Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 17


__ADS_3

Alika dan Ana kini berjalan menuju aula jamaun makan malam, sebenarnya Alika sangat malas untuk datang, karna untuk makan malam saja ia harus berjalan jauh menuju aula, namun karna tidak enak karna ia selalu menolak ajakan Raja akhirnya ia menetujuinya.


Ketika di pertengahan jalan Alika dan Ana ada yang menghentikan langkahnya, seorang wanita yang berdandan menor dengan accecories yang bertumpuk di kepalanya bahkan lehernya, ya dia adalah Margharet, ia berdadan seperti itu yang menurutnya sangat cantik dan mempesona berharap Raja melihatnya dan tertarik padanya karna ia mendengar jamuan makan malam yang di adakan oleh Raja, dan keluarga dari para pejabat dan mentri di undang kembali untuk datang ke acara jamuan makam malam ini.


Margharet tidak tahu jika acara kali ini di khususkan untuk Alika, karna telah berjasa membantu rakyat di desa kemarin yang terkena wabah penyakit, sama halnya dengan Alika yang tidak tahu dengan rencana Raja, ia hanya mengira jika ini hanya makam malam yang biasa dilakukan saat makan malam di istana.


Margharet menatap sinis Alika ''kau beruntung kemarin kau bisa selamat, tapi tidak untuk lain kali, jika kau masih saja mendekati Raja kau benar - benar akan mati di tagan ku '' setelah mengatakan itu Margharet berbalik dan melanjutkan kembali langkahnya ke aula.


Sedangkan Alika yang hanya terdiam dengan ke datangan Margharet dan tidak fokus dengan apa yang di katakan oleh Margharet kepadanya bahkan Alika tidak peduli sama sekali dengan apa yang di bicarakan oleh Margharet.


''Ana aku tak menyangka ada badut disini, dan kau lihat, dia menggunakan banyak perhiasan di kepala dan leher apa dia tidak merasa berat '' tanya Alika pada Ana dengan tatapan heran Alika yang melihat ada wanita seperti Margharet, yang tidak merasa malu.


apa dia tidak malu berdandan seperti itu.


Ana yang sempat berpikir jika Alika takut dengan ancaman Margharet karna Alika terdiam ketika Margharet menghampirinya dan mengancamnya, ternyata pemikirannya salah, Alika dia malah tidak fokus dengan apa yang dikatakan Margharet, namun apa yang ada pada diri Margharet lah, Ana hanya tersenyum menanggapi apa yang Alika katakan dn lega karna Alika tidak terprofokasi oleh Margharet.


''sudahlah Alika kita lanjutkan lagi perjalanannya, kau tidak perlu memikirkannya '' jawab Ana dengan tersenyum.


Alika mengangguk saja dan kembali berjalan walaupun ia masih heran dengan tingkah konyol Margharet, dia heran Margharet hanya demi menarik perhatian Raja Erland, ia menggunakan semua perhiasan yang di milikinya, hingga Alika pun berpikir apa wanita disini, di zaman ini semua bertingkah sama seperti yang Margharet lakukan.

__ADS_1


Tak lama mereka pun sampai di aula dan Alika, di umumkan kedatangannya, terlihat dalam ruangan atau aula jamuan makan malam, mereka semua para undangan sudah berkumpul dan duduk di tempatnya masing - masing, namun Raja Erland belum terlihat, Alika pun melangkah ke tempat yang sudah di sediakan dan Ana yang duduk di belakangnya,


Mereka yang berada di aula selalu terpana melihat Alika, walaupun Alika memakai riasan yang tipis dan pakaian sederhana yang biasa ia pakai yaitu celana jeans dengan kemeja putih dan rambut yang di kucir kuda dengan sepatu senakers putih nya, namun hal itu tetap yang membuat dirinya menjadi pusat perhatian terurama bagi mereka kaum pria dan yang membuat Margharet kembali merasa kesal karna bukan dirinya yang menjadi pusat perhatian melainkan Alika.


Tak lama terdengar seorang kasim yang berteriak jika Raja Erland telah datang bersama ibu suri.


Mereka semua berdiri dan membungkukkan badannya tanda hormat, Alika yang melihat semua berdiri pun ikut berdiri namun hanya mengangguk kecil dan tidak membungkukkan tubuhnya seperti yang lainnya dan hal itu terlihat oleh Raja Erland dan ibu suri.


ibu suri menatap tidak suka melihat Alika yang seperti itu da berkata pada anak nya Raja Erland.


''lihatlah wanitamu itu sungguh lacang, dia pikir dirinya siapa tidak menghormati kau dan aku'' kata ibu suri yang masih tidak menyukai sifat Alika.


Ibu suri yang mendnegar Raja Erland yang membela Alika pun merasa kesal namun ia tutupi dengan senyumannya, karna diblihatvoleh banyak nya orang.


''duduklah dan langsung saja kita makan setelah itu ada beberapa hal yang akan aku sampaikan '' lanjut Raja Erland sambil tersenyum menatap Alika, Alika yang di tatap hanya acuh dan tidak peduli, sedangkan di sisi lain Margharet yang melihat Raja Erland terus menatap Alika pun terlihat kesal dan sangat ingin menjambak rambut Alika namun Margharet menyadari sesuatu jika ibu suri tidak menyukai Alika dia akan memanfaatkan hal ini pikirnya.


Setelah semua selesai makan, Raja Erland pun melihat situasi jika semua telah selesai makan, maka setelah itu ia akan mengumumkan beberapa hal kepada semuanya.


''baiklah, semua sudah selesai '' tanya Raja Erland.

__ADS_1


''sudah yang mulia ''jawab salah satu pejabat yang tidak jauh darinya untuk mewakili semuanya menjawab pertanyaan sang Raja.


''baiklah, saya langsung saja ke intinya, kalian tahu bukan jika di desa xxx terkena sebuah wabah penyakit bahkan ada beberapa yang meninggal dunia dan kita bersyukur jika semua itu telah di atasi dan mereka pun kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa '' ucap Raja Erland yang membuat seisi ruangan riuh mengatakan syukur.


''ya yang mulia kita beryukur jika hal itu bisa di atasi dengan cepat '' jawab salah satu pejabat.


Raja Erland mengangguk '' dan kalian tau semua ini tidak akan teratasi dengan mudah jika tanpa bantuan nona Alika ''


Raja Erland mengatakan itu sambil tersenyum ke arah Alika.


Alika yang awalnya tidak peduli dengan pidato sang Raja, namun ia mendongkakkan kepalanya karna mendengar namanya disebut, dan melihat sekelilingnya yang menatap Alika dengan berbagai pandangan, dan Margharet yang terlihat semakin ingin meledak kan emosinya karna lagi - lagi Alika yang di sanjung oleh Raja Erland.


Helaan nafas terdengar dari Alika.


sungguh aku sangat tidak suka menjadi pusat perhtian


Alika yang kini menjadi topik utama yang di bicarakan Raja Erland membuat seisi ruangan menatapnya.


Alika pun berdiri dan mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"ini semua berkat semua nya, aku tidak bekerja sendiri"


__ADS_2