Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 13


__ADS_3

Alika telah sampai di desa tersebut bersama Ana, disana terlihat sepi dan ada beberapa parajurit kerajaan yang menjaga desa tersebut, agar mereka yang berada dari desa tidak keluar dan menularkan kepada penduduk yang lainnya.


''kau mau kemana nona, kau tidak boleh masuk ke desa karna desa ini sedang terkena wabah penyakit '' seorang prajurit yang menghentikan Alika ketika akan memasuki desa.


''aku tau untuk itu aku datang kemari, dan aku akan memcoba mambantu menyembuhkan mereka ''


''hey nona apa kau seorang tabib ''


''anggap saja seperti itu, maka biarkan aku lewat ''


''sudalah biarkan dia lewat, jika memang nona ini bisa menyembuhkan mereka bukankah ini berita bagus '' satu prajurit lainya yang mengijinkan Alika masuk.


''tapi bukankah harus ijin dulu kepada yang mulia '' katanya lagi.


''ash kau benar, nona kau harus meminta ijin terlebih dahulu kepada yang mulia ''


''biarkan aku masuk, aku yakin Raja Erland tidak akan marah ataupun keberatan ''


Akhirnya setelah perdebatan panjang Alika di ijinkan masuk namun salah satu prajurit bergegas untuk memberitahukan kepada Raja Erland.


Setelah masuk ia melihat kondisi desa yang kumuh, pantas jika dipikir desa ini di serang penyakit karna tidak membiasakan hidup sehat , Alika mencoba mendekati salah satu warga dan mencoba untuk mengobati, jika dugaannya maka Alika sudah tau langkah apa yang harus ia lakukan.


''nona'' sapa lemah seorang wanita paruh baya.


''bolehkah aku memeriksamu '' wanita itu mengangguk lemah.


Lalu Alika mengeluarkan barang pribadinya berupa alat kedokkteran yang selalu ia bawa ketika bertugas dan ia simpan di mobilnya, semua orang yang melihat itu heran dan sejak dari awal kedatangan Alika pun mereka melihat aneh ke arah Alika dengan pakaian yang berbeda namun Alika hanya acuh dan kini ia fokus dengan kerjaannya.


Sedangkan prajurut tadi yang segera melapor ke Raja Erland pun telah sampai .


''yang mulia hamba ingin melapor '' kata prajurit yang melihat Raja Erland sedang duduk santai di gazebo sambil memikirkan masalah yang sedang ia hadapi.


''katakan ''


''nona Alika dan dayang Ana mereka kini berada di desa, nona Alika mengatakan jika ia seorang tabib dan akan mencoba membantu menyembuhkan mereka''


Raja Erland tersentak ''apa ia tidak takut terlular, baiklah terimaksih atas laporanmu dan aku akan segera menyusul Alika kesana ''


Jendral Alex yang berada di sapingnya pun terkejut''maaf yang mulia bukankah bahaya untuk anda datang kesana ''


''tidak apa, tidak akan terjadi apapun padaku, bersiaplah '' yakin Raja Erland kepada jendral Alex.


Jendral Alex hanya mengangguk patuh pada raja Erland jika ia sudah memberi perintah.

__ADS_1


di desa. .


''benar mereka terserang DBD '' kata hati Alika


''minumlah air putih yang banyak dan ini obat untukmu, minum ini setelah anda makan ''


Wanita paruh baya itu mengangguk patuh.


Alika lalu mengedarkan pandangan kesemua penjuru desa itu, desa itu tidak terlalu luas dan di sebelah utara terlihat adanya hutan, namun yang menjadi fokusnya adalah kedaan desa yang kumuh dan banyaknya nyamuk, inilah yang membuat mereka terserang penyakit DBD.


''apa kau tidak takut tertular ?''


''oh kau sudah datang ''


Dayang Ana yang melihat raja Erland ia membungkukkan kepalanya tanda hormat dan di balas oleh Raja Erland, namun tidak dengan Alika, ia yang hanya fokus dengan keadaan desa .


''kau belum menjawab pertanyaanku ''


''tidak '' singkatnya ''lalu bagaimana denganmu''


Raja Erland nenghela nafas ''aku tidak'' Alika mengangguk tidak ingin bertanya kembali.


''kau tau wabah apa yang menyerah desa ini '?''


Raja Erland menautkan keningnya bingung , sadar dengan kebingungan raja Erland maka mau tak mau Alika mesti menjelaskannya kepada raja Erland .


'' DBD Atau Demam berdarah adalah penyakit akibat gigitan nyamuk pembawa virus Dengue. Penyakit ini menyebabkan gejala demam tinggi dan flu. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa." jelas Alika


"lalu apa kau tau bagaimana mengatasinya ?"


"beristirahat yang cukup dan menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan banyak minum air. Penderita juga dapat mengonsumsi obat penurun panas,"


Raja Erland mengangguk mengerti .


''yang mulia raja Erland ''


Raja Erland tersentak mendengar wanita yang di kaguminya kini memanggilnya dengan sebutan yang mulia, Alika selama ini memanggil dia dengan raja Erland, kini ia bertambah dengan kalimat yang mulia di depannya, Raja menatap Alika dengan ekspresi yang sulit di artikan.


'''ada apa dengan ekspresi mu ''?


'''kau memanggilku yang mulia ''


''lalu apa ada yang aneh, semua orang sama memanggilmu seperti itu, sudahlah tidak usah di bahas ada sesuatu yang lebih penting kali ini ''

__ADS_1


''ash benar, apa kau bisa menyembuhkan mereka ''


''mungkin, aku tidak yakin karna jika hanya gejala mungkin aku bisa menyembuhkan mereka karna aku kekurangan obat dan alat saat ini"


''kau mengerti tentang pengobatan ''


''sedikit ''


Lagi Raja Erland semakin mengagumi Alika , ''baiklah, lalu apa yang harus kita lakukan ?''.


''pertama, bisakah kau menyuruh prajuritmu untuk memasang tenda yang cukup besar dan beberapa tempat tidur untuk warga yang sedang sakit ''


''maksudmu kau ingin mengumpulkan mereka semua yang sedang sakit dalam satu ruangan ''


''ya seperti itu, dan itu untuk memudahkan ku memeriksa mereka tanpa harus berkeliling di desa ini''


Raja Erland mengangguk mengerti dan segera menyuruh prajuruitnya untuk melakukan apa yang Alika minta.


''lalu setelah itu kita akan kerja bakti ''


''kerja bakti ''? bingung Raja Erland


Alika mengangguk ''kau tau nyamuk yang mempunyai virus dengue itu lah menyebabkan para warga menjadi sakit dan nyamuk itu pula yang menularkan penyakit tersebut dan salah satu cara pencegahan agar para nyamuk itu tidak terus berkeliaran di lingkungan ini adalah dengan menciptakan lingkungan yang bersih ''


Raja Erland mengangguk mengerti '' baiklah aku akan menyuruh prajurit dan para warga yang masih sehat untuk membersikan desa ini ''


Tenda besar telah terpasang dan beberapa tempat tidur pun telah ada di dalamnya mereka yang sakit di minta untuk datang ke tenda, mereka berbondong - bondong mendatangi tenda itu .


Alika yang memeriksa mereka satu persatu pasien di bantu oleh Ana, karna kapasitas yang terbatas, mereka yang masih terlihat sehat di minta untuk beristarahat dirumah dengan di berikan obat kepada mereka dari Alika dan menyuruhnya kembali jika merasa demamnya tidak kunjung turun.


Alika sedikit beruntung karna ia mendapatakan obat - obatan yang di perlukan di ruang di mensinya, bahkan sangat lengkap seperti rumah sakit, sebelumya ketika para raja dan prajurit dan Ana yang selalu di sampinya sedang sibuk Alika memisahkan diri dan duduk di tempat yang sepi lalu ia memfokuskan dirinya untuk masuk keruang dimensi , setelah ia memasuki ruang di mensinya, dugaan nya benar karna selama ia berpikir dan memerlukan apapun yang ia butuhkan ruang di mensinya selalu memberikan dan menyediakan apa pun yang alika inginkan . seperti saat ini ia memerlukan obat - obatan untuk megobati para pasien penderita DBD, dan di ruang dimensipun dengan ajaibnya muncul seperti toko obat yang sangat lengkap dengan alat - alat kedokteran yang di perlukan.


Mereka yang terlihat parah Alika menyuruh mereka berbaring di dalam tenda yang sudah tersedia, lalu Alika mengeluarkan alat kedokteran yang dibutuhkan seperti selang infusan dan yang lain untuk pasien.


Awalnya raja Erland bingung dari mana Alika mendapatkan semua ini, namun dengan santainya Alika berkata, jika ia mempunyai cincin ruang penyimpanan yang tidak terbatas untuk menyimpan apapun yang ia butuhkan, dan raja Erlandpun mengangguk mengerti karna ia pun mempunyai hal yang sama .


Untungnya Alika pernah mendengar tentang cicin penyimpanan, karna Ana pernah mengatakan tentang cicin ruang kepada Alika ,karna Alika selalu mengeluarkan benda - benda dengan tiba - tiba maka Ana mengatakan.


''Alika kau mempunyai cincin ruang penyimpanan'' Alika yang mengerti apa yang di maksud Ana pun mengatakan.


''apa disinipun ada yang mempunyai hal seperti ini '' Alika sedikit khawatir jika Ana berpikir tentang ruang dimensinya, namun apa yang di katakan Ana hanya sebuah cicin penyimpanan barang.


''ada, namun termasuk langka dan di kerjaan ini setau saya hanya beberapa, dan yang punya salah satunya yang mulia, Alika kau harus menjaga cicin penyimpanan ini dengan baik karna banyak yang menginginkannya .'' lanjut Ana dan di angguki Alika ,

__ADS_1


Dari situlah Alika kini tidak perlu khawatir lagi jika orang - orang bertanya dari mana ia mendapatkan atau megeluarkan barang dengan tiba - tiba.


__ADS_2