queen'' panggil Ana.


''oh kalian datang''

__ADS_1


''ya, kami ingin pergi bersama mu ke aula perjamuan makan malam nanti''


''Alex dan Roger''


''mereka menunggu di luar''


Alika mengngguk mendengar jawaban Ana.


''Queen kau tau ada hal yang berbeda pada dirimu'' tanya Vania pasa Queennya.


Kedua halis Alika mengkerut tidak mengerti dengan apa yang di maksud Vania.


''berubah, apa yag berubah''


''kau semakin cantik Queen persis seperti kau mengeluarkan kekuatan Ratumu saat itu, bahkan kami pun merasakan aura Ratu pun keluar dalam dirimu Queen'' ucap Vania sambil menunduk dan di ngguki Ana yang sama halnya tidak berani menatap langsung Queennya.


Alika mengehela nafas nya, benar ia tidak menyadari hal semacam ini karna ia merasa sama seperti biasa saja, tidak ada yang berubah pada dirinya, ianpun berpikir mengapa hal ini bisa terjadi, apakah karna ku berendam di sungai itu.


Setelah mengetahui khasiat dan merasakan sendiri manfaat sungai surgawi tersebut, kini Alika lebih sering mandi menggunakan air tersebut, maka ini lah yang terjadi aura Ratu yang selama ini di tutupi kini terbuka dengan sendirimya secara perlahan, namun Alika tidak mempermasalahkan nya karna menurutnya cepat atau lambat jati dirinya pun akan terbongkar.


''sudahlah jangan di bahas lagi, kalian bersikap lah seperti biasa bukankah aku pernah mengatakan untuk tidak menunduk di hadapanku, beritahu juga Alex dan Roger tentang hal ini nanti''


Vania dan Ana pun mendongkak menatap Alika dan mengangguk sambil tersenyum ke arah Queenya.


''baiklah aku akan bersiap lebih dulu, setelah itu kita akan langsung pergi ke tempat perjamuan makan''


Vania dan Ana pun mengangguk dan menunggu Queennya di luar dan menemui Alex dan Roger.


Para dayang yang di siapkan oleh Raja Basil untuk melayani Alika pun tidak melayani Alika sepenuh nya karna Alika yang menolak dan menyuruhnya untuk kembali.

__ADS_1


......................


Kini mereka berjalan beriringan di pandu oleh dua dayang yang sejak tadi bersama mereka Alex dan yang lainnya, dan dikawal oleh beberapa prajurit yang membuat Alika tidak nyaman akan hal itu namun ia tidak bisa berbuat apapun karna mereka hanya menjalankan tugas nya, mereka menuju Aula Perjamuan makan yang biasa di adakan setiap jam makan siang dan malam.


Mereka telah sampai dan berasamaan dengan Raja Basil yang juga baru sampai.


Raja Basil mempersilahkan Alika dan yang lainnya untuk masuk lebih dulu, Alika pun tidak menolak dan di umumkanlah kedatangan Alika, yang sontak semua mata yang ada di dalamnya tertuju pada Alika dan yang lainnya, wanita yng membuat gempar seisi istana karna yang mulianya yang membawanya, bahkan wanita itu di tempati di paviliun tulip yang biasa di gunakan oleh para ratu di kerajaan ini.


Mereka semua terdiam, dan terkagum dengan kecantikan Alika yang sedang berjalan dengan sangat anggun dan tegas.


Sedang kan di salah satu tempat duduk tampak seorang wanita menggeram kesal dengan apa yang ia lihat, Alika nama wanita yang ia ketahui dari seorang prajurit ternyata memiliki wajah yang sangatlah cantik bahkan melebihi dirinya, ia ingin sekali mencakar wajah wanita yang telah berani mendekati incarannya, selama ini ia cukup percaya diri jika Raja Basil akan menjadikan nya Ratu karna hanyalah dia satu - satunya wanita yang dapat berbicara dan dekat dengannya meski sikapnya dingin dan cuek kepadanya.


Clarisa menatap semua orang dan benar saja pandangan semua orang terpaku hanya pada Alika, sesaat kemudian sang kasim pun kembali berteriak dan mengatakan jika yang mulia Raja Basil memasuki ruangan, semua pun berdiri dan membungkuk sedangkan Alika dan yang lainnya hanya berdiri tanpa membungkukkan badanya, dan tidak ada yang menyadarinya karna semua orang membungkukkan badannya.


Raja Basil telah duduk di kursi kebesaranya.


''duduklah kita mulai makan malamnya''


Semua pun duduk dan mulai menyantap hidangan yang telah tersedia di hadapannya, namun mata mereka khususnya para pria mereka mencuri pandangannya untuk melihat Alika wanita yang cantik bahkan melebihi seorang dewi, pantas yang mulia tidak memperbolehkan kita para pria untuk menatapnya batin mereka bersamaan.


Alika merasa aneh dengan makanannya dia pun menyudahi makannya dan menatap orang - orang di sekelilinya, siapa yang memungkinkan orang itu untuk melakukan hal yang bodoh padanya.


Clarisa menyadari jika Alika merasakan sesuatu yang aneh pada makanannya namun ia tetap tenang meski sesekali ia tersenyum tipis sambil menunduk agar tidak terlihat, namun ternyata pikirannya salah Alika melihatnya gelagat aneh pada Clarisa, Alika pun tersenyum ke arah Clarisa ketika pandangan mereka bertemu tanpa ketersengajaan.


dia tersenyum padaku apa dia menyadari sesuatu, haha jika memang tidak masalah bagiku karna aku melakukannya dengan bersih dan semua bukti pun sudah aku hilangkan, itu pelajaran untuknya karna telah berani mendekati Raja milikku, dan sambutan yang hangat dariku untumu, nona Alika.


Clarisa pun membalas senyuman Alika namun senyumannya Clarisa adalah senyuman mengejek dan sinis.


Raja Basil melihat interaksi yang janggal pada Alika dan Clarisa dan ia tidak sengaja melihat makanan yang ada di hadapan Alika yang tetap utuh dan hanya tersentuh sedikit, Raja Basil pun menatap tajam ke arah Clarisa seperti pemikirannya jika Clarisa mungkin membuat ulah yang mungkin tidak bisa di maafkan.

__ADS_1


__ADS_2