Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 34


__ADS_3

FLASBACK ON


Vania yang kembali ke kota Kerajaan Matahari ia berkeliling mencari Queennya, dan tak lama ia berhasil menemukan Alika, namun ia mengerutkan keningnya bingung, Queennya berjalan bersama dengan seorang pria dan jika ia tidak salah tebak jika pria itu adalah Putra Mahkota.


Vania yang terus memperhatikannya, hingga akhirnya Queen nya pergi meninggalkan Putra Mahkota dan ia pun segera menghampirinya.


''Queen'' sapa Vania.


''oh kau, kau mencariku '' tanya Alika yang merasa lega dengan adanya Vania.


''ya Queen maaf saya tidak menyadari jika anda belum pernah datang ke tempat ini '' sesal Vania dengan menundukkan kepalanya.


Alika tersenyum ''tidak apa itu juga salahku , baiklah kau bisa bawa aku sekarang aku mulai risih dengan banyaknya orang yang menatapku''


''baik Queen'' dan seketika mereka pun menghilang dan pergi menuju perbatasan yang sudah berkumpul semuanya, dan merekapun memulai perjalanan kembali menuju pelabuhan.


FLASBACK OFF


Setelah sampai di pelabuhan mereka segera menaiki sebuah kapal menuju benua barat, kapal laut yang cukup besar, untuk menaiki kapal tersebut mereka mesti membayar 1 koin emas, Ana pun mewakili semuanya membayar 5 koin emas ke petugas disana dan mereka pun masuk ke dalam kapal tersebut.


Di kapal rata - rata mereka adalah seorang petualang yang mencari pengalaman dengan mengelilingi ke 4 benua, Alika dan yang lain memasuki sebuah ruangan yang telah di pesan oleh nya karna Alika ingin tempat privat untuk dirinya dan teman - temannya, karna Alika kini mulai risih dengan tatapan semua orang yang selalu memandang aneh dirinya karna memakai pakaian yang berbeda.


Setelah berada di ruangan yang telah di sewa Alika, Alika pun meminta Alex dan Roger menceritakan tentang apa yang telah mereka lakukan pada Pangeran Cullen.


''apa aku terlalu kejam pada Pangeran Cullen'' Alika yang telah mendengar cerita Alex dan Roger.


''tidak Queen itu pantas untuknya, hukuman agar ia tidak semena - mena terhadap perempuan dan orang -orang yang tidak bersalah karna di bunuh olehnya'' kata Alex dan di angguki yang lainya.


"dan lagi dia itu pria brengsek yang memperlakukan wanita semuanya, jika itu aku, aku akan langsung menebasnya dan mengirimya ke neraka" ucap Vania.


Alika pun mengangguk dan tersenyumendengar Alex dan Vania.


''dengar, jika aku salah kalian boleh menegurku, aku tidak ingin menjadi lupa diri karna status yang aku milki kini '' Mereka pun mengangguk serempak.


''lalu setelah kita sampai di benua barat, kerajaan mana yang kita kunjungi '' tanya Vania


''jika kerajan dominik masih berdiri maka kerajaan dominik lah yang akan kita datangi karna pelabuhan benua barat yang terdekat disini langsung mengarah ke kerajaan dominik'' jawan Alex.


Alika mengangguk.


''berapa lama kita akan sampai ?'' tanya Alika.

__ADS_1


''karna ini sudah mulai sore mungkin kita akan sampai di pagi hari Queen '' jawab Alex.


Hening tidak ada lagi percakapan di antara mereka, hingga Vania yang merasa penasaran sejak di kerajaan Matahari karna melihat Queennya berjalan dengan Putra Mahkota pun bertanya pada Alika.


''Queen saat aku mencarimu, aku lihat kau sedang berbincang dengan srorang pria, jika tebakanku benar apa dia adalah Putra Mahkota '' sontak semuanya pun melihat ke arah Queennya mendengar ucapan dari Vania yang bertanya pada Queen Alika.


''benar, cih kerajaan Matahari itu sudah seperti neraka bagi kaum wanita, aku benar - benar malas jika harus mengunjungi tempat itu lagi'' Ana dan Vania mengangguk setuju.


''aku jadi kasihan dengan para korban dari pangeran Cullen'' lanjut Ana.


''ya biarlah karna diapun sudah mendapat hukumannya bukan '' jawab Alika.


''benar dan lagi mungkin saat ini Pangeran Cullen akan memilih mati dari pada harus merasakan malu karna tidak lagi mempunyai kaki'' kata Alex dan di angguki Roger.


''dan aku tebak mungkin sekarang kita menjadi buronan kerajan Matahari'' lanjut Roger.


Senyuman tercetak di wajah Alika.


''buronan, wah akhirnya aku bisa merasakan menjadi seorang penjahat yang di buru'' lanjut Queen sambil terkekeh dan membuat ke empat orang disana bingung.


Alika yang melihat mereka bingungpun akhirnya mulai menceritakan kehidupannya dulu sebagai seorang polisi rahasia yang memburu musuh - musuh berbahaya bagi negaranya.


Mereka pun merasa terpukau dengn cerita dari Queen Alika, dan membuat mereka pensaran dengan kehidupa Queen Alika di masanya.


Melihat itu Alex dan yang lainnya merasa ikut bersedih, merek tahu apa yanh di rasakan oleh Queen Alika, karna harus berpisah dengan orang - orang yang menyayanginya.


******


''Queen. kau mengatakan jika kau mulai risih ditatap semua orang'' tanya Ana.


Alika hanya berdeheum '' lalu apa kau mau mengenakan pakaian yang berasal dari sini?'' lanjut Ana menawarkan pada Alika.


''tidak, biarlah akhir - akhir ini aku hanya sedang sensitif, kau tau seorang wanita jika sedang menstruasi'' Ana dan Vania pun akhirnya mengerti kenapa Queennya yang biasanya tidak pernah memperdulikan tatapan orang, namun kini ia mengeluh.


Beruntung mereka membicarakam hal ini hanya ada mereka bertiga. perempuan saja, sedangkan Alex dan Roger mereka berdua sedang keluar dan mencari informasi tentang kerajaan yang akan mereka datangi.


''aku akan masuk kedalam kalung dimensi untuk membuatkan makanan untuk makam malam nanti''


''Queen apa sebaiknya kita beli saja, kami tidak ingin merepotkanmu'' Vania yang tidak enak jika Queennya yang membuat makanan untuk mereka, yang seharusnya dirinyalah yang membuatkan makanan, bagaimana mungkin seorang Ratu membuat makanan untuk bawahannya pikirnya.


Ana yang mendengar Vania mengatakan hal itupun setuju. ''benar Queen sebaiknya aku dan Vania keluar dan membeli makanan kau duduklah dan beristirahat''

__ADS_1


''tidak, biarkan aku yang membuatkan makan untuk kita, aku sedang ingin membuat makanan yang aku suka di zamanku dan aku ingin kalianpun mencobanya''


''tapi... ''?? Ana yang ingin kembali protes terhenti karna melihat tatapan tajam Queennya jika dirinya tidak ingin di bantah.


Ana dan Vania pun hanya menghela nafas nya ketika Queenya sudah menghilang dan masuk ke dalam kalung dimensi.


''Ana kau yang lebih dulu dekat dengan Queen, apa sifatnya memang seperti itu''


''benar. Queen memang seperti itu, ia tidak suka di atur, ia ingin melakukan apa saja yang dia suka''


Vania mengngguk ''aku mengagumi beliau, Queen, dia seorang Ratu namun ia tidak ingin di hormati layaknya Ratu yang lainya. bahkan ia tidak risih berjalan, duduk dan berbincang dengan bawahanya selayaknya sesama teman yang berada satu kasta denganya''


Ana mengangguk ''Queen memang tidak pernah mementingkan kasta - kasta yang selalu berlaku di benuaa ini''


Ketika Ana dan Vania tengah mereka berbincang Alex dan Roger pun datang membawa informasi yang mereka temukan.


''dimana Queen'' Alex bertanya sambil mendudukan dirinya di kursi dan di ikuti oleh Roger.


''Queen sedang berada di dimensinya intuk membuat makanan untuk kita'' jawab Vania.


Beda halnya dengan Alex yang sudah biasa mendengar Queennya seperti itu, Roger membelalakan matanya tidak percaya, Ratunya membut makanan untuk kita.


''Queen membuat makanan kita untuk apa tidak salah?'' lanjut Roger.


''tidak, Queen memang seperti itu'' jawab Alex.


''maksudnya'' tanya Roger tidak mengerti.


''dia senang melakukan apapun yang dia sukai dan kita tidak bisa membantahnya, jika ia sudah mengatakan keinginannya, lagi pula Queen tidak pernah merasa dirinya seorang Ratu,''


Roger menyimak Alex dengan serius, meski tidak seepenuhnya mengerti mengapa seorang Ratu yang seharusnya dilayai tapi ini malah terbalik sang Ratunya malah yang melayani bawahannya.


''sudahlah kau akan mengetahuinya nanti'' lanjut Alex di angguki oleh Roger. .


''kalian audah menemukan informasinya'' tanya Vania.


''sudah ketika Queen tiba kami akan mengatakan apa yang kami sudah temukan dan cari tahu, dan juga ada beberapa hal yang mungkin akan merepotkan kita nanti'' kata Alex.


Ana dan Vani mengerutkan keningnya, lenaaaran dengan apa yang akan mereka hadapi nanti.


''apa berbahaya ?'' tanya Ana,

__ADS_1


''tidak, namun mungkin malah membahayakan mereka, sudahlah nanti akan aku dan Roger jelaskan jika Queen sudah kembali.'' lanjut Alex.


__ADS_2