Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 75 ( bab baru )


__ADS_3

Raja Basil mengajak Putra Mahkota Alderald dari kerajaan matahari ke dalam istana teoat di aula yang biasa menjamu kerajaan lainnya.


Alika dan yang lain nya yang melihat itu pun mulai ikut bergerak dengan tugas nya masing - masing, Alex dan Vania bergerak menuju tempat dimana Clarissa dan tuan jaxton berada dan bersama semua rakyat kerajaan Phonix yang tinggal nya berada dekat dengan istana dan para pejabat istana, mereka mendekat kesana untuk membuat sebuah aray agar mereka terlindungi dan agar tuan Jaxton dan Clarissa tidak bisa melarikan diri dari kerajaan phonix dan dari hukuman Raja Basil setwlah perang ini usai.


Sementara untuk Roger dan Ana mereka berdua mengikuti Queen Alika yang berjalan di belakang nya, menuju ke tempat dimana Raja Basil berada yang bersama Putra Mahkota Alderald.


Semetara itu di perbatasan pasukan kerajaan Voresham yang di pimpin oleh Raja nya dan Putra Mahkota mulai bergerak memasuki kerajaan Phonix hingga mereka pun bertemu dengan pasukan dari kerajaan matahari.


Kerajaan matahari, Raja Agler mereka selain mengirim putra mahkota, ia juga mengirim pageran kedua, serta jendral dan panglima perang nya, mengingat kekuatan dari Alika dan Raja Basil yag sangat kuat terlebih Alika yang mereka tahu memiliki kekuatan beregenerasi dan untungnya mereka tidak tahu jika Alika memiliki kelemahan dengan racun, meski begitu Alika dapat segera memulihkan dirinya di sungai surgawi di dimensi nya.


Mereka belum memasuki kawasan kerajaan dan menunggu aba dari orang yang telah mereka kirim, mereka tidak menyadari jika tidak jauh dari tempat mereka pasukan kerajaan phonix telah siao memukul mundur mereka agar tidak masuk ke kawasan kerajaan.


Tempat dimana Clarissa berada, tuan Jaxton membantu Clarissa untuk membukakan tali yang mengikat tubuhnya, sementara itu para pejabat terdiam tidak memperdulikan mereka, karna sendiri pun masih sibuk dengan pikirannya masing - masing menegenai raja Basil yang benar - benar nekat ingin menikahi seorang wanita seperti Alika yang di katakan dia adalah buronan, meraka saling memperdebatkan membicarakan dengan tingkah Raja Basil yang sangat tidak diterima oleh mereka.


Rakyat kerajaan Phonidx yang berada disana pun semakin riuh membicarakan Raja mereka yang lebih membala seorang penjahat ketimbang dengan Rakyatnya senidiri bhkan pejabat istana pun tidkak di dengr oleh Raja mereka.


Mereka benar - benar tidak menyangka jika Raja Basil demi melindungi dan menikahi nya sampai berbohong jika Alika adalah seorang Ratu.


Sementara itu Clarisaa yang sedang di bantu oleh ayah nya melepaskan ikatan di tubuhnya mulai merasakan ke janggalan.


"ayah apa kau merasakan ada hal yang aneh disini"


"apa maksudmu Clar" ucap tuan Jacton sambil melepaskan ikatan Clarissa.


"kau lihat disini tidak ada satupun prajurit kerajaan yang ada hanya beberapa prajurimu"


Tuan Jaxton menghentikan lengan nya dengn pandngan yang kosong, dia yang sedang membuka tali pengikatnya dan ia langsung berdiri dan melihat ke segala penjuru di area tersebut dan tak lama ia melihat sebuah dinding transparan yang membentuk dan melindungi area tersebut.

__ADS_1


Tuang Jaxton dengan mata yang membola ia begitu terkejut dengan apa yang ia lihat "aray, itu adalah sebuah aray pelindung, brengsek dia menjebak ku"


Clarissa yang tidak mengerti dengan perkataan ayahpun berdiri dengan ilatan yang terlepas karna memang telah longgar.


"apa maksudmu ayah"


"cik, apa ku tidak bisa melihat nya senidir, mereka mengurung kita disini dengan menggunakan sebuah aray"


Sontak Clarissa pun melihat ke sembarang arah dan benar saja jika apa yang di katakan oleh ayahnya jika mereka berdua terkurung bersama dengan para pejabat dan rakyat kerajaan phonix.


"ayah apa maksudmu Raja Basil benar - benar telah menegrahui rencana kita"


"Clarissa harus ka ayah menjelaskan nya padamu"


Clarissa terdiam di panik begitu pun dengan tuan Jaxton, jika mereka terthan disini itu tandanya hukuman mati akan segera mereka dapat kan.


"cik, apa kau bodoh, untuk membuat aray seperti ini saja kita meski memilki energi yag sabgat banyak"


Mereka tidak sadar jika semua perkataan mereka di dengar oleh semua yang ada disana, meski mereka tidak secara terang - terangan mengatakan jika ini semua rencana mereka namun mereka menyimpulkan jika mereka telah merencanakan hal yang buruk, dan mereka saling bertanya satu sama lainnya apa yang sebenarnya terjadi di luar sana.


"kalian berempat kerahkan semua energi dan kekutan kalian, kita harus bisa keluar dari sini"


Empat prajurit yang bersama dengan tuan Jaxton ikut merasakan ke khawatirannya, mereka pun dengan segera melakukan apa yang di perintahkan oleh tuan Jaxton.


Mereka berpencar dan dengan kekuatan yng mereka punya untuk menghancurkan dinding transparan yang mengurung mereka.


Sedangkan mereka para pejabat dan para rakyat da ln bangsawan yang ikut terkurung tidk menyadari dengan danya sebuah dinding transparan yang telah mengurung mereka, dan untuk melindungi dari peperangan yang akan terjadi.

__ADS_1


Di luar Alex dan Vania tersenyum remeh melihat ke empat prajurit itu yang ingin menghancurkan aray yang sagat kuat di buat oleh mereka.


"cih sampai matipun mereka tidak akan bisa menghacurkan aray ini" ucap Vania.


Alex mengangguk "mereka hanya akan membuang - buang tenaga dan waktu nya"


Sementara itu Clarissa benar - benar terlihat panik "ayah bagaimana ini, jika kita terus disini kita tidak akan bisa membunuh Raja Basil, dan malah mungkinnkita lah yang akan di bunuh oleh mereka"


Tuan Jaxton yang sama panik nya, namun ia tetao terlihat tenang karna ia sadar jika dirinya dan Clarissa menjadi pusat perhatian begitu oun paea pejabat istana yang muali menyadari dan mencurigai Tuan Jaxton dan Clarissa.


"apa kau tidak bisa tenang Clar, apa kau tidak bisa membaca situasi saat ini, jika kau terus bicara mereka akan megetahui rencana kita, dasar bodoh"


Clarissa mendelik sekali lagi ayahnya mengatakan jika dirinya bodoh "aku todak peduli aku hanya ingin bisa bebas, ayah aku tidak ingin tertangkap dan mati"


Clarissa tidak perduli lagi dengan semua nya ia tidak mendengarkan perkataan ayahnya yang membuat para bejabat kini menghampiri mereka.


"apa kah kalian telah merencanakan seauatu yang buruk pada yang mulia Raja" tanya salah satu pejabat pada tuan Jaxton dan Clarissa.


Tuan jaxton dan Clarisaa terdiam tidak berniat menjawab pertanyaan dari pejabat tersebut.


"kalian diam, apa semua ini ada hubunganya dengan kalian" tanya kembali pejabat tersebut.


Mereka para pejabat saling berbisik berkata jika kedian demi kejadian di kerajaan mungkin itu adalah ulah mereka, mengingat bagaimana ambisi mereka untuk menjadi bagian dari inti kekuarga kerajaan yang menjadikam Clarissa sebagai seorang Ratu.


Tuan Jaxton tersenyum pada semua pejabat di depannya "aku hanya melakukan apa yang memang seharusnya aku lakukan"


"apa maksudmu tuan Jaxton" tanya kembali pejabat itu.

__ADS_1


Riuh semakin riuh para rakyat kerajaan dan para bangsawan yang menyaksikan pun ikut bertanya - tanya, dan mereka sempat berpikir jika apa kan mereka tela lah mendukung orang yang salah.


__ADS_2