Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 12


__ADS_3

''kake apa ini yang kau maksud '' batin Alika.


namun banyak hal yang harus ia cari tau jika ini memang saling berhubungan.


''hari sudah semakin malam kau kembali lah dan beristirahat Ana ''


Ana mengangguk dan segera pamit pada Alika.


Alika melangkah masuk ke kamarnya dan ia memfokuskan dirinya untuk masuk ke ruang dimensi.


Setelah masuk dia memandang istana cahaya yang berada di depannya istana megah dengan sedikit gaya modern, dia melangkah masuk ke dalam istana selama ini dia jarang memasuki istana tersebut karna disana ada sebuah lukisan yang cukup besar lukisan sang kakek dengan jubah kerajaan dan mahkota yang berada di atas kepalanya dia selalu merasa sedih dan selalu mengingat mendiang kakeknya.


Alika memandang sendu lukisan kakeknya


''kakek apa kau memang seorang Raja ''


Alika yang dulu melihat lukisan ini hanya beranggapan jika kakenya terobsesi menjadi Raja, maka kakenya mungkin meminta seseorang untuk melukisnya dengan pakaian kerajaan.


Dia lalu kembali melangkah, dia memasuki ruangan dimana disana biasa di pakai oleh kakeknya untuk beristrahat .


Alika mengitari tempat itu lalu ia melihat sebuah peti kecil disudut ruangan yang sudah berdebu, Alika penasaran dan mulai mengambil peti itu lalu ia membuka karna peti tersebut tidak terkunci, disana ada sebuah surat, karna penasaran Alika membuka dan membacanya.


...untuk Alika ....


...Alika jika kau telah menemukan surat ini maka kau telah berada di tempat kakek yang seharus berada....


...benar kakemu ini adalah seorang Raja di kerajaan cahaya, kakek mewariskan kalung itu untuk kau jaga karna kau sekaligus menjadi pewaris tahta di kerajaan cahaya, kau akan menjadi Ratu disana, kau mau kan Alika , karna ini memang sudah takdirmu, dengan kalung itu yang akan membuktikan jika kau benar - benar pewaris sah dari kerajaan cahaya....


...pergilah di benua timur ini ke arah selatan kau akan mendapat jawabannya disana....


...kakek harap kau mau menjalani ini karna takdir yang membawamu dan terbukti dengan kalung dimensi yang nenerima darah mu....


...jangan takut mereka tidak akan menerimamu, kau gadis yang kuat dan baik dan yang terpilih, kake percaya pada mu ....


...dari kakek mu HANSEN ....


Alika termenung dan tak meyangka takdir yang membawanya keisini, yang akan merubah jati dirinya, satu jawaban mengapa ia terlempar kedimensi ini akhirnya terjawab.


Kini Alika berada di luar istana duduk di dekat sungai yang sangat jernih, pikiranya melayang saat dimana sang kakek masih hidup, dia tersenyum tipis merenungi nasibnya, sungguh ia tidak mau semua ini, jika ia bisa menolak ia akan menolak nya, namun jika di pikir, ini adalah satu permintaan sang kakek semasa hidupnya, kakeknya tidak pernah meminta apapun pada Alika, beliau selalu mendukung apapun kemauan Alika, maka ia kini akan bertekad untuk menjaga warisan terakhir darinya dan menjaga amanah yang telah di percayai oleh kake Hans .


Alika masih berada diruang dimensinya, ia kini berada di ruang kerja sang kakek yang berada di istana, ia mencari petunjuk tentang kerjaan cahaya, namun Alika tidak menemukan apapun disana, ia menghela nafas kesal.


''kakek apa kau tiak memberiku petunjuk apapun tentang kerjaan cahaya ''


Masih banyak teka teki yang harus dia pecahkan terutama mengapa kerjaan cahaya itu bisa menghilang, pasti ada pemicunya pikirnya.

__ADS_1


Ke esokanya di pagi hari ia sudah terbangun, Alika sudah keluar dari ruang dimensinya.


''Ana siang ini antar aku bertemu raja Erland''


Ana yang sedang menyiapakan sarapan untuk Alika seketika mendokakan kepalanya.


''maaf Alika setau saya yang mulia sedang tidak ada di istana beliau sedang berkunjung ke sebuah desa yang sedang mangalami wabah penyakit dan beliau pun memberikan pesan jika hukuman mu akan di lanjutkan nanti ''


Alika menghela nafasnya, rencana untuk bertanya tentang kerajaan cahaya ia harus menudanya dulu.


''wabah peyakit dan Raja Erland datang kesana apa ia tidak takut jika tertular ''


''tidak Alika, Raja Erland memang datang kesana namun tidak langsung ke lokasi dia berada di paviliun yang disewa kerjaan tidak jauh dari sana ''


Alika mengangguk ''kau tau wabah penyakit apa yang menyerang desa itu?''


''saya mendengar mereka merasa mual dan ada bintik - bintik merah atau ruam dan merasa sakit kepala dan juga demam ''


DDB kah pikir Alika '' Ana kau tau dimana desa itu ?''


Ana mengangguk '' ada apa,? kau tidak berniat kesana bukan ?''


'' ya aku akan kesana ''


''Alika bagaimana jika penyakit itu menular padamu '' khawatir Ana.


''tentu aku akan mengantarmu ''


Alika dan Ana berangkat menggunakan mobil namun saat perjalan ada yang menghentikan mereka, memaksa Alika untuk keluar dari sana.


''Alika bagaimana ini'' Ana yang ketakutan karna melihat orang - orang gang di depannya.


''kau tau mereka ''


''Alika mereka mempuyai tato di bagian lengan kanan nya satau ku mereka adalah kelompok pembunuh bayaran ''


''pembunuh bayaran maksudmu ada yang mengincarku ''


"siapa" pikir Alika.


Ana tidak menjawab ia sangat khawatir pada Alika ''Alika bagaimana ini, tempat ini sepi bagaimana kita mencari pertolongan ''


''Ana kau tenanglah, kau diam disni dan jangan keluar apapun yang terjadi''


''APA, kau akan keluar Alika, Alika bagaimana jika sesuatu terjadi padamu ?''

__ADS_1


''dengar Ana aku tidak akan apa -apa percaya padaku, kau diam disini dan jangan keluar kau mngerti ''


Ana masih tak bergeming ia sangat takut terjadi apa- apa pada Alika .


Alika yang melihat Ana seperti itu hanya menghela nafas gusar ''Ana percayalah aku bukan wanita yang lemah kau diam lah disini dan jangan keluar, jika kau keluar aku sangat marah padamu '' lalu Alika keluar dari mobil dan berhadapan dengan mereka.


''kalian mengincarku?''


''kau Alika, kau cantik juga, jika kau tidak ingin mati ikut lah dengan kami, kita akan bersenang senang '' kata salah satu dari mereka yang melihat Alika dengan tatapan nafsu, karna melihat Alika yang sangat cantik dan terlihat sangat menggoda di mata mereka, mereka pun tertawa, mereka hanya berempat dan mereka berpikir jika Alika hanya wanita lemah yang dapat dengan mudah di habisi , namun melihat Alika yang sangat catik dan menggoda mereka berpikir untuk mencicipi tubuh Alika terlebuh dahulu sebelum menghabisinya.


Alika yang mengerti apa yang mereka mau , Alika tersenyum miring '' bersenang senang ? baikalah kita bersenang senang disini, tapi bisakah kau beri tahu aku siapa yang menyuruh mu '' kata Alika dengan wajah yang di buat sedih.


''baikalah karna kau akan mati maka aku akan beritahu kamu, jika yang menyuruh kami ada lah nona Margharet'' dan diapun melangkah maju ke hadapan Alika namun saat dia akan menyentuh Alika, Alika melintir tangannya lalu menonjok wajah dengan sebelah tangannya dan ia membanting nya ketanah dengan sekeras mungkin hingga mengakibatkan laki laki itu pingsan.


Mereka tercengang ''kau apa yang kau lakukan pada temanku''


'' aku bersenang senang ''


''dasar ****** '' mereka pun langsung meneyerang Alika namun tak lama mereka dapat di kalahkan oleh Alika dengan mudah.


Alika berdecih ''inikah kelompok pembunuh bayaran yang di takuti, lemah ''


Alika beranjak dari tempatnya dan berbalik menuju mobilnya.


'' Alika kau tidak apa - apa ''


''kau lihat aku tidak kenapa - kenapa, jangan menghawatirkanku aku tidak selemah itu '' kata Alika.


Ana mengangguk dia tidak mengangka Alika bisa dengan mudah mengalahkan mereka . Ana semakin kagum pada Alika .


''kita lanjutkan perjalanan ''


Ana mengangguk '' Alika mereka ..?'' Ana ingin bertanya apa tebakannya benar jika yang mengirim mereka itu adalah Margharet.


''ya kau benar Margharet lah yang menyuruh mereka, aku heran dia selalu menuduhku merebut raja Erland ''


''karna kau adalah wanita satu - satunya yang dekat dengan yang mulia, selama ini raja Erland tidak pernah dekat dengan wanita kau tau kan aku pernah cerita padamu,


dan lagi mungkin Margharet sangat iri padamu, karna yang mulia yang baru saja mengenalmu, namun sudah berhasil menarik perhatian yang mulia, sedangkan Margharet yang sudah lama mencari perhatian yang mulia tidak pernah mendapatkan perhatian''


Alika mengangguk mengerti dia mendengus kesal ''lalu haruskah aku menjadi korban fans fanatik dari Raja Erland ''


kesal Alika.


Ana menautkan kening nya tidak mengerti apa yang Alika katakan, Alika yang melihat Ana seperti itu pun kembali berkata ''sudahlah jangan di bahas lagi , apa kita masih jauh ?''.tanya Alika.

__ADS_1


Ana mengangguk '' sebentar lagi kita akan sampai ''


__ADS_2