Pindah Dimensi Alika

Pindah Dimensi Alika
BAB 27


__ADS_3

Ke esokan harinya, sangat pagi sekali mereka telah bangun untuk lanjur berlatih dan berolah raga.


"Ana kau harus sering berolah raga seperti ini agar fisik mu menjadi kuat '' Ana mengangguk , sebelum memulai Alika memberikan pakaian olah raga pada Ana , karna Alika risih melihat Ana menggunakan pakaian yamg menurutnya sangat mengganggu , bagaimana tidak Alika menlihat pakaian yang Ana gunakan berlapis - lapis dan pasti berat dan ribet pikirnya , untuk itu ia memberikan baju olah raga pada Ana lengkap dengan sepatu , dan Alikapun membantu mengucir rambut Ana dengan di kucir kuda membuat Ana tampil berbeda dan terlihat semakin cantik .


Alex yang melihat Ana dengan pakaian berbeda dan terlihat semakin cantik pun terpaku melihat ke indahan di depannya dan Alika pun menyadarinya.


Alika tersenyum ''baiklah kalian mulailah lebih dulu aku akan berlari terlebih dahulu di sekitar sini'' lanjut Alika


Alex mengangguk dan ketika Alika telah pergi untuk berlari ia mengahampiri Ana


'' kau cantik Ana '' Sambil terus menatap wajah Ana yang memerah karna mendengar ucapan Alex , Alex tersenyum melihat rona merah pada wajah Ana .


''kau siap memulai latihan mu hari ini '' Ana mengangguk tegas , setelah itu Alex pun mulai mengajari Ana beladiri dan menggunakan pedang karna Ana yang memilih untuk menggunkan pedang sebagai senjata yang ingin di kuasai olehnya .


Meskipun Ana seorang dayang, pada masanya, ia cukup mahir menggunakan sebuah pedang, karna sejak ia kecil ketika masih ada kedua orang tuanya , ayah nya kerap mengajarkan Ana untuk menggunakan pedang agar bisa melindungi dirinya sendiri , maka ia hanya tinggal mengembangkan kemampunya dalam menggunakan pedang , dan Alex pun senang dengan Ana yang mudah di ajari olehnya dan mudah Ana kusai .


''kau pernah belajar menggunakan sebuah pedang sebelumnya ?'' tanya Alex karna melihat Ana seperti sudah terlatih walapun masih banyak yang mesti ia ajarkan ,


Ana mengangguk dan menceritakannya pada Alex


Alex tersenyum ''pantas kau begitu mudah menangkap apa yang aku ajarkan padamu , kau hanya tinggal melatih fisikmu agar semakin kuat .''


Ana tersenyum '' aku tau , terimaksih kau mau mengajariku ''


Alex tersenyum ''tidak perlu sungkan aku senang berbagi ilmu pada siapapun ''


Alika menghampiri Alex dan Ana ''sepertinya kalian sudah semakin dekat ''


''Queen '' Ana yang menunduk malu dan Alika terkekeh melihat Ana seperti itu.


Sedangkan Alex ia biasa saja malah ia senang melihat ekspresi Ana yang menurutnya menggemaskan .


''ku lihat kau sudah mahir dalam menggunakan pedang ''? tanya Queen pada Ana .

__ADS_1


''benar Queen ternyata Ana pernah belajar menggunakan pedang ketika ia kecil bersama ayahnya , Ana hanya tinggal memperkuat fisiknya agar semakin kuat dan terus melatih menggunkan pedangnya ''


Ana hanya terdiam dan tersenyum dengan jawaban Alex yang mewakili dirinya ,


''baguslah aku senang mendengarnya , ''Alika tersenyum pada Ana


''kita istirahat dulu untuk sarapan , aku sudah membuatkan roti isi ini untuk kita bertiga ''


Mereka pun mengangguk dan mencari spot yang enak untuk beristrahat dan merekapun duduk di dekat sungai yang airnya sangtlah jernih , yang membuat sekitarnya terasa sejuk dan segar .


Mereka duduk lesehan tanpa alas apapun dan membuat Ana dan Alex terkesan dan semakin mengagumi sosok Alika yang tak pernah merasa risih dengan orang - orang yang kasta nya jauh barada di bawahnya , bahkan ia tidak merasa jijik atau risih ketika harus duduk di tanah tanpa alas apapun , beda dengan para wanita bangsawan atau putri di zaman ini mereka pasti sudah menggerutu dan marah .


Mereka bercengkrama sambil menikmati makanan yang Alika buat , sungguh Alex dan Ana sangat beruntung mendapatkan seorang jungjungan yang tak pernah haus akan kehormatan mereka berjanji akan terus menemani, melindungi dan mendukung Alika sampai kapanpun .


Merasa cukup istirahat mereka memulai kembali latihannya .


'''Ana apa kau bisa berlatih sendiri dulu aku ingin meminjam Alex untuk mengajari ku sihir dan teleport ''


Alika melihat Alex yang menatap Ana menjauh dari nya ''kau menyukainya ''


''Queen , aku tidak tahu mungkin iya, tapi aku belum yakin ''


Alika mengangguk ''baiklah jika kau sudah yakin aku ingin kau benar - benar menjaga dan menyayanginya dia temanku aku tak ingin kau membuatnya bersedih ''


''aku mengerti Queen ''


''baiklah kita mulai , langkah apa yang mesti ku lakukan ?''


''kau harus mencoba merasakan ernergi spiritual yang ada pada dirimu dan kau kendalikan , keluarkan lah secara perlahan , hati - hati ernergi spiritualmu sangat besar aku bahkan tidak bisa menahannya , setelah kau berhasil mengelurkan , kau kumpulkan pada kedua telapak tangan agar tau, apa jenis sihir apa yng kau miliki ''


''jenis sihir , memang nya ada berapa jenis sihir ?''


''ada tiga macam sihir yaitu sihir penyembuh , sihir menyerang dan sihir menciptakan ''

__ADS_1


''apa maksud dari sihir menciptakan ?''


''maksudnya adalah sihir yang bisa kau gunakan sesuka mu atau lebih tepatnya kau bisa mengelurkan sihir sesuai apa yang kau inginkan misal mendatangkan sesuatu atau menghilangkan sesuatu atau hal lainya yang kau inginkan , seperti di kalung dimensi mu Queen ''


''aku menegrti lalu bagaimana caranya ?"


"duduklah dengan posisi lotus , dan pejamkan matamu rasakan energi yang mengalir dalam dirimu "


Tanpa bertanya lagi Alika langsung melakukan apa yang di minta Alex , ia duduk dengan posisi lotus dan mulai memejamkan matanya dan mereasakan nenergi spritual pada dirinya . hangat itulah yang Alika rasakan , Alika mulai memfouskan dirinya untuk mengumpulkannya di kedua titik di kedua telapak tangannya dan terlihat lah berbagai cahaya kaluar dari kedua telapak tangan Alika ,


Untuk mengetahui sihir apa yang Alika miliki, Alex membedaknnya dengan warna yang telah ia pelajari saat dirinyapun belajar mengenai sihir dengan yang mulia raja Hans, dan yang ia ketahui untuk sihir menyerang akan keluar warna merah , sihir penyembuh warna biru dan sihir menciptakan warna hijau , dan jika seseorang itu memiliki ketiga ilmu sihir akan keluar warna hitam .


Alex terus memperhatikan ke arah warna yang akan keluar dari diri Queen dan matanya membelalakan tak percaya dengan apa yang ia lihat , warna hitam , Queen nya Ratunya memiliki ketiga sihir tersebut terlepas dari semua senjata yang ia punya walaupun hanya dengan sihir ia sudah sangat kuat pikirnya.


Alika membuka matanya ''Alex apa yang kau lihat , apa aku punya sihir ''


''kau punya bahkan kau memiliki ketiganya ''


''maksudmu aku bisa menguasai ketiga sihir itu ''


Alex mengangguk ''Queen kau tau orang - orang yang ingin memiliki sihir di benua ini sangatlah jarang , karna kesulitan mereka untuk mengusainya , namun kau memiliki ketiganya , itu sangatlah luar biasa , pesan ku agar kau tidak terlalu memperlihatkan ketiga sihirmu ke pada orang - orang sembarangan''


''aku tau , aku belajar menggunkan sihir karna penasaran dan ingin tau apa aku bisa menggunakannya , namun ternyata aku memiliki semua elemen sihir , kau tenang saja aku lebih suka mengandalkan fisik ku ketika bertarung karna itu akan membuatku semakin kuat ''


Setelah mengatakan itu Alex lalu mengajari Alika cara mengenggunakan sihirnya dengn pengetahuan yang ia milikinya , Alex hanya bisa mengrahkan ke pada Alika tentang sihir penyenmbuh dan pencipta ,karna ia hanya mengerti tentang sihir penyerang yang ia kuasai.


''Queen sebenarnya dengan sihir pencipta pun kau sudah bisa melakukan segala macam, seperti menyerang dan menyembuhkan, sihir pencipta pun itu termaksuk jarang dan yang menguasainya, mungkin hanya beberapa orang di ke empat benua ini '''


''begitukah , namun apa aku menggunakan sihir pencipta auranya akan terlihat oleh orang lain ''


''tentu Queen setiap kau mengeluarkan sihir , sihir penyembuh akan keluar warna biru , sihir penyerang warna merah dan pencipta warna hijau ''


''maka aku mungkin hanya akan mengeluarkan sihir penyerang dan penyembuh jika di perlukan, untuk pencipta mungkin akan jarang ku gunakan , kau tau jika ini akan menjadi pusat perhatian semua orang , aku tidak ingin menggunkannya , karna aku sangat tidak suka menjadi pusat perhatian ''

__ADS_1


__ADS_2