Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 52


__ADS_3

''aku mesti menunggu teman - temanku mungkin mereka akan datang sebentar lagi'' jawab Alika sambil melangkah ke arah tempat duduk.


Pria itu mengangguk dan matanya yang terus meilhat Alika, Alika yang sadar terus di tatap pun berkata ''berhenti menatap ku, dan duduklah''


Pria itu pun merasa malu sendiri dan mulai melangkahkan kaki nya ke tempat duduk di dekat Alika.


''nona apa aku boleh menyukaimu'' ungkap Pria itu sambil menatap Alika.


Alika menautkan keningnya dengan wajah datarnya yang menatap pria tersebut '' aku tidak bisa melarang orang untuk menyukaiku''


''maka izin kan aku untuk mengejarmu''


''mengejarku''


''ya izinkan aku mendapatkan hatimu''


Alika terdiam ''kau Raja Basil, bukankah seorang Raja memiliki banyak wanita di istana''


Raja Basil tersenyum''aku belum memiliki satu pun wanita dan hanya akan memiliki satu wanita, jadi izin kan aku untuk mendapatkanmu''


'' baiklah terserah kau saja'' Raja Basil pun tersenyum mendengar jawaban Alika.


Tak lama terdengar ketukan pintu di luar, Alika pun bergegas membuka pintu untuk mereka, Alex dan yang lainnya, ketika Alex dan yang lainnya melihat wajah Queen nya, ekspresi mereka yang di tunjukan sama hal nya dengan ekspresi Raja Basil.


''ada apa dengan kalian, berhentilah menatap ku seperti itu'' tegas Alika.


Mereka pun menundukan kepalanya dan melangkah masuk mengikuti Alika dari bekakang dan tidak berani mengatakan sepatah katapun.


Saat masuk mereka melihat Raja Basil dan merekapun membarikan salamnya namun tidak dengan membungkukkan badannya karna Queennya tidak menyukai hal seperti itu.


Raja Basil pun tidak masalah karana ini adalah keinginan Alika.


''apa kita akan berangkat sekarang'' tanya Alika pada Raja Basil.


Raja Basil pun mengangguk dan mulai membuka portal menuju istananya.

__ADS_1


''Portal'' Alika sedikit tertarik dengan hal ini.


''ya bukankah kau memiliki ketiga elemen sihir'' ucap Raja Basil sambil tersenyum ke arah Alika.


Alex dan yang lainnya terkejut dengan apa yang mereka dengar, sedangkan Alika ia terdiam matanya menatap Raja Basil dengah penuh pertanyaan, satu hal lagi yang kau tahu tentang diriku. apa di menyelidiku, lalu apa hubungannya dari ketiga elemen sihir dan portal pikir Alika.


''masuklah nanti akan aku jelaskan, kau bingung bukan apa hubunganya dengan ketiga sihir dan portal"


Alika hanya menatap Raja Basil tanpa berniat menjawabnya dan mulai melangkah masuk ke portal yang telah di buat oleh Raja Basil dan di ikuti oleh Alex dan yang lainya, setelah semua masuk Raja Basil pun ikut masuk bersamaan dengan portal yang kembali tertutup dan menghilang.


Mereka kini Berada diluar Istana dengan di sambut oleh beberapa pejabat istana jendral serta beberapa prajurit dan juga para dayang dan kasim.


Mereka membungkuk hormat dengan kedatangan Raja mereka setelah seminggu berada di benua barat.


''Salam yang mulia, selamat datang kembali''


Raja Basil hanya mengangguk dan berdeheum kepada salah satu mentri yang memawakili mereka yang bersama dengannya untuk menyambut Raja Basil.


''saya membawa tamu penting, perlakukan mereka sama seperti kalian memperlakukan ku, karna mereka akan tinggal disini beberapa hari kedepan untuk menghadiri Festival Lampion, kalian mengerti''


''kalian ikutilah beberapa dayang itu, mereka akan menunjukkan tempat tinggal untuk kalian semetara waktu disini'' tunjuk Raja Basil pada Alex dan yang lainnya dan mereka pun mengangguk dan mulai mengikuti beberapa dayang yang di maksud oleh Raja Basil.


''dan untukmu kau ikutlah dengan ku '' ucap Raja Basil pada Alika.


Alika memandang orang -orang yang di ada depannya tidak memperdulikan ajakan Raja Basil ''sampai kapan kau akan membiarkan mereka seperti itu''


''jika kita pergi dari sini mereka akan kembali ke tempatnya masing - masing''


Alika menatap Raja Basil tajam, Alika sangat tidak menyukai Raja yang seperti ini.


Raja Basil mengerti dengan apa yang di pikirkan Alika '' pergilah dan jaga mata kalian untuk tidak menatap wanitaku'' mereka mengangguk serempak dan mulai membubarkan dirinya.


Sedangkan Alika kembali menatap aneh Raja Basil '' wanita mu, sejak kapan aku menjadi wanitamu, dan mengapa mereka tidak boleh melihatku''


''sejak kau mengizinkan ku mengejarmu, dan aku melarang mereka melihatmu karna ku tidak rela kecantikan mu di lihat oleh mereka'' jawab Raja Basil tersenyum dan ia mulai melangkahkan kakinya.

__ADS_1


''cik, wanita memang lah cantik, lalu apa masalahnya dengan itu'' jawab Alika sambil mengikuti langkah Raja Basil.


''kecantikan mu berbeda dari wanita biasanya'' ucap Raja Basil sambil melirikan matanya ke arah Alika.


Alika hanya terdiam tidak ingin kembali mengatakan apapun, tidak ingin mendebatkan sesuatu yang menurutnya konyol. .


Mereka berjalan berdua menuju paviliun yang Raja Basil telah siap kan untuk Alika melalui pengawal yang biasa bersama nya dan pengawal itu telah kembali lebih dulu atas perintah Raja Basil.


Alika memadang dan mengedarkan pandangannya ke setiap tempat yang mereka lewati istana megah yang bernuansa klasik dan berkelas dengan banyak nya taman bunga di setiap tempat, dan pepohonan di setiap penjuru istana yang menambahkan kesan asri nan sejuk di istana.


''kau suka istana ini''


''ya, banyak taman bunga disini, apa kau yang membuatnya''


''ya, ini adalah ke inginan terakhir mendiang ibuku yang belum sempat ku kabulkan semasa hidupnya''


Alika mengangguk mengerti tidak ingin kemabali bertanya hal yang akan membuat Raja Basil kembali mengingat ibunya, yang mungkin akan membuat Raja Basil kembali bersedih.


Mereka telah sampai di paviliun yang akan di tempati Alika Paviliun, Paviliun Tulip yang biasa di gunakan untuk seorang Ratu di kerajaan Phonix.


''sebenarnya aku tidak berniat untuk tinggal di istanamu, namun aku tidak bisa menolak jika kau telah memberi''


''maka aku pun akan memberikan hatiku dan kau tidak akan bisa menolaknya'' Jawaban Raja Basil yang membuat Alika bungkam.


apa aku salah bicara, cih bagaimana bisa ia menyambungkannya dengan hati.


Alika, ia hanya bermaksud mengahargai apa yang telah di persiapkan oleh Raja Basil, maka sangat tidak mungkin bukan jika Alika menolaknya begitu saja.


Sedangkan Raja Basil ia tersenyum ke arah Alika yang sedikit kesal dengan apa yang telah di katakan olehnya.


''istirahatlah, nanti akan ada beberapa dayang yang akan melayani mu, dan saat makan malam datang lah ke aula perjamuan makan malam yang biasa dilakukan disini, karna aku tidak suka makan sendiri''


''baiklah, aku akan datang''


Raja Basil tersenyum dan mengangguk kemudian ia pamit dan pergi dari hadapan Alika menggunakan teleportnya.

__ADS_1


Alika menghela nafasnya, sebenar nya ia ingin menanyakan tentang ketiga sihir yang ia miliki pada Raja Basil namun ia urungkan karna masih ada hari esok, Alika melangkah keluar ke arah taman bunga tulip di depan paviliun nya sesuai dengan nama paviliunnya, ia tidak merasa lelah maka ia memutuskan untuk berdiam diri di taman bunga di hadapanya, karna dia juga seorang wanita yang sangat menyukai bunga.


__ADS_2