
Setelah pertemuannya dengan Raja Basil, Ayah Clarissa menemui anak nya di kediamannya.
''ayah kau datang'' Clarissa melihat kedatangan ayah dengan wajah yang terlihat cemas.
"ada apa" lanjut tanya Clarissa.
''ternyata benar, wanita petualang itu memiliki identitas lain di belakang nya" ucap ayah nya sambil melangkah menuju kursi dan duduk yang ada di kediaman Clarissa.
Clarissa pun mendekati ayah nya dan duduk di hadapannya " lalu apa identitas nya"?
''entahlah ayah sedang mencari tahunya"
''cik, ayah masih mencari tahu, lalu dari mana ayah menyimpulkan jika Alika, wanita petualang itu memiliki identitas lain"
Ayah Clarissa menatap putrinya "yang mulia Raja menolak menikahi mu atau mengikuti ke inginan para pejabat dan mentri di istana dan bahkan dia berkata jika mereka tidak menginginkan Alika menjadi Ratu mereka bisa meninggalkan Kerajaan ini, dan Raja Basil pun berkata jika Alika sudah lebih pantas menjadi Ratu dengan kriteria yang inginkan mereka"
Clarissa mengangguk "jadi yang mulia Raja Basil telah mengetahui identitasnya, cih, aku benar - benar tidak percaya jika wanita itu memiliki identitas yang besar"
"Clar, kau tidak kesal karna Raja menolakmu"
Clarissa tersenyum" aku kesal, tapi aku lebih menginginkan kehancurannya"
"baguslah, lalu apa rencanamu akan di teruskan"
''tentu, jika ini tidak berhasil maka itu tandanya dia akan mendapatkan kehancuran yang lebih dari mu"
Mereka pun tersenyum menyeringai membayangkan kehancuran Raja Basil, hingga akhirnya kerajaan yang akan di kuasa mereka.
''baiklah ayah pergi'' Clarissa mengangguk dan menatap ayah nya berjalan keluar dari kediamanmya.
''nanti malam adalah kenangan untuk terkahir kali nya menjadi seorang Raja, Yang Mulia, dan aku akan membiarkan mu bersenang - bersenang dengan wanita petualang itu untuk yang terkahir kalinya juga, aku tidak peduli identitas wanita itu apa, yang penting dia tidak mengganggu rencanaku, jika dia menganggu rencana ku maka jangan salahkan aku jika kematian akan menghampirimu " ucap Clarissa dengan mata yang tajam, sudah mengganti ambisinya untuk merebut kekuasaan Raja Basil, dan merebut kerajaan Phonix.
......................
''Yang Mulia, apa anda akan mengungkap kan identitas Nona Alika"
Raja Basil menatap pengawal yang selalu bersama nya "mungkin''
__ADS_1
Pengawal itu mengangguk ''apa Nona Alika tidak masalah"?
Raja Basil " tidak, dia tidak peduli dengan identitas nya yang akan di ketahui atau tidak oleh orang lain, apa mereka para pejabat masih betada di luat''
''mereka masih berada di luar dan meminta yang mulia menjelaskannya segera, dan apa mereka akan percaya jika Yang Mulia mengatakannya"?
''biarkan saja mereka seperti itu aku tidak peduli, tapi jika ku mengatakan nya saat ini, dan aku mengatakan yang sebenarnya pada mereka, mereka pasti tidak akan percaya begitu saja dan mungkin dalam pikiran mereka hanya omong kosong, mengingat Kerajaan Cahaya yang telah menghilang belasan tahun, namun Alika dia sudah berencana untuk memperlihatkan Istana nya dan kerajaan nya untuk orang - orang, walau tidak secara resmi di umumkan, dan walaupun begitu jika ada satu atau dua orang yang melihat, mungkin itu akan segera menyebar bukan, berita tentang kembali nya Kerajaan Cahaya"
Pengawal itu mengangguk mengerti dengan penjelasan Raja Basil.
"bagaimana Festival nanti malam, apa semua persiapan telah selasai''
''sudah Yang Mulia, pengamanan pun telah di perketat karna tamu dari beberapa kerajaan lain yang berdatangan untuk melihat dan mengikuti Festival ini"
Raja Basil mengangguk " prajurit kerajaan yang menjaga jalan nya acara, aku minta tidak terlalu menonjol dan berikan mereka pakaian rakyat, lalu perintahkan mereka berbaur dengan mereka, agar membuat mereka nyaman" titah Raja Basil pada pengawal nya.
'' baik yang mulia" ucap pengwal nya.
"apa Alika ada di kediamannya" tanya Raja Basil sambil menatap pengwalnya.
''ya, Nona Alika sedang bersama teman - temannya Yang Mulia dan nona Alika terlihat senang dan seolah tidak memperdulikan orang - orang yang tengah memperdebatkanya "
''bagaimana dengan pria tua itu''
''dia sudah memerintahkan seseorang untuk mencari tahu identitas Nona Alika, dan yang sebenarnnya dia sudah mencurigai Nona Alika jauh sebelum hal ini, menurut mata - mata kita jika dia pernah merasakan kekuatan Nona Alika yang hampir sama dengan anda Yang Mulia''
Raja Basil tersenyum " lalu orang - orang yang di pihak mereka dan kerajaan yang bekerjasama dengan nya ?"
''mereka sudah dalam pengawasan kami yang mulia"
''baiklah, terus awasi mereka, dan biarkan pria tua itu menegetahui identitas Alika"
''baik Yang Mulia''
''pergilah dan terus awasi mereka''
pengawal itu pun pamit dan menghilang di hadapan Raja Basil, sedangkan Raja Basil melanjutkan pekerjaan dengan tenang dan seolah ia tidak peduli dan mendengar kegaduhan para pehabat yang terus meminta penjelasan Rajanya.
__ADS_1
......................
Di kediaman Kerajaan Dominik Putri Ageline ia sudah mendengar laporan dayang yang sudah siap dengan rencana yang telah ia buat untuk menjebak Raja Basil.
Putri Angeline tersenyum seolah rencana nya akan berhasil.
Sedangkan Dayang itu setelah melaporkan ke pada Putri Angeline keluar ruangannya dengan badan yang bergetar, ia takut karna berbohong dengan atasanya Putri Angeline, namun ia lebih takut lagi dengan Putra Mahkota Daniel dan Raja Desmon.
''kau sudah melakukan hal yang benar pergilah, aku berjanji Angeline tidak akan berbuat apapun pada mu, dan ingat ini adalah terakhir kalinya kau menyetujui perintah Angeline yang seperti ini jika tidak, aku tidak yakin kepalamu akan tetap berada di tempat''
"ba baik Yang Mulia Putra Mahkota" dayang itu mengangguk dan terus menunduk tidak berani menatap Putra Mahkota dengan badan yang bergetar karna ketakutan.
''pergilah'' Dayang itu pun pergi meninggalkan Putra Mahkota dengan tatapan tajamnya.
Putra Mahkota Daniel pun melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Putri Angeline, adiknya dan pergi menemui seseorang untuk menjalan rencana yang akan mengagalkan rencana Putri Angeline.
......................
Sore hari orang - orang semakin sibuk terutama para wanita yang memilah milih pakaian yang akan mereka gunakan, tidak dengan Alika yang masih terlihat tenang, dia tidak berniat menggunakan pakaian heboh seperti wanita lainnya bahkan berdandan yang mungkin untuk menarik perhatian para laki - laki.
''kau tidak bersiap''
Alika mendongkak melihat siapa yang bertanya.
''apa kau bisa bebas datang dan pergi begitu saja"
''ini istanaku'' Raja Basil tersenyum dan mengahampiri Alika yang sedang duduk di tamn bunga sendiri.
Alika tidak menjawab dan hanya mendengus kesal mendengar jawabn Raja Basil .
''kau tidak bersiap untuk acara nanti malam"
''apa yang meati ku persiapkan apa kau ingin aku berdandan heboh sepeti mereka, cik merepotkan''
Raja Basil tertawa '' tidak aku senang kau yang seperti ini'' ucap nya tersenyum.
Alika menatap Raja Basil ''lalu untuk apa kau bertanya"
__ADS_1
Raja Basil pun kembali tertawa melihat wajah datar Alika yang benar - benar membuatnya semakin tertarik, Alika wanita yabg berbeda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...