
Raja Desmon dan Putra Mahkota terdiam karna mereka tidak bisa mengulik semua informasi yang ingin mereka ketahui.
''ada apa paman, apa kau tidak suka jika kerajaan Cahaya kembali berdiri''
''tidak bukan begitu hanya saja saat perang berakhir aku benar - benar melihat semuanya Istana Cahaya yang menghilang begitu saja dan sekarang semua telah kembali, bukankah itu adalah hal yang mustahil dan kau Alex kau benar Alexis bukan?''
''ya ini aku, ku kira kau sudah melupakanku''
''mana mungkin aku bisa melupakanmu wajah mu saja tidak berubah, dan bagaimana bisa tubuhmu yang masih sama saat terakhir kita bertemu''
''aku tidak bisa mengatakan itu padamu'' singkat Alexis yang membuat Raja Desmon kembali terdiam karna tida lagi mendapatkan jawaban.
''paman, aku tahu kau sangat penasaran tentang semua hal yang terjadi di kerajaan Cahaya, namun kami tidak bisa mengatakannya padamu atau pun orang lain, kami harap paman bisa mengerti''
''baiklah jika begitu kami akan menghargainya''
Alika tersenyum lalu menatap Putra Mahkota.
''kau membawa hadiah dariku''
''ya akuvmembawa nya, kau akan mengajari ku sekarang'
''tidak bukan aku yang akan mengajari mu tapi Alex yang akan mengajarimu, Alex pergilah dengannya dan ajarkan dia''
''baik Queen''
''baiklah jika begitu saya pamit dari sini''
''Queen boleh kah kami melihat mereka'' tanya Vania dan di angguki oleh Roger dan Ana karna mereka merasa cannggung berada di antara Alika dan Raja yang sejak tadi hanya terdiam.
''pergilah'' mereka pun mengangguk dan pergi mengikuti Alex dan Putra Mahkota.
Setelah semuanya pergi Alika kembali menatap Raja Desmon.
''bolehkah aku membicarakan tentang Putrimu''
''ada apa dengan Putri ku?''
''tidak hanya saja aku teringat dengan sifat ayah mu''
''benar aku pun bingung mengapa sikapnya sama dengan ayahku''
''mungkin kau terlalu memanjakanya, maaf jika aku ikut campur namun jika ia terus di biarkan begitu aku hanya takut dengan ambisi yang ia mau akan terus meluap dan melupakan segalanya''
benar aku harus sedikit tegas pada Putri Angeline aku tidak ingin dia menjadi seperti ayah kakeknya. "tidak apa aku mengerti dan terimakasih atas saranmu"
Alika mengangguk.
__ADS_1
"apa kami bisa berkunjung ke kerajaanmu"
"ya datanglah, namun tidak dengan waktu dekat ini, karna aku sedang ingin memikmati perjalanan dengan menjelajahi ke empat benua"
Raja Deamon menggguk mengerti.
Setelah berbincang cukup lama dan hari sudah sangat terik menandakan jika kini adalah waktunya untuk makan siang, Raja pun mengajak Alika untuk makan siang di Istana Alika tidak menolak dan mereka pun akhirnya pergi dari sana menuju ruangan untuk mereka makan, ruangan ini yang dikhususkan untuk para keluarga kerajaan dan tamu Kerajaan Dominik.
Raja Desmon memrintahkan prajurit di dekatnya untuk memanggil Putra Mahkota dan yang lainya untuk makan dan segera menyelasaikan latihanya.
Mereka semua telah berada di ruangan dan berada di tempat duduknya masing - masing.
''permaisuri, dimana Angeline''
''dia tidak ingin makan disini'' ucap permaisuri sambol menatap Alika, Raja Desmon mengerti dengan tatapan permaisuri nya.
''ya sudah biarkan saja, mari kita makan lebih dulu''
Mereka pun mengangguk dan menikmati makan siangnya setelah selesai mereka mulai berbincang kembali.
''Putra Mahkota boleh aku tahu namamu''
''ah ya maaf aku lupa mengenalkan diriku, namaku Daniel August, dan terimakasih dengan hadiah mu aku sangat menyukainya, dan ayah kau mesti mencoba nya nanti''
Raja Desmon tersenyum ''memang nya senjata apa yang di berikan oleh Nona Alika''
Alika mengngguk ''kau suda bisa menggunakanya''
''ya Alex telah mengajariku, senjata itu cukup mudah untuk ku karna cara nya hampir sama dengan panah namin ini lebih menyenangkan''
Alika pun mengangguk ''kami ingin segera pamit untuk kembali ke penginapan''
''sebaiknya kau menginap disini, benar kan ayah ibu?''
Raja Desmon dan Permaisuri Fidelya mengangguk setuju.
''tidak terimakasih aku lebih senang tinggal di penginapan dan mungkin ini adalah terakhir kalinya kita bertemu di sini aku dan yang lainya akan melanjutkan kembali perjalanan''
''oh baiklah, jika kalian telah kembali ke Kerajaan Cahaya bisakah mengabari kami, agar kami akan datang untuk berkunjung''
''tentu, baiklah kami pamit''
Mereka pun kembali pergi dengan telepornya untuk segera sampai di penginapan.
......................
Mereka telah kembali ke penginapan dan pergi menuju kamarnya masing - masing dengan telport mereka.
__ADS_1
Saat Alika berada di penginapanya ia di kejutkan dengan seseorang yang berada di dalamnya.
Alika menatap datar padanya'' siapa kau?''
''kau melupakanku, bukankah kemarin malam kita bertemu'' dia adalah seorang laki - laki, yang menunggu Alika di kamarnya, dan duduk di kursi dekat dengan jendela.
Alika memicingkan matanya selidik''kau Raja Basil''
Raja Basil tersenyum ''aku senang kau mengingatku''
''lalu untuk apa kau disini''
''aku ingin menemui''
''lalu harus kah kau masuk ke tempat pribadiku, dan apa seorang Raja sepertimu bisa bebas melakukan apapun sesukamu''
''ash maaf kan aku, aku hanya bingung harus menemui mu dimana dan pengawalku hanya mengatakan tentang penginapan ini'' pengawalnya yang mendengar tuannya menyalhkannya menggerutu kesal.
''cik, pergilah aku lelah'' Alika yang berjalan menuju tempat tidurnya yang tidak ingin menghiraukan Raja Basil.
''kau tidak takut padaku''
Alika kembali menatap Raja Basil ''apa yang mesti ku takutkan, kau akan membunuhku, oh apa karna kau seorang Raja yang di takuti ke empat benua''
''mungkin, namum biasanya semua orang takut padaku''
''cik pergilah aku benar - bemar lelah'' Alika malas menanggapi perkataan Raja Basil.
''aku akan pergi, namun bisakah kita bertemu di lain hari ada hal yang ingin ku tanyakan pada mu Queen Alika''
Alika kembali menatap Raja Basil dengan keheranannya dari mana ia mengetahui sebutanku apa dia juga tahu identitas ku.
''benar aku mengetahui identitasmu Queen atau Ratu Kerajaan Cahaya, aku benar bukan, ah dan satu lagi kau bukan berasal dari dunia ini"
Alika tersentak mendengar Raja Basil yang mengetahui jika Alika bukan berasal dari dunia ini, namun sebenarnya Alika tidak mempermasalahkan jika jati dirinya terungkap, ia hanya malas untuk menjelaskannya karna menurutnya, untuk ke depanya Alika mungkin akan menemui orang - orang yang penasaran dengan Alika akan menayakan hal yang sama dan ia sungguh sangat malas jika harus menjelaskannya ke setiap orang.
''lalu apa mau mu''
''tidak ada, aku hanya ingin dekat denganmu, kau tahu, aku pernah pergi ketempat asalmu, tempat yang sangat mengagumkan menurutku''
''kau pernah kesana'' sidik Alika tidak percaya.
''ya jika kau mau aku bisa membawamu kesana, namun tidak akan bisa lama mungkin hanya satu jam''
''satu jam'' Alika yang mulai tertarik dengan ajakan Raja Basil namun jika di pikir untuk apa ia kembali kesana jika hanya satu jam.
Alika menghela nafasnya '' tidak perlu, itu hanya akan membuaku untuk semakin merindukan tempat asalku dan aku akan kembali sulit untuk menerima kenyataan jikaku akan menetap disini''
__ADS_1