Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 7


__ADS_3

Ana mendongkakkan kepalanya bingung terhadap nonanya ini mengapa meminta permintaan padanya? dia bingung harus menjawab apa bukankah jika suatu perintah nona Alika hanya tinggal mengatakannya, pikir Ana.


Alika yang melihat ekspresi Ana dia langsung mengatakan permintaannya.


''aku hanya minta agar kau berhenti memanggil ku nona aku tidak menyukainya dan mari kita berteman, kau mau Ana?''


''nona '' Ana tidak menyangka nona Alika meminta sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya


'tapi nona saya merasa tidak pantas'' jawab Ana dengan menundukkan kepalanya.


''apanya yang tidak pantas, pokonya aku tidak ingin kau manggilku dengan sebutan nona lagi, dan kita berteman sekarang, apa kau tidak ingin berteman denganku ?'' tanya Alika.


Alika pikir Ana bisa menjadi teman baiknya dan Alika memang membutuhkan seorang teman dia tidak pernah memandang sseseorang itu rendah ataupun tinggi, baginya semua sama dan yang patut dia sembah hanyalah tuhan.


Mata Ana terlihat berkaca ia terharu dengan Alika yang ingin menjadikannya teman.


''saya ingin menjadi temanmu jika memang nona tidak malu berteman dengan saya yang rendahan ini karna saya hanya seorang dayang'' jawan Ana sambil menetskan air matanya.


''apa yang salah dan tidak pantas bagiku semua orang sama maka berhentilah memanggilku nona '' jawab Alika.


''baik nona, emm.. maksudku Alika '' kata Ana sambil tersenyum dengan air mata yang menetes, karna Ana senang dia di perlakukan sangat baik oleh Alika.


''baiklah kalau begitu, kau tahu aku senang kai ini aku mempuyai teman, sekarang karna hari sudah semakin malam, kau pergilah dan beristirahat Ana ''


Ana mengangguk lalu ia pamit dan pergi dari paviliun dan Alika pun mulai membersihkan diri dan segera beristirahat di ruang dimensinya.


......................


Raja Erland setelah keluar dari perjamuan makan malam dia bergegas untuk menemui ibu suri, ibundanya yang kesehatanya semakin memburuk, setelah sampai di paviliun ibu suri ia langsung masuk tanpa harus di umumkan kedatangannya karna Raja Erland yang melarang agar tidak mengganggu ibunya yang sedang istrahat.


''kau datang '' suara wanita paruh baya dengan suara lembutnya.


''ibu maafkan aku yang baru menemuimu dan maaf jika ku mengganggu istirahatmu '' ucap Raja Erland.


Ibu suri hanya tersenyum, dia bangga dengan putranya sebagai seorang Raja yang bertanggung jawab, persis seperti mendiang ayahnya dulu.


''kau datang dan melihat ibumu ini saja ibu sudah sangat senang, terimakasih kau pulang dengan tidak kekurangan apapun''

__ADS_1


kasih sayang seorang ibu yang hanya menghawatirkan anaknya sedangkan dirinya pun tidak baik baik saja.


''ibu aku akan selalu memngunjungimu, apa kesehatan ibu membaik'' tanya Raja Erland.


''ya ibu sudah membaik, tabib kerjaan selalu memberikan pil untukku'' kata ibu suri dengan suara yang memelas dia sudah bosan harus selalu memakan pil atau obat yang di berikan oleh tabib.


Raja Erland terkekeh geli mendengar keluhan ibunya.


''sabarlah bu karna itu untuk membantumu agar segera sehat kembali''


Ibu suri mengangguk lemah lalu matanya menatap Raja Erland.


''kau membawa seorang wanita? apa kah itu akan menjadi pendampingmu''


''ash ternyata ibu sudah mendengarnya, ya aku membawa seorang wanita'' katanya sambil tersenyum.


Raja Erland yang di mata para bawahannya dan rakyatnya yang terkenal tegas dan menyeramkan tapi ia bisa seperti anak kecil yang manja kepada ibunya.


Melihat ekspresi anaknya ibu suri tersenyum ''kau menyukainya ?''


''ibu aku tidak tau jika ku menyukainya atau tidak namun aku akui aku sedikit tertarik padanya dia berbeda dengan wanita lainya, kau tau bu dia bukan berasal dari sini'' jawab Raja Erland yang membuat ibu suri merasa heran.


Raja Erland menggelengkan kepalanya '' bukan bu, bukan kerajaan lain namun aku yakini di berasal dari dimensi yang berbeda mungkin masa depan ''


''kau ini jangan bercanda mana ada hal yang seperti itu ?'' kata ibu suri yang tidak mempercayai ucapan raja Erland.


''tidak bu itu benar terlihat dari pakaian yang dia gunakan dan sebuah benda yang terbuat dari besi yang bisa berjalan dan di naiki seperti tandu atau kereta kuda m, ash dia bilang itu adalah mobil ''


Ibu suri menautkan keningnya bingung dia masih tidak percaya dengan ucapan Raja Erland mungkin dia harus menemui wanita itu dia cukup penasaran dengannya..


''siapa namanya ?''


''Alika '' Raja Erland menyebut nama Alika sambil tersenyum membayangkan wajahnya yang terlihat sangat cantik.


''dia cantik'' tanya ibu suri yang melihat anaknya tersenyum sendiri sambil melamun.


''ya dia sangat cantik'' jawab langsung Raja Erland dan sedetik kemudian dia tersadar dengan wajah yang memerah karna malu yang terlihat oleh ibunya dia seperti orang bodoh.

__ADS_1


ash apakah aku benar benar telah jatuh cinta .


Setelah cukuo lama berbincang dengan ibunya Raja Erland lalu ia segera pamit kepada ibunya untuk kembali dan istrahat dan menyuruh ibunnya pun kembali istrahat karna hari sudah semakin malam.


Setelah kepergian Raja Erland lalu dayang ibu suri menghampirinya untuk membantu ibu suri istrahat.


''Mala ! apa seseorang yang jatuh cinta bisa membuat orang itu seperti orang bodoh ?''


Mala terkekeh mendengar penuturan majikannya itu dia tidak menjawab karna bingung mesti menjawab apa.


'' saya tidak mengerti yang mulia ''


Ibu suri mengangguk '' Mala besok kau undanglah Alika kemari''


''baik yang mulia ''


''ash akhirnya aku akan segera memiliki menantu dan cucu ''


ibu suri yang sudah membayangkan hal - hal yang menyenangkan baginya.


''yang mulia saya pamit undur diri'' pamit Mala kepada ibu suri.


Ibu suri hanya mengangguk lalu ia beristirahat ..


...----------------...


Sedangkan Raja Erlangmd yang telah berada di paviliun dan ia termenung dengan perasaan nya sendiri, dia belum benar - benar yakin, dan lagi dia sangat menghawatirkan dengan restu dari ibunya, jika ibunya mengetahuk bagaimana sift dan sikao dari Alika.


Seperti yang Raja Erland tahu jika Alika dia adalah wanita di zaman yang berbeda, maka apapun yang Alika lakukan akan sangat bertentangan dengan aturan kerajaan, dan ia pun sangat mengetahui dengan apa yang di inginka ibunya.


Ibunya dia mengingikan Ratu kerajaan awan yang akan mendampinginya adalah wanita yang dengan kesopanan dan mengerti tentang tatakrama kerajaan yang sangat tidak di miliki oleh Alika.


Ibu nya memng sering menjodohkannya dengan beberapa putri kerajaan yang di kenal nya, namun Raja Erland selalu menolaknya.


Wanita yang di bawa dan di kenalkan padanya, mereka memang wanita atau putri kerajaan yang pintar anggun, namun itu hanyalah sebuah topeng untuk menutup sikap buruk nya, yang tidak di ketahui oleh ibunya.


Sedangkan Raja Erland di sangat mengetahui dengan perasaan wanita, mereka para wanita yang setiap ia kenal memiliki ambisi yang buruk, dan selalu melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau termasuk menawarkan tubuhnya agar bisa menjadikannya bagian dari Raja Erland dan untuk menjadi Ratu kerajaan Awan, hal itulah ia pernah menganggap jika para wanita sangat menjijikan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2