
Di kediaman yang di tempati kerajaan Phonix, Angeline ia berjalan keluar ia menatap sekeliling dan ia melihat dua orang dayang yang sedang berjaga dan menunggu jika ada yang membutuhkan mereka, Angeline pun menghampiri kedua dayang tersebut.
''bisakah kalian mengantarku ke tempat dimana yang mulia Raja Basil berada''
''mohon maaf Putri setahu saya jika yang mulia sedang tidak ada di tempat beliau sedang keluar istana untuk meninjau secara langsung persiapan untuk Festival lampion nanti''
''apa nanti saat makan siang dia akan kembali''
''pasti putri karna yang mulia biasa makan siang di istana''
Putri Angeline mengangguk mengerti lalu ia berbalik meninggalkan kedua dayang tersebut rencanya ia ingin menemu Raja Basil pun gagal, dan Angeline cukup merasa kecewa.
...----------------...
Alika dan yang lain kini berada di tempat dimana akan di selenggarakannya festival lampion, tempat lapang yang cukup luas yang terbelah oleh sungai yang mengalir dan hubungkan dengan beberapa jembatan yang telah di hias dengan cukup indah.
Di ujung lapang yang luas dengan rumut hijau yang tumbuh terdapat Danau yang cukup luas yang di kelilingi oleh pohon pinus yang menambah ke indahan tempat ini, di pinggirnya danau tersebut terdapat beberapa perahu kecil yang siap membawa penumpang ketika festival nanti.
''kau suka tempat ini''
Alika mengangguk.
''kita biasa melaksanakan nya disini''
''sepertinya tempat ini selalu di jaga dan di rawat''
''ya dan itu harus, tanah dan tempat ini adalah warisan leluhur, yang meski kita sebagai penerus yang bertanggung jawab untuk merawatnya bukan''
Alika mengangguk ''kau tau jika di tempatku, tempat yang seperti ini, mungkin setiap hari nya akan ramai dengan banyaknya orang yang datang untuk berpiknik''
''piknik''.
''heemp piknik semacam kita membawa bekal dari rumah dan kita menggelar tikar lalu makan dan duduk di atasnya''
''ash ya aku pernah melihat hal seperti itu''
''kau sering mengunjungi tempatku'' tanya Alika sambil menatap Raja Basil.
__ADS_1
''tidak hanya sesekali, aku senang melihat orang - orang disana tidak ada kasta yang membedakan mereka berbaur saling menghormati sesama''
''benar, aku merindukan tempatku'' jawab Alika sambil kembali menatap danau di depannya.
Raja Basil tersenyum ke arah Alika, "kau memiliki energi yang besar bahkan menguasai ketiga element sihir jika kau bisa mengusai kekukatanmu kau bisa membuat portal kemana pun kau mau, termasuk duniamu dulu"
Alika memandang Raja Basil, inilah hal yang selama ini ingin di ketahui oleh nya.
''aku baru - baru ini bisa menguasai sihir entah aku akan bisa mengusai semua nya dan membentuk portal seperti mu atau tidak''
''aku percaya kau akan bisa mengusai nya terbukti kau bisa mengusai sihir sangat lah singkat, dan jika itu mansia biasa mungkin akan berbulan - bulan atau bertahun - tahun''
''selama itu'' Alika mulai merasa heran dan percaya diri bersamaan.
Raja Basil mengangguk ''jika kau mau aku akan mengajari mu nanti, aku kesana dulu, kau tunggulah disini atau bergabung dengan teman - temanmu, sepertinya orang - orang ku akan melaporkan beberapa hal kepadaku terlebih dahulu.''
''ya, kau pergilah''
Alika berjalan berkeliling tempat itu ia sungguh menikmati tempat ini, ia pun duduk dan berbaring disana di atas rumput hijau yang membuat semua orang disana terkejut melihat apa yang Alika lakukan, Alika pun menutup matanya merasakan kedamaian yang ada di tempat ini.
''benar aku penasaran dia seorang putri atau memang seorang petualang''
''benar dia seperti seorang Putri bahkan seorang dewi karna kecantikannya''
Terdengar celetukan dari beberapa prajurit yang tidak menyangka akan kelakuan Alika yang tanpa ada rasa jijik sedikit terduduk di atas rumput.
Sedangkan bagi teman - temannya Alika, mereka sudah tidak heran melihat Queenya seperti itu bahkan mereka kerap mengikuti apa yang di lakukan Alika.
Raja Basil pun ia hanya tersenyum melihat Alika, tentu ia tahu bagaimana Alika, bagi Alika di kehidupannya dulu ini adalah hal yang biasa, Raja Basil pun yang telah selesai mendapat laporan dari bawahanya, ia pun kembali menghampiri Alika dan ikut duduk disamping Alika yang sedang terbaring yang membuat heboh para pengawal untuk menyediakan kursi, namun di hentikan olehnya.
''kau membuat heboh orang - orang mu Raja'' Alika barkata tampa membuka matanya sambil berbaring.
''bukankah kau pun sama'' ucapnya sambil mentap wajah Alika yang sedang memejamkan matanya, cantik.
''cik'' Alika pun membuka matanya lalu mengangkat badanya dan duduk di samping Raja Basil, yang membuat Raja Basil sedikit terkejut karna takut ketahuan jika dirinya sedang memandang Alika, namun ia lega karna sepertinya Alika tidak menyadarinya.
'''mereka memandang ku seorang petualang bukan kah itu hal biasa'' lanjut Alika.
__ADS_1
Raja Basil tersenyum ''lebih tepatnya seorang Ratu yang menyamar menjadi seorang petualang''
''aku lupa tentang statusku dan berharap akan seperti ini seterusnya''
''mengapa, apa kau tidak suka menjadi Ratu''
''ya, bagi ku menjadi Ratu membutuhkan tanggung jawab yang besar bukan, apalagi Kerajaan Cahaya yang sudah mempunyai nama di masa nya''
''kau benar, namun aku percaya kau bisa menjadi seorang Ratu, lalu kapan kau akan mengungkap identitas mu dan memperlihatkan kepada mereka semua jika kerajaan Cahaya telah kembali''
''sampai semua nya telah kembali normal, dan untuk identitasku, sebenarnya aku tidak berniat untuk menyembunyikanya, kau tahu bukan tentang cerita kerajaan cahaya yang menghilang, apa jika ku mengatakan ke semua orang jika aku adalah Ratu di kerajaan Cahaya mereka akan percaya begitu saja''
''kau benar mungkin mereka akan mengnggap mu hanyalah guyonan atau mungkin penipu, sudah kita bahas lagi nanti kita harus segera kembali ke istana, karna sebentar lagi waktunya makan siang''
Alika mengangguk pasrah sebenarnya ia masih ingin berada disini, namun karna ia pun mesti bertemu dengan kerajaan dominik maka Alika pun terpaksa ikut Raja Basil untuk kembali ke istana.
......................
Waktu makan siang sebentar lagi, Angeline sejak tadi pun bersiap menjadikan dirinya wanita secantik mungkin, ia berhias di depan cermin menganggati berbagai pakaian di bantu dayang yang setia bersama nya, ia berharap jika Raja Basil akan meliriknya dan menyukainya.
Angeline pun keluar dari kamarnya dan mengahampiri keluarga nya yang telah bersiap untuk segera berangkat menuju tempat perjamuan makan, namun ternyata baru ayah nya saja yang telah siap dan ayahnya pun terlihat sedang berbicara dengan Prajurit disana.
''benarkah, aku tidak menyangka jika nona Alika pun ada di sini''
Alika
"ayah apa maksudmu, apa Alika berada di istana ini"
"benar dan ayah baru mengetahuinya dari beberapa prajurit, ternyata ia sudah berada disini sejak kemarin, bahkan tadi pun Nona Alika di ajak yang mulia pergi ke tempat dimana akan di laksankannya festival"
mendengar itu Angeline pun kesal ia mengepalkan tangan dan berpikir jika ia telah kalah satu langkah dengan Alika, dan di sadari oleh Raja Desmon.
"dengar Angeline ayah sudah memperingatkan padamu bukan untuk berhati - hati dalam bertingkah"
Angeline bedecak kesal dia tidak peduli dengan ucapan ayahnya ia hanya berpikir bagaimanapun caranya agar yang mulia Raja Basil bisa tertarik padanya dan bukan pada Alika, malah mungkin ia akan membuat rencana agar Raja Basil bisa membencinya.
Ratu Fidelya dan Putra mahkota Daniel pun menghampiri Raja Desmon dan Putri Angeline untuk segera pergi menuju tempat perjamuan makan.
__ADS_1