Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 32


__ADS_3

Alika terlihat sedang berjalan sendiri di tengah keramain kota kerajaan matahari, Alika mendengus kesal ia melupakan jika teleport hanya bisa di gunakan jika dirinya pernah singgah di tempat tersebut, dan kini ia sendiri berjalan menuju perbatasan kerajaan Matahari dengan bertanya jalan pada siapapun yang di jumpainya, sesuai dengan apa yang di rencanakan sebelum nya di tempat makan tadi bersama yang lainnya sebelum kedatangan pangeran yang sangat menyebalkan.


Sedangkan di perbatasan Vania dan Ana kebingungan mencari Queennya, dan setelah sekian lama Ana baru menyadari jika Alika belum pernah kemari dan ia pun langasung menghampiri Vania dan bertanya pada Vania dengan apa yang ia ketahui karna dirinya pun tidak merasa yakin.


'' Vania aku ingin bertanya, apa teleportasi hanya bisa di lakukan jika dirinya pernah singgah di tempat tersebut '' tanya Ana pada vania.


''benar Ana, dan mengapa kau bertanya seperti itu'' tanya Vania kemudian, yang belum menyadari jika Alika mungkin saja masih berada di kota Kerajaan Matahari karna Alika yang belum pernah datang kesini.


''jika seperti itu maka Queen masih berada di kota Kerajaan Matahari karna ia belum pernah datang kesini'' lanjut Ana yang mulai khawatir pada Queen Alika, karna Alika seorang diri di tempat yang tidak pernah ia ketahui.


''benar, oh astaga mengapa aku sangat bodoh melupakan hal itu, Ana kau tidak keberatan kan jika menunggu disini, karna kau mesti menunggu Alex dan Roger disini, jika mereka telah selesai dengan urusannya mereka pasti akan segera kemari, dan mereka akan sangat kebingungan jika tidak menemukan siapapun disini, aku akan mencari Queen'' Ana pun memgangguk dan setelahnya dengan segera Vania pun menghilang di hadapan Ana menuju kerajaan matahari untuk mencari Queen Alika.


''Queen, semoga tidak terjadi apapun padamu''


Ana yang khawatir karna ia takut jika Queenya bertemu dengan pasukan Kerajaan Matahari, karna ia menebk setelah Roger dan Alex meberikan hukuman kemungkin atau saat mereka tengah saling menyerang mungkin ada seseorang yang melapor ke pihak kerajaan yang mungkin akan membawa pasukan kerajaan yang akan melawan Alex dan yang lainnya.


Ana merasa kesal sendiri karna ia tidak cukup kuat seperti yang lainnya, dan ia pun bertekad akan terus berlatih untuk bisa sejajar dengan mereka semua Alex dan yang lainya, untuk bisa melindungi Queen Alika yang sangat ia hormati.

__ADS_1


Di kota kerajaan Matahari, Alika yang terlihat sedang berjalan sambil sesekali bertanya dan Alika saat di tengah perjalanannya ia bertemu dengan Putra Mahkota dari kerajaan Matahari dan menghampirinya, yang sedang bersama seorang wanita yang menempel padanya dan menghampirinya dan kemudian putra Mahkita itu meninggalkan wanita yang bersamanya.


Putra Mahkota di kerajaan Matahari, ia adalah pria yang terkenal dengan ketampannya, namun sama halnnya dengan saudaranya ia suka dengan mengkoleksi wanita, namun bedanya dengan Putra Mahkota, para wanita itu datang dengan sendirinya pada Putra Mahkota dan merelakan tubuhnya demi bisa berdekatan dengan putra Mahkota yang terkenal dengan ketampanannya dan jika beruntung mungkin ia akan di angkat selir atau permaisurinya, Putra Mahkota hanya mempunyai 2 orang selir dan belum mempunyai permaisuri, karna wanita - wanita yang rela tubuhnya di jamah olehnya tidak pernah memuntutnya menjadikannya selir ataupun permaisurinya, karna Putra Mahkota memberikanya koin yang banyak dan harta, karna itulah mereka rela memberika tubuhnya pada putra Mahkota begitu saja.


Putra Mahkota itu bernama Aldelard Jarvis dan ia tidak sengaja melihat Alika dari kejauhan yang sedang berbicara pada seseorang dan kemudian kembali melanjutkan perjalananannya, melihat Alika dengan wajah cantiknya seakan menghipnotis dirinya untuk mendekati Alika dan meninggalkan wanita yang menempel padanya begitu saja.


''nona, kau sendiri apa perlu ku temani '' tawar Putra Mahkota dengan senyuman ramahnya.


Alika berhenti ketika mendengar seorang pria yang berbicara padanya dan lalu ia memandang Putra Mahkota.


''tidak terimakasih '' setelah mengtakan itu dan Alika pun kembali melanjutkan perjalananya.


Putra Mahkota walaupun merasa bingung dengan sikap dan pakaian Ailka yang berbeda dengan wanita lainnya, dan dengan sikap nya yang seolah tidak mengenali dirinya yang yang seorang Putra Mahkota, Alika terlihat cuek, namu ia pun berpikir jika Alika adalah seorang petualang yang mungkin tidak mengenal jika dirinya adalah putra mahkota di kerajaan matahari ini, maka Putra Mahkota dengan melihat wanita yang terlihat cuek padanya pun ia tidak menyerah dan terus mendekatinya.


''nona boleh kah ku tahu siapa namamu '' tanya Putra Mahkota kembali dengan sedikit mengejar Alika.


Alika mendengar pertanyaan pria yang bertanya padanya tidak mau menjawab karna ia mulai risih dengan pria atau Putra Mahkota yang terus bertanya padanya dan mendekatinya.

__ADS_1


oh astaga apalagi ini


Alika tidak mengjhiraukan pria yang terus mengejar dan bertanya pada nya, ia terus berjalan seolah tidak ada siapapun yang bertanya atau mendekatinya.


''nona kau tau aku seorang Putra Mahkota jika kau mau aku kan menjadikanmu seorang permasuri di kerajaan ini '' Putra Mahkota terus berbicara walaupun merasa kesal karna Alika tidak memperdulikannya.


Memdengar pria itu memperkenalkan dirinya sontak Alika menghentikan langkahnya dan memandang Putra Mahkota


cih adik dan kakak sama saja


kembali Alika berkata di hatinya dan Alika kembali melanjutkan perjalananya, tanpa menghiraukan Putra Mahkota yang sedang kesal karna di cuekan olehnya.


Putra Mahkota yang sempat mengira jika Alika terepesona dan menyetujui keinginanya, jika ia akan di angkat menjadi permaisurinya, ternyata salah malah ia tidak mendapat jawaban apapun karna Alika hanya diam dan tidak menghiraukannya malah ia kembali melanjutkan perjalanannya, merasa terhina karna ia tidak di perdulikan Putra Mahkota pun kesal dan marah, dan ketika ia ingin kembali manghampiri Alika dan membawa paksa Alika ke istana dan membuat wanita itu bertekuk lutut padanya, Alika tidak terlihat dari pandangannya seolah Alika menghilang begitu saja.


"cik, sial siapa wanita itu, aku akan mencari tahunya, nona kau wanita pertama yang berani menolak putra mahkota ini, dan kau salah besar karna telah berani menolakku,


Cih, seharusnya wanita itu beruntung aku akan menjadikannya permaisuri, mengingat jika dia hanyalah seorang pertulang"

__ADS_1


Putra Mahkota merasa kesal dan marah wanita yang ia ingikan sangat sulit untuk ia dapati, ia berpikir haruskah ia melakukan hal yang kasar padanya untuk bisaendapakan wanita yang ia temui.


__ADS_2