Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 35


__ADS_3

Alika kembali dengan membawa berbagai makanan seperti berada di restoran, mereka berempat bingung dengan makan asing yang ada di depanya, namun terlihat enak dengan aroma makanan yang menggugah selera makan mereka, perut mereka seakan tidak sabar untuk melahap habis makanan yang ada di depanya.


''Queen makanan apa ini'' tanya Ana, Alex, Roger dan Vania pun menoleh ke arah Queen mereka ingin mendengar apa jawaban yang di tanyakan Ana.


''ini makanan khas padang,'' Alika melihat wajah Ana dan kawan - kawan yang masih tidak mengerti dengan jawabannya.


''sudahlah jangan banyak bertanya kita makan saja, bukankah kalian sudah lapar, perut kalian sudah berdemo sejak tadi'' jawab Alika sambil terkekeh geli melihat teman - temanya malu karna ketahuan jika mereka sudah sangat lapar, apa lagi dengan makanan yang Queennya bawa.


''Queen kami ingin melapor'' Alex yang ingin melaporkan tentang informasi yang sudah dia dan Roger temukan.


''nanti saja, kita habiskan ini dulu aku sudah lapar, aku tidak akan bisa menangkap apa yang akan kalian bicarakan jika poerutku sedang kosong''jawab Queen Alika dan akhirnya mereka pun menghabiskan dulu makanan yang telah di buat oleh Queenya, tidak ada percakapan ketika mereka sedang makan, karna Queennya pernah mengatakan jika dirinya sangat tidak suka jika sedang makan ada yang berbicara dia suka keheningan.


Tak lama mereka pun telah menghabikan makanan yang Alika buat, mereka benar - benar menyukai makanan yang di buat oleh Queenya.


''kalian kenyang, apa makanan yang aku buat suka'' tanya Alika.


''suka Queen, suka sekali ini semua sangat enak, apa lagi dengan daging kotak yang berbumbu itu'' jawab Ana dan di angguki yang lainya.


''benar ini semua sangat enak'' lanjut Vania.


Alika tersenyum ''itu namanya rendang, nanti akan ku buatkan lagi jika kalian suka, karna aku pun sangat menyukai makanan ini''


''terimaksih Queen, namun kami tidak enak jika harus merepotkanmu'' jawab Roger.


''tidak apa, tidak perlu sungkan, aku senang melakunnya, dan apa yang ingin kalian laporkan'' tanya Alika pada Alex dan Roger.

__ADS_1


Sebelum Alex dan Roger akan mengatakan laporannya, Alika mengibaskan tangan nya di atas meja dan munculah lima cangkir cofee untuk menemani mereka ketika sedang mengobrol.


''kalian bicaralah dengan santai, tidak perlu formal dan ini ada minuman hangat yang di sebut cofee, minumlah secara perlahan'' ucap Queen Alika.


Mereka mengangguk sambil melirik ke arah minuman yang mengebul dengan asap putihnya, dan mulai mencoba meminumnya, manis pikirnya dan aroma cofee yang keluar dari minumannya seakan membawa mereka bertambah rilex.


Alika menatap Alex dan Roger, mengerti dengan tatapan Queenya mereka mulai melaporkan apa yang telah di temukan mereka, dengan menggali informasi dari penumpang dan beberapa petugas kapal.


''kerjaan Dominik masih berdiri dan kini di pimpin oleh Raja Desmon August anak dari mendiang Raja terdahulu Geraldo August, dia di angkat menjadi Raja ketika Raja Geraldo mati terbunuh oleh yang mulia karna penyerangan saat itu'' lapor Alex pada Alika.


''Raja Desmon, menurut kabar dia Raja yang baik, tidak seperti ayahnya yang haus akan kehormatan dan kekuasaan, namun ia adalah Raja yang sederhana, dan menurut informasi yang kami dengar ketika Raja Geraldo akan menyerang Kerajaan Cahaya, Raja Desmon yang saat itu masih menjabat sebagai Putra Mahkota menentang dengan keras keputusan ayahnya, namun karna tabiat buruk ayahnya yang keras kepala, ia hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apapaun meski kemungkinan buruk yang akan terjadi pada ayahnya, dan ia pun tidak menyalahkan Kerajaan Cahaya dan tidak berniat membalas dendam, karna ia sadar akan kesalahan ayahnya yang keterlaluan. '' lanjut Roger.


''apa Raja Geraldo hanya mempunyai satu orang anak'' tanya Alika.


''tidak Queen beliau mempunyai lima orang anak 2 laki - laki dan 3 perempuan, sepasang dari permasuri nya yaitu anak pertama yang kini menjadi seorang Raja, yang mulia Raja Desmon August dan anak kedua seorang Putri, Putri Mikaela August. dan anak ketiga anak dari seorang selir kehormatan yang melahirkan seorang pangeran dan putri yang kini menjabat sebagai Pangeran yang ahli dalam perang, sedangkan seorang Putri nya kini telah menikah dengan seorang pangeran di kerjaan Nuvoleon dan tinggal disana, dan dari satu orang selir lainnya juga yang melahirkan seorang Putri dan ia juga sudah menikah dengan salah satu anak jendral di kerajaan Dominik, beliau hanya mempunyai dua orang selir dan satu permaisuri.'' jelas Alex.


''apa kita akan bekunjung dengan nama kerajaan Cahaya ?''' tanya Roger.


''tidak, entahlah kita lihat nanti, aku belum yakin, bukankah kita masih belum ingin menujukan ke semuanya jika kerajaan kita telah kembali sebelum semuanya kembali normal'' Alex dan yang lainnya mengangguk serempak.


''Queen, perjalanan kita mungkin akan terganggu dengan beberapa orang yang di tugaskan oleh kerajaan matahari agar membawa kita hidup - hidup ataupun mati, karna ternyata informasi tantang kita yang yang telah membuat cacat Pangeran Cullen dan kita yang telah menjadi buronan mereka, telah menyebar dengan cepat'' lanjut Roger yang melaporkan informaai yang ia dapat.


''cih merepotkan, kalian tau aku sangat tidak ingin membunuh tapi jika mereka terus menggangguku, aku tidak yakin akan bisa menahan diriku, tapi apa mereka, maksudku orang yang di tugaskan oleh kerajaan matahari akan tau jika kita yang melakukanya, bukankah hanya sedikit orang yang melihat kita saat itu?'' tanya Alika.


''di benua ini ada beberapa orang yang mahir melukis wajah hanya dengan mendengar ciri - ciri yang di sebutkan oleh seseorang yang mengetahuinya ataubyang melihat jelas wajah kita'' jelas Ana pada Alika.

__ADS_1


''begitukah, apa akan sangt jelas '' tanya Alika kembali.


''benar Queen dan untungnya orang - orang yang berada di kapal ini hanya mendengar kabarnya saja dan belum melihat gambar yang sedang di sebar oleh prajurit Kerajaan Matahari.'' kata Alex.


''baguslah itu artinya kita akan tenang di di kapal ini, setidaknya sampai kita di pelabuhan benua barat, apa mereka juga akan menyusul kesana, orang - orang yang memburu kita ?'' lanjut Alika.


''pasti Queen karna mereka di iming - imingi oleh hadiah yang besar'' lajut Roger.


''mereka akan sangat menyesal jika benar - benar ingin berhadapan dengan kita'' kali Vania yang betbicara.


''benar, namun kita juga perlu waspada jika kemungkinan merekapun akan menyuruh orang yang ahli dalam sihir untuk menyerang kita, itu lah yang akan merepotkan kita, karna kita tidak tahu kemampun mereka yang sama atau masih di bawah kita'' lanju Roger.


'''Roger kau tidak perlu khawatir karna Ratu kita mempunyai kekuatan spirtual dengan energi yang tidak terbatas'' kata Alex meyakinkan Roger,


''hey Roger kau takut pada mereka, cih .. kau memalukan kesatria kerajaan cahaya jika begitu'' kesal Vania.


''aku tidak takut, tapi bukan kah kita memang harus selalu waspada'' lanjut Roger.


Vania yang ingin kemabi berbicara terhenti karna lebih dulu Alika yang berbicara.


''benar apa yang di katakan Roger, meski kita merasa diri kita kuat, namun kita pun tidak boleh meremeh musuh.l, kita mesti waspada, sudah sangat karut beristirahatlah'' lanjut Alika.


''baik Queen kami akan beristirahat secara bergantian disini''kata Alex memberi usul yabmng di setujui yang lainya.


''tidak perlu, kalian beristirahatlah, aku akan memasang aray untuk melindungi kita, dan aku akan beristirahat di ruang dimensiku, apa kalian tidak apa jika aku betistirahat disana?''

__ADS_1


''tidak apa Queen itu akan lebih baik karna kau betistirahat dengan baik disana'' kata ana dan yang laonoun menganghik serempak.


''baiklah '' Alikapun mulai membuat aray pelindung dengan sihir penciptanya dan setelah itu dia pun masuk ke ruang dimensinya untuk isturahat, dan Ana dkk pun mereka mulai memejamkan matanya tidur seyelah kepergian Queenya dengan posisi duduk dan bersandar di kursi


__ADS_2