Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 70


__ADS_3

''siapa kalian berani mengusir tamu kerajaan ku''


Raja Basil tiba dengan tatapan tajamnya, terutama pada wanita bangsawan yang sejak tadi baradu mulut dengan Alika, sontak semua orang yang berada disana menunduk takut akan kemarahan yang terlihat pada ekspresi Raja Basil.


Raja Basil menghampiri Alika dan tersenyum kearahnya.


''maaf kan aku membuat mu tidak nyamam karna mereka'' Alika ia hanya mengangguk.


''yang mulia'' sapa wanita bangsawan tersebut dengan tersenyum.


Raja Basil menatap tajam wanita bangsawan dindepannya.


''nona, kau sangat berani menugsir tamu kerajaan yang ku undang secara hormat''


Wanita bangsawan itu menunuduk tidak berani menatap Raja Basil.


''mohon ampun yang mulia hamba hanya tidak ingin wanita tidak terhormat dan bahkan wanita petualang ini terus berada disini, bahkan untuk mendekati yang mulia''


''tidak terhormat''


''benar yang mulia bahkan dia adalah wanita yang sukar memenerikan tubuhnya pada para pria'' wanita itu sangat percaya diri dengan dia mengatakan kerburukan Alika dari yang ia dengar dan Raja Basil akan berterima kasih pada nya bahkan akan membenci Alika.


''benarkah, kau tahu semua yang kau ucapkan tidak benar, aku lebih mengenalnya, jika kau ingin tahu siapa dia sebenarnya, datang lah ke istanaku esok hari'' ucap Raja yang membuat dahi Alika mengkerut entah rencana apa yang Raja Basil buat.


wanita bangsawan itu terdiam, ia bingung dengan ke adaan ini apa kah rumor itu salah.


"dan untuk kalian jika tidak ingin mendapat hukuman bubarkan diri kalian da nikmati festival ini, jika tidak kalian bisa meninggalkan tempat ini sekarang"


Mereka pun sontak membubarkan dirinya karna takut ancaman hukuman dari Raja Basil, meski mereka pun tidak mengerti mengapa Raja Basil lebih menbela Alika, wanita yang mereka tahu seorang wanita ******.


"kau masih disini nona"


"ah ya maaf yang mulia hamba mohon undur diri" dalam hati ia sangat kesal Raja Basil terang - terangan membela Alika di depannya bahkan di depan para Rakyat kerajaan Phonix, Cih memang nya siapa dia sebenarnya.


Raja Basil menatap Alika "kau ingin menaiki perahu bersamaku"


"tidak aku ingin kembali ke istana, aku sudah tidak bersemangat untuk berada di festival ini"


"apa karna mereka, mengapa kau tidak mengelurakan katanamu saja agar mereka bisa diam"

__ADS_1


"aku ingin, namun aku menahannya aku bukanlah orang yang sejahat itu, mereka hanya korban dari orang yang menyebarkan rumor ini''


''yang mulia apa kau sudah menangkap pelakunya utamanya'' tanya Vania.


''untuk pelaku utama aku masih belum menangkapnya, namun untuk orang yang mendapat perintah dari pelaku utama yang telah menyebarkannya rumor tentang Alika, pengawalku sudah menangkapnnya''


''lalu apa yang mulia akan menangkapnya atau membiarkannya'' tanya Vania kembali


''aku akan menangkapnya esok di istana, kau ingin menghukumnya'' tanya Raja Basil.


Vania mengangguk dan ingin berbicara kembali namum Alika mendauluinya.


''dia rakyat kerajaan phonix dan kau raja nya, kau yang lebih berhak menghukum nya, kami tidak akan ikut campur''


Vania mendengus kesal mendengar apa yang di katakan Alika, Vania yang sangt ingin memberikan pelajaran pada wanita itu karna telah menghina Queenya, sedangkan Ana hanya terkekeh melihat Vania yang terlihat kesal.


''lalu apa maksudmu, kau akan mengungkapkan jati diri ku yang sebenarnya besok'' tanya Alika pada Raja Basil.


Sontak Vania dan Ana pun ikut menatap Raja Basil.


''benar, kau sudah tidak keberatan bukan''


''secepat itu, baiklah aku tidak bisa terus menahanmu namun kau harus hadir ketika ku akan memperkenalkanmu besok'' Alika pun mengangguk "lalu apa kau yakin tidak ingin menaiki perahu''


Alika pun sedikit berpikir dan kemudian ia mengangguk setuju menaiki perahu berdua dengan Raja Basil.


''baiklah mungkin ini sebagai salam perpisahan ku ''


''ash aku tidak suka dengn perpisahan'' jawab Raja Basil.


Alika dan Raja Basil menaiki perahu di danau dengan langit yang di hiasi lampu lampion yang di terbangkan oleh orang - orang yang ada di tepi danau, dan ada pula lampion - lampion yang mengapun di danau agar menyinari nya.


......................


''kau yakin dengan dengan apa yang kau katakan selain dari apa yang kau laporkan sebelum ini''?


''yakin tuan, saya mendengar langsung saat pengawal pribadi yang mulia Raja, dia pernah menyelidiki hingga benua timur dan hutan kematian tempat dimana kerjaan cahaya berdiri''


Ayah Calrissa terdiam dengan pikirannya.

__ADS_1


''tuan ada satu hal lagi yang ingin ku sampaikan''


''katakan''


''nona Clarissa ia telah membayar orang untuk menyebar rumor tentang Nona Alika dan wanita yang di perintah oleh nona Clarissa telah tertangkap''


''cih dasar anak bodoh, dia melakukan rencana seperti itu tanpa berbicara pada ku, dimana dia sekarang''


''nona Clariss masih berada di festival tuan''


''cari dan bawa di kemabali kesini''


Pengawal itu pun langsung bangkit dan pergi untuk mencari Clarissa.


''Ratu kerajaan Cahaya, cih apa itu hanya omong kosong Raja Basil, bukankah sudah jelas jika kerajaan cahaya telah menghilang, Raja kau ingin mengungkap identitas nya bukan haha cik kita lihat apa mereka akan percaya dengan apa yang kau katakan'' Ayah Clarissa tersenyum menyeringai ia memiliki satu rencana lain dalam hal ini.


......................


''dimana Queen'' tanya Alex.


''Queen bersama yang mulia Raja Basil menaiki perahu'' jawan Ana.


''kau tahu apa yang terjadi barusan, Queean di permalukan bahkan di hina dan usir dari festival ini bahkan dari kerajaan phonix'' ucap Vania kesal.


''benat dan beruntung Raja Basil datang dan membungkam mulut mereka'' lanju Ana.


''kami memang melihat kerumunan di tepi danau, jika sesuatu terjadi kami pasti akan menghamipiri kalian'' ucap Roger.


''besok Raja Basil ingin mengungkapakan jati diri Queen'' ucap Vania


''biarkan saja karna Queen pun tidak perduli sama sekali dengan identitas'' ucap Alex dan di angguki Ana.


''aku hanya merasakan firasat tidak enak karna besok pun bertepatan untuk menghukum wanita menyebalkan itu'' ucap Vania.


''maka kita hanya perlu berjaga bukan'' jawab Alex


Mereka semua pun mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh Alex.


......................

__ADS_1


__ADS_2